Oliver Glasner Ungkap Kekecewaan dalam Negosiasi Transfer Dwight McNeil

Oliver Glasner, pelatih Crystal Palace, mengungkapkan kekecewaannya atas gagalnya transfer Dwight McNeil dari Everton pada hari terakhir bursa transfer Januari. Ia menyatakan bahwa ia juga memahami kekecewaan McNeil terkait batalnya proses transfer yang nyaris rampung tersebut.

McNeil sempat menjalani tes medis sebelum transfernya ke Palace gagal karena adanya perubahan persyaratan dalam beberapa jam terakhir. Glasner mengatakan, “Saya sudah merencanakan latihan bersama dia keesokan harinya, tapi pada menit-menit terakhir, syarat kesepakatan berubah sehingga waktu terlalu singkat untuk menyelesaikan transfer.”

Pelatih asal Austria itu juga menilai pemain sayap kiri berusia 26 tahun itu akan jadi aset berharga bagi timnya. Glasner menyebutkan, “Dia akan menjadi pemain Premier League paling berpengalaman kami dengan 250 penampilan, dan kami tidak memiliki penyerang yang bertipe kaki kiri seperti dia.”

Selain kekecewaan dari McNeil, kekurangan Palace memang terlihat jelas di posisi penyerang sayap kiri. Glasner menambahkan, “Dia selalu mencetak 4-6 gol dan membuat 6-9 assist per musim. Kami sangat membutuhkan seorang pemain kiri yang dapat meningkatkan kualitas serangan kami, terutama dalam situasi bola mati.”

Meski transfer Dwight McNeil gagal, Palace berhasil mendatangkan striker Jorgen Strand Larsen dari Wolves dengan biaya transfer klub mencapai rekor tertinggi, sekitar £48 juta. Strand Larsen siap menjalani debutnya menghadapi Brighton pada akhir pekan ini.

Glasner memuji motivasi tinggi Strand Larsen yang ingin membuktikan kualitasnya. “Dia ingin menunjukkan performa seperti musim lalu saat mencetak 14 gol, setelah musim ini lebih banyak duduk di bangku cadangan dan kurang puas dengan situasinya,” katanya.

Strand Larsen dinilai akan memberikan kontribusi signifikan dalam permainan Palace. Glasner menyebutkan kelebihan striker asal Norwegia itu dalam pergerakan di kotak penalti dan ketajaman finishing. “Dia juga akan membantu kami dalam situasi bola mati, aspek yang sangat kami butuhkan,” tambahnya.

Palace memang menjalani periode sulit dengan tanpa kemenangan dalam 12 laga terakhir di semua kompetisi sejak menang 3-0 melawan Shelbourne di Conference League. Posisi mereka turun dari urutan keempat ke posisi 15 klasemen Liga Inggris.

Selain kehilangan kapten Marc Guehi di tengah musim, Palace juga hampir kehilangan top skor Jean-Philippe Mateta yang batal pindah ke AC Milan karena masalah cedera lutut. Kondisi ini membuat Glasner menganggap tim perlu memulai kembali.

Dalam bursa transfer Januari, Palace merekrut tiga pemain baru untuk memperkuat lini serang: Brennan Johnson, Evann Guessand, dan Strand Larsen. Glasner yakin kehadiran mereka akan menambah dimensi berbeda pada permainan.

“Brennan Johnson memiliki kecepatan dan naluri mencetak gol, sementara Evann adalah nomor 10 yang kuat secara fisik. Kehadiran mereka bersama Strand Larsen akan membantu mengembalikan daya gedor kami,” kata Glasner.

Meski suasana transfer cukup gaduh, Glasner optimis ini adalah langkah tepat untuk memperbaiki performa Palace ke depan. Ia menegaskan pentingnya “menekan tombol reset” agar tim kembali fokus dan berjuang di paruh kedua musim.

Berita Terkait

Back to top button