Bencana banjir yang menerjang Kabupaten Lebak, Banten, telah menyebabkan 530 rumah terendam air dengan tingkat kerusakan bervariasi pada 155 rumah lainnya. Kejadian ini berlangsung sejak Desember dan berlanjut hingga awal Januari, menimbulkan dampak serius di 22 desa di beberapa kecamatan. Air yang semula meluap kini mulai surut, namun kerusakan infrastruktur dan rumah masih membutuhkan perhatian segera.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, H Sukanta, melaporkan tiga korban meninggal dunia akibat bencana ini. Selain rumah warga, sebanyak 29 titik infrastruktur mengalami kerusakan parah, dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp23 miliar untuk sektor infrastruktur dan Rp700 juta untuk rumah warga. Kerusakan ini meliputi berbagai tingkat kerusakan, dari ringan hingga berat.
Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Penanganan
Kerusakan infrastruktur utama terjadi di beberapa ruas jalan, terutama akibat longsor di Kecamatan Cilograng dan Cibeber yang sempat menutupi akses menuju Sukabumi, Jawa Barat. BPBD Lebak bekerja sama dengan Dinas PUPR dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mengatasi masalah ini. Pembangunan pembuangan air di bawah jalan dilakukan guna mengantisipasi genangan banjir lebih lanjut.
Koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam penanganan bencana agar proses pemulihan dapat berjalan optimal. Langkah cepat ini diharapkan mampu meminimalisir dampak lanjutan dan mempercepat normalisasi aktivitas warga di wilayah terdampak.
Imbauan Waspada dan Antisipasi Cuaca Ekstrem
BPBD Lebak terus mengingatkan masyarakat yang tinggal di zona rawan banjir dan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama menyusul prediksi BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi hingga Februari. Curah hujan tinggi disertai angin kencang dan petir menjadi perhatian utama dalam menjaga keselamatan jiwa dan harta benda.
H Sukanta menegaskan agar warga segera mengungsi ketika hujan sangat lebat disertai angin kencang terjadi, guna menghindari risiko lebih besar. Imbauan ini penting mengingat bencana sebelumnya sudah menimbulkan korban jiwa.
Data Kerusakan dan Dampak Banjir di Kabupaten Lebak
| Jenis Kerusakan | Jumlah Unit | Estimasi Kerugian |
|---|---|---|
| Rumah Terendam Banjir | 530 | – |
| Rumah Rusak (berat, sedang, ringan) | 155 | Rp700 juta |
| Titik Infrastruktur Rusak | 29 | Rp23 miliar |
| Korban Jiwa | 3 | – |
Kerusakan yang meluas pada infrastruktur dan rumah warga menunjukkan pentingnya peningkatan mitigasi risiko bencana. Pemerintah daerah bersama masyarakat perlu menguatkan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang kerap terjadi di wilayah ini.
Penanganan bencana di Kabupaten Lebak menjadi refleksi penting bagi upaya pengurangan risiko bencana di daerah rawan lainnya. Penguatan koordinasi antar instansi dan edukasi kewaspadaan warga merupakan bagian dari langkah strategis menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi secara berulang.
Masyarakat dihimbau terus memantau perkembangan cuaca dan segera mengikuti arahan resmi dari BPBD maupun BMKG agar dampak buruk bencana dapat diminimalisasi. Situasi saat ini mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan warga untuk menjaga keselamatan bersama di tengah tantangan perubahan iklim dan bencana alam.





