
Sebanyak sembilan orang dinyatakan positif terpapar radiasi setelah mengonsumsi udang yang tercemar zat radioaktif Cesium-137 atau CS-137. Temuan ini berasal dari hasil pemeriksaan whole-body counter (WBC) yang dilakukan di Rumah Sakit Fatmawati dan melibatkan pekerja serta warga di sekitar kawasan industri Cikande, Banten.
Meskipun semua yang terdeteksi dalam kondisi baik dan tanpa keluhan gejala klinis, kasus ini menjadi perhatian serius karena menyoroti bahaya kontaminasi radioaktif pada rantai makanan. Kementerian Kesehatan menegaskan, deteksi secara dini sangat penting agar dampak paparan radiasi tidak meluas.
Pemeriksaan dan Prosedur Deteksi Radiasi
Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, proses deteksi dilakukan berlapis untuk memastikan tidak ada pekerja atau warga yang terlewatkan. Pemeriksaan dilakukan pada lebih dari seribu orang di sekitar kawasan industri. Prosesnya dimulai dengan pengukuran menggunakan surveymeter untuk mengetahui adanya paparan eksternal radiasi pada tubuh atau pakaian.
Bagi yang hasil awalnya terindikasi positif, dilakukan segera dekontaminasi dengan mandi dan mengganti pakaian, lalu diuji kembali. Jika paparan masih terdeteksi, peserta akan mengikuti pemeriksaan lanjutan berupa WBC yang mampu mendeteksi radiasi di dalam tubuh.
Apa Itu CS-137 dan Bagaimana Bisa Tercemar?
CS-137 adalah isotop radioaktif yang dihasilkan dari proses fisi nuklir. Unsur ini sering ditemukan pada limbah industri, alat medis untuk terapi kanker, serta peralatan pengukur di beberapa sektor industri. CS-137 memiliki waktu paruh hingga tiga dekade sehingga sulit terurai secara alami di lingkungan.
Menurut data dari Environmental Protection Agency (EPA), sifat CS-137 yang larut dalam air membuatnya mudah berpindah dan mencemari udara, tanah, hingga makanan. Tanaman di tanah terkontaminasi berpeluang besar menyerap zat ini, yang kemudian bisa menular ke hewan air, termasuk udang yang dikonsumsi manusia.
Berikut daftar penggunaan utama CS-137:
- Alat radioterapi medis.
- Instrumen industri untuk mengukur aliran cairan dalam pipa.
- Kalibrasi alat deteksi radiasi seperti Geiger counter.
Bahaya Paparan CS-137 bagi Kesehatan
Radiasi CS-137 memancarkan partikel beta dan sinar gamma yang mampu menimbulkan dampak negatif pada kesehatan manusia jika terpapar dalam jumlah besar atau dalam waktu lama. Radiasi tidak dapat dilihat, didengar, ataupun dicium sehingga keberadaannya sangat sulit terdeteksi tanpa alat khusus.
Paparan jangka pendek dapat menyebabkan sindrom radiasi akut, dengan gejala antara lain:
- Mual.
- Muntah.
- Diare.
- Kelelahan ekstrim.
- Sakit kepala.
- Penurunan sel darah putih.
- Kerusakan kulit seperti kemerahan dan luka bakar radiasi.
Paparan jangka panjang atau paparan internal yang berulang meningkatkan risiko:
- Kanker akibat kerusakan DNA.
- Menurunnya daya tahan tubuh akibat gangguan sumsum tulang.
- Gangguan imunitas.
- Risiko kelainan pada janin jika paparan dialami ibu hamil.
Upaya Pemerintah dalam Penanganan dan Pencegahan
Aji Muhawarman menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan rutin. Pemerintah telah membuka layanan pengecekan gratis di fasilitas kesehatan yang ditunjuk, seperti puskesmas terdekat. Langkah ini untuk memastikan semua warga yang mungkin terdampak dapat segera tertangani dan mendapatkan advis medis yang sesuai.
Selain memeriksa kesehatan warga, pemerintah juga melakukan pengawasan ketat pada rantai pasokan bahan pangan, khususnya hasil tangkapan laut seperti udang. Hal ini sebagai upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang dan distribusi bahan makanan selalu terjamin keamanannya.
Bagaimana Mencegah Paparan Radioaktif pada Makanan?
Beberapa upaya yang dapat diterapkan untuk mencegah kontaminasi radioaktif pada makanan, antara lain:
- Pemeriksaan ketat pada produk pangan laut dari wilayah rawan kontaminasi.
- Menerapkan sistem karantina pada hasil perikanan yang masuk rantai distribusi.
- Melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta langkah deteksi dini paparan radiasi.
- Pengawasan aktif dari pemerintah daerah terhadap limbah industri atau alat medis yang menggunakan zat radioaktif.
Respon dan Imbauan untuk Masyarakat
Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh masyarakat di sekitar kawasan industri untuk tidak panik dan tetap tenang mengikuti setiap instruksi dari tim medis serta pemerintah setempat. Upaya deteksi dan dekontaminasi harus dilakukan secara menyeluruh guna mencegah efek jangka panjang kesehatan masyarakat.
Paparan radiasi tidak selalu menimbulkan gejala secara langsung, sehingga partisipasi aktif dalam skrining kesehatan menjadi sangat penting. Selain itu, masyarakat diharapkan hanya mengonsumsi hasil tangkapan laut yang telah melewati proses pengawasan dan dinyatakan aman oleh otoritas terkait.
Kejadian sembilan orang terpapar radiasi akibat konsumsi udang yang tercemar CS-137 menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya keamanan bahan pangan serta pengawasan limbah industri. Pemerintah berkomitmen terus memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat pada setiap kasus paparan radioaktif, demi menjaga kesehatan masyarakat.





