
Tren drama Korea Bon Appetit, Your Majesty kini menjadi perbincangan hangat di media sosial Indonesia, memicu kebiasaan baru dalam menikmati makanan. Tayangan ini menampilkan adegan memasak dan makan dengan gaya dramatis, ekspresi hiperbola, dan visual yang menghibur, sehingga masyarakat tertarik untuk menirukan adegannya. Kemunculan tren ini begitu cepat menyebar, terutama setelah beberapa selebritas ikut ambil bagian dalam fenomena tersebut.
Salah satu figur publik yang ikut meramaikan tren adalah penyanyi Rossa. Melalui akun Instagram pribadinya, Rossa memperlihatkan aksi plating dan menyantap gudeg dengan gaya yang dibuat mewah serta lucu, bak koki istana di restoran bintang lima. Video tersebut langsung menyita perhatian netizen, mendapat ribuan komentar dan penonton sejak pertama kali diunggah.
Awal Mula Viral Tren Makan ala Bon Appetit, Your Majesty
Fenomena meniru gaya makan yang viral ini berawal dari adegan dramatis di serial Bon Appetit, Your Majesty. Para aktor di dalam drama menampilkan ekspresi berlebihan ketika mencicipi makanan, menambah efek visual yang lucu serta unik. Kebiasaan plating makanan secara estetik serta menambahkan narasi hiperbola membuat tayangan tersebut digemari berbagai kalangan.
Masyarakat Indonesia, terutama pengguna media sosial, kemudian mulai meniru gaya makan ala drama tersebut. Tak hanya meniru ekspresi dan suara, penggunaan efek visual yang senada dengan tayangan aslinya juga menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini dibuktikan lewat unggahan-unggahan kreatif para netizen dan selebritas di Instagram dan TikTok.
Aksi Totalitas Rossa Plating Gudeg Bak Chef Istana
Rossa, salah satu artis papan atas, menjadi sorotan usai mengunggah video plating dan menikmati seporsi nasi gudeg Yogyakarta dari Gudeg Yu Djum dengan tata cara ala koki profesional. Dalam video Reels yang diunggah di Instagram, ia menata nasi, gudeg, ayam suwir, tahu bacem, krecek, dan telur pindang secara rapi di atas piring biru tua yang tampak mewah. Proses plating itu disajikan dari awal, menunjukkan langkah-langkah detail seperti layaknya tampil dalam program memasak.
Dengan sentuhan lembut dan elegan, Rossa juga menambahkan gaya khas dirinya yang jenaka dan santai. Penataan makanan dibuat estetik, memperlihatkan perhatian dan kreativitas seperti yang kerap diperlihatkan para chef di restoran kelas atas.
Ekspresi Hiperbola & Efek Visual Dramatis
Setelah proses plating selesai, Rossa mulai mencicipi hasil kreasinya. Suapan pertama ayam suwir langsung disambut dengan ekspresi wajah ala aktris drama Korea, di mana matanya dibuat seolah menyala berkat penggunaan efek api, didukung visual bunga warna-warni serta ayam berkokok yang muncul di latar belakang. Editing video yang penuh kreativitas menggambarkan kepuasan serta kelezatan makanan dengan cara yang menghibur.
Tidak hanya berhenti di ayam suwir, ketika mencoba gudeg dan sambal, muncul pula efek visual seperti kelapa, cabai, dan pernak-pernik dapur yang semakin mempertegas nuansa dramatis. Semua elemen ini membuat penonton merasa terhibur dan mudah tertawa, sehingga unggahan Rossa cepat menjadi viral.
Respon Masyarakat dan Penggemar di Media Sosial
Aksi Rossa dalam video tersebut berhasil mengundang reaksi positif dan komentar lucu dari warganet. Salah satu netizen menulis, “Lah teteh juga demam Bon Appetit Your Majesty,” menandakan betapa luasnya pengaruh tren ini. Akun Instagram lainnya menyoroti keindahan plating-nya, “Wkwkwk seketika makanan favoritku menjadi superr estetikkk.”
Kolom komentar juga ramai oleh pujian serta kekaguman terhadap kreativitas editing video. Unggahan Rossa diketahui sudah menembus ratusan ribu penonton hanya dalam waktu kurang dari dua hari. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap tren eating show yang tidak hanya sekadar makan, tetapi juga menghibur secara visual.
Mengapa Tren Plating Mewah & Ekspresi Dramatis Diminati?
Gaya makan sambil melakukan ekspresi lebay terinspirasi dari berbagai tayangan kuliner dan variety show di Korea Selatan. Serial Bon Appetit, Your Majesty menjadi contoh terbaru yang menggabungkan hiburan, makanan, dan visual kreatif dalam satu tayangan. Selain menghibur, tren plating dan makan dengan ekspresi lebay ini dinilai membantu meningkatkan selera makan sekaligus menjadi media untuk mengekspresikan kreativitas.
Menurut para psikolog, tren ini juga memberikan efek psikologis positif, seperti rasa bahagia, melepaskan stres, dan memperkuat bonding dengan sesama, baik itu secara langsung maupun virtual. Banyak orang merasa lebih bersemangat menyiapkan makanan ketika mereka terlibat dalam aktivitas kreatif seperti plating dan mengunggahnya ke media sosial.
Langkah-Langkah Plating Makanan ala Bon Appetit yang Bisa Dicoba di Rumah
- Pilih piring makan dengan warna kontras dari makanan.
- Tata makanan utama di bagian tengah piring.
- Tambahkan lauk pelengkap seperti ayam suwir, tahu, atau telur secara seimbang.
- Percantik tampilan dengan garnish sederhana seperti daun seledri atau cabai merah.
- Pastikan ruang kosong di sisi piring tidak terlalu banyak agar tetap estetik.
- Gunakan sendok atau spatula kecil agar hasil penataan rapi.
Berikut tabel sederhana perbedaan sebelum dan sesudah mengikuti tren plating ala Bon Appetit:
| Sebelum Tren | Sesudah Tren Bon Appetit |
|---|---|
| Nasi dan lauk dicampur begitu saja | Tata makanan per elemen, rapi dan estetik |
| Tanpa penataan khusus | Menggunakan plating layaknya chef restoran |
| Disantap tanpa ekspresi khusus | Ekspresi dramatis dan lucu ketika mencicipi |
Pengaruh Tren Terhadap Dunia Kuliner dan Budaya Pop
Viralnya tren makan ala Bon Appetit memberi warna baru di dunia kuliner digital. Banyak pelaku usaha kuliner, food influencer, hingga selebritas yang memanfaatkannya sebagai ajang promosi dan meningkatkan engagement di media sosial. Bahkan, sejumlah restoran mulai menawarkan plating artistik untuk menarik konsumen yang ingin datang dan mendokumentasikan pengalaman makan mereka.
Tren ini juga memperlihatkan adaptasi budaya pop Korea yang cepat diterima oleh generasi muda di Indonesia. Dari cara makan, visual hiburan, hingga interaksi di media sosial semakin menambah daya tarik kuliner Nusantara dan kekayaan budaya lokal, misalnya seperti pada aksi Rossa yang membawa gudeg—makanan khas Yogyakarta—naik kelas lewat seni tata saji dan gaya makan modern.
Para pelaku media sosial berlomba-lomba membuat konten serupa, menggabungkan unsur lokal dan internasional. Keberhasilan tren ini membuktikan bahwa inovasi di dunia makanan bukan hanya dari rasa, tetapi juga dari cara penyajian dan kemampuan membangun cerita visual yang menarik bagi audiens era digital.





