
Penggunaan bahan bakar bensin dengan campuran etanol tengah menjadi perhatian di Indonesia. Munculnya isu SPBU swasta yang menolak base fuel dari Pertamina akibat kandungan etanol memicu pembahasan soal ketersediaan bensin di tanah air. Di sisi lain, masyarakat ingin tahu mobil-mobil apa saja yang sudah siap menggunakan bensin campuran etanol tanpa modifikasi mesin.
BBM campuran etanol sebenarnya sudah lama menjadi standar dunia, khususnya pada kendaraan roda empat. Proporsi campuran etanol di Indonesia umumnya masih terbatas, berkisar antara lima hingga sepuluh persen. Namun, penerapannya perlu mengacu pada rekomendasi produsen mobil agar tidak berdampak negatif terhadap mesin.
Pabrikan Mobil yang Siap Pakai BBM Etanol
Sejumlah pabrikan otomotif di Indonesia telah mengonfirmasi kesiapan produk mereka untuk menggunakan bensin campuran etanol. Rata-rata produsen membatasi kadar etanol maksimal lima hingga sepuluh persen. Beberapa bahkan mengizinkan kadar etanol hingga sepuluh persen di kendaraan mereka.
Toyota Indonesia telah menyampaikan bahwa model-model andalannya kompatibel dengan BBM etanol. Deretan mobil seperti Avanza, Veloz, Rush, Agya, dan Calya dapat langsung diisi bensin etanol asalkan kadarnya tidak melebihi lima persen. Toyota memastikan untuk model-model ini tidak diperlukan penyesuaian mesin, atau penggantian komponen penting lainnya.
Suzuki mengambil langkah lebih maju dengan memastikan hampir seluruh lini produknya di Indonesia siap dengan BBM campuran etanol hingga sepuluh persen. Suzuki menyebut penggunaan bioetanol dengan kadar tinggi sudah diperhitungkan saat pengembangan mobil-mobil merek tersebut. Jika Anda pengguna Suzuki Grand Vitara, XL7 baik versi bensin maupun hybrid, Ertiga, Jimny, APV Arena, Carry, hingga S-Presso, maka bahan bakar bensin etanol hingga sepuluh persen bisa digunakan tanpa kekhawatiran.
Mitsubishi menyusul dengan kebijakan serupa untuk beberapa model populernya. Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross sudah kompatibel dengan BBM bioetanol hingga sepuluh persen. Namun, pihak Mitsubishi belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai model baru, seperti Xforce dan Destinator, terkait penggunaan etanol pada bensin.
Daihatsu juga menjadi pabrikan yang menyanggupi seluruh jajaran mobil mesin bensinnya untuk mengonsumsi bensin etanol. Produsen ini melarang penggunaan etanol di atas sepuluh persen, tetapi mulai dari lima hingga sepuluh persen diklaim masih aman untuk mesin. Berbagai model Daihatsu seperti Rocky, Ayla, Sigra, Xenia, Terios, Sirion, Luxio, hingga Gran Max telah dinyatakan kompatibel tanpa butuh pengaturan ulang sistem bahan bakar.
Produsen mobil asal Eropa pun tidak kalah berinovasi. Mercedes-Benz mengklaim semua unit yang dipasarkan di Indonesia kini dapat menggunakan bensin etanol hingga sepuluh persen tanpa perubahan pada mesin. Ini menunjukkan arah global industri otomotif yang kian mendorong penggunaan bahan bakar rendah emisi.
Daftar Mobil yang Bisa Langsung Diisi BBM Etanol di Indonesia
Berdasarkan pernyataan resmi dari pabrikan dan data aktual, berikut adalah daftar model kendaraan yang dapat menggunakan bensin etanol tanpa penyesuaian:
-
Toyota
- Avanza
- Veloz
- Rush
- Agya
- Calya
-
Suzuki
- Grand Vitara
- XL7 (bensin dan hybrid)
- Ertiga (bensin dan hybrid)
- Jimny
- APV Arena
- Carry
- S-Presso
-
Mitsubishi
- Xpander
- Xpander Cross
-
Daihatsu
- Rocky
- Ayla
- Sigra
- Xenia
- Terios
- Sirion
- Luxio
- Gran Max
- Mercedes-Benz
- Seluruh model Mercedes-Benz tipe bensin yang dijual resmi di Indonesia
Syarat dan Batasan Penggunaan BBM Etanol
Mayoritas mobil dalam daftar tersebut direkomendasikan menggunakan BBM etanol dengan kadar maksimal sepuluh persen. Toyota bahkan memberikan batas lebih rendah, yakni lima persen, sebagai standar aman untuk model-model mereka. Sementara itu, Suzuki, Daihatsu, hingga Mercedes-Benz memperbolehkan hingga sepuluh persen. Penting untuk memperhatikan batas maksimal ini demi memastikan keawetan komponen mesin dan sistem bahan bakar kendaraan.
Sebaliknya, penggunaan etanol di atas sepuluh persen hanya diperbolehkan jika adopsi teknologi flex fuel sudah diterapkan dengan disertai modifikasi pada mesin. Hingga kini, sebagian besar mobil di Indonesia belum menggunakan teknologi flex fuel sehingga kadar etanol yang lebih tinggi berisiko menimbulkan masalah di mesin.
Para produsen mobil di Indonesia juga belum mengumumkan pembaruan resmi terkait kesiapan model-model terbaru lain, khususnya dari merek lain di luar daftar di atas. Konsultasi dengan dealer resmi dan membaca buku manual kendaraan sangat dianjurkan sebelum mencoba bahan bakar alternatif seperti bensin etanol.
Manfaat dan Tantangan BBM Etanol
Pemanfaatan etanol sebagai campuran bensin menghasilkan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan. Etanol diproduksi dari bahan nabati seperti tebu atau jagung, sehingga renewable dan lebih rendah karbon. Jika penggunaan etanol semakin luas, impor BBM bisa berkurang dan ketahanan energi nasional semakin kuat.
Namun, belum semua infrastruktur SPBU dan produsen BBM di Indonesia sanggup menyediakan campuran bensin etanol secara stabil dan konsisten. Isu pasokan dan regulasi masih menjadi tantangan, apalagi jika kadar etanol yang diizinkan terus meningkat. Dukungan penuh dari pemerintah, produsen otomotif, serta penyedia BBM sangat dibutuhkan agar transisi ke bahan bakar yang lebih hijau berlangsung mulus.
Berbagai model kendaraan yang telah disebutkan dapat langsung menggunakan bensin campuran etanol dan telah mendapatkan jaminan dari pabrikan. Hal ini memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin mendukung program BBM ramah lingkungan tanpa risiko kerusakan mesin. Pastikan Anda memeriksa rekomendasi resmi dan selalu membeli BBM di SPBU yang terpercaya dan sudah mengadopsi standar pencampuran etanol yang sesuai dengan kendaraan Anda.





