Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bekasi untuk meningkatkan disiplin dan etos kerja guna menunjang pelayanan publik yang berkualitas pada tahun 2026. Penekanan ini bertujuan mendorong kinerja birokrasi yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Asep juga memberikan apresiasi atas dedikasi ASN selama tahun sebelumnya dan mengharapkan momentum ini menjadi titik awal transformasi pelayanan publik. Peningkatan kualitas pekerjaan dan integritas menjadi fokus utama agar pelayanan terhadap warga Kabupaten Bekasi dapat semakin optimal dan terpercaya.
Disiplin sebagai Kunci Utama
Menurut Asep, disiplin ASN tidak hanya diukur dari kehadiran saja, tetapi juga tercermin pada tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan menghasilkan hasil yang bermutu. Ia menegaskan, “Disiplin bukan hanya soal kehadiran tetapi juga tentang tanggung jawab dalam menjalankan tugas, ketepatan waktu serta komitmen terhadap hasil kerja yang berkualitas.”
Budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan kepuasan publik harus terus ditanamkan. ASN diminta memberikan pelayanan yang ramah, solutif, dan responsif agar masyarakat merasa dilayani dengan baik.
Penguatan Kolaborasi Antar Perangkat Daerah
Selain disiplin individu, Asep juga menitikberatkan pada pentingnya sinergi antar organisasi perangkat daerah. Keberhasilan pembangunan Kabupaten Bekasi sangat tergantung pada kerja sama yang solid serta komunikasi yang efektif antar lembaga yang berperan di wilayah tersebut.
Semangat kebersamaan dan koordinasi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan dan penyelesaian masalah pelayanan publik.
Peningkatan Monitoring Controling, Surveillance for Prevention (MCSP)
Salah satu upaya strategis yang didorong adalah penguatan sistem MCSP di delapan area utama, termasuk perizinan, kepegawaian, dan pelayanan dasar seperti di Disdukcapil. Asep ingin pelayanan perizinan yang cepat dan efektif dilaksanakan melalui sistem satu pintu agar tidak memberatkan masyarakat.
Ia menyampaikan, “Saya ingin pelayanan perizinan berjalan cepat karena itu bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Begitu juga dengan pelayanan dasar seperti Disdukcapil dan pengelolaan kepegawaian di BKPSDM, semuanya harus terus ditingkatkan.” Sistem MCSP yang lebih kuat sekaligus berfungsi sebagai pencegahan potensi tindak korupsi sangat diperlukan untuk menjaga reputasi daerah.
Peran Disiplin Waktu dan Etos Kerja Positif
Untuk menumbuhkan budaya disiplin, Plt. Bupati mengajak ASN membiasakan diri bangun pagi dan memulai aktivitas dengan kesiapan penuh. Kebiasaan ini menjadi cerminan perilaku profesional dan menciptakan responsivitas kerja yang lebih baik.
Pesan aplikasi waktu ini bukan semata soal manajemen diri, tetapi juga bentuk komitmen terhadap tugas dan pelayanan yang menjadi tanggung jawab ASN. Dengan disiplin waktu, kualitas pelayanan diharapkan meningkat signifikan.
Langkah-Langkah Peningkatan Kinerja ASN dan Pelayanan Publik Kabupaten Bekasi:
- Meningkatkan disiplin kehadiran dan ketepatan waktu dalam menjalankan tugas.
- Mendorong etos kerja yang profesional dan berorientasi pada hasil.
- Memperkuat budaya pelayanan yang ramah dan solutif.
- Mengoptimalkan sinergi antar perangkat daerah melalui komunikasi efektif.
- Mengimplementasikan sistem satu pintu untuk pelayanan perizinan yang cepat.
- Memperkuat sistem MCSP untuk mencegah potensi korupsi.
- Menanamkan kebiasaan disiplin waktu di kalangan ASN, seperti bangun pagi.
- Meningkatkan pengelolaan kepegawaian dan pelayanan dasar secara konsisten.
Komitmen untuk mendorong pembaruan dan peningkatan kualitas birokrasi menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menyambut pelayanan publik tahun 2026. Langkah-langkah konkret ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendorong kemajuan daerah yang lebih maju dan sejahtera.





