
Olympique de Marseille resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih Roberto De Zerbi secara langsung dan atas kesepakatan bersama. Keputusan ini diambil setelah diskusi intensif antara pemilik klub, presiden, direktur sepak bola, dan De Zerbi untuk menghadapi tantangan kompetisi musim ini.
Dalam pernyataan resminya, klub menyatakan keputusan ini sebagai hasil pertimbangan matang demi kepentingan terbaik Marseille. Manajemen juga mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme De Zerbi, terutama setelah membawa tim finis di posisi kedua klasemen Ligue 1.
Roberto De Zerbi sebelumnya pernah menyatakan bahwa pengalamannya di Marseille tidaklah membahagiakan. Ketegangan meningkat pasca kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain dalam laga Le Classique yang menjadi titik balik hubungan antara pelatih dan klub.
Menurut jurnalis Fabrice Hawkins dan pakar transfer Fabrizio Romano, keputusan berpisahnya De Zerbi dengan Marseille dilakukan secara damai tanpa adanya masalah internal dengan manajemen maupun pemain. De Zerbi sendiri meyakini bahwa ini adalah langkah terbaik bagi kedua belah pihak.
Berikut fakta penting terkait pemutusan kerja sama ini:
1. Keputusan dibuat atas dasar kesepakatan bersama dan diskusi semua pemangku kepentingan klub.
2. Tidak terdapat konflik antara De Zerbi dengan manajemen atau para pemain.
3. De Zerbi mendapat ucapan terima kasih atas kontribusinya yang signifikan musim ini.
4. Klub fokus mencari solusi terbaik untuk menghadapi sisa musim kompetisi.
Keputusan ini menandai akhir perjalanan De Zerbi di Marseille dengan meninggalkan catatan prestasi positif meski diwarnai tantangan. Saat ini, klub tengah mempertimbangkan opsi pelatih baru yang bisa membawa Marseille meraih hasil maksimal ke depan.





