Bank Jakarta resmi meluncurkan Kartu Debit Visa di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan. Peluncuran ini menandai langkah strategis dalam transformasi Bank Jakarta menjadi lembaga keuangan modern yang berorientasi global.
Acara peluncuran dihadiri oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoiruddin, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap profesionalisme Bank Jakarta.
Kepercayaan dan Tata Kelola Profesional
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa kepercayaan adalah fondasi utama dalam pengelolaan bank. Aparatur Pemprov Jakarta memberikan ruang kepada manajemen Bank Jakarta untuk bekerja secara profesional tanpa intervensi politik. Hal ini penting untuk mengatasi tantangan yang selama ini sering dialami oleh bank pembangunan daerah.
Pramono juga mendorong Bank Jakarta untuk segera bersiap melaksanakan Initial Public Offering (IPO). Menurutnya, langkah IPO akan meningkatkan transparansi dan memperkuat kesehatan aset bank. "Dengan IPO, pengawasan dilakukan secara terbuka oleh publik, sehingga bank menjadi lebih sehat dan tidak lagi bergantung pada intervensi individu," jelasnya.
Kartu Debit Visa sebagai Pintu Masuk Ekosistem Global
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo menyatakan bahwa kerja sama dengan Visa merupakan tonggak penting dalam transformasi lima tahun bank. Melalui kartu debit ini, nasabah bisa mengakses jaringan pembayaran global di lebih dari 200 negara.
Agus menjelaskan tiga pilar utama yang menjadi prioritas Bank Jakarta, yaitu:
- Pertumbuhan berbasis ekosistem Jakarta
- Penguatan kualitas aset melalui tata kelola yang baik
- Pengembangan kapabilitas digital dan sumber daya manusia
Dengan kartu Visa, nasabah mulai dari Aparatur Sipil Negara hingga pelaku UMKM bisa melakukan transaksi yang aman dan nyaman, baik di dalam maupun di luar negeri.
Dukungan untuk Pelaku UMKM
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, mengungkapkan bahwa kartu debit Visa akan mempermudah pelaku usaha lokal di Jakarta untuk memperluas pasar ekspor. Sistem pembayaran cross-border yang aman memberi peluang UMKM meraih pasar internasional dengan lebih mudah.
Vira menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mewujudkan visi Jakarta masuk dalam daftar 50 kota global teratas. Menurutnya, akses ke lebih dari 100 juta merchant internasional menjadi jembatan vital bagi warga Jakarta menuju panggung dunia.
Integrasi dengan Transportasi Publik
Gubernur Pramono Anung juga menyoroti potensi integrasi Bank Jakarta dengan sistem transportasi publik seperti Transjakarta. Dengan sekitar 1,5 juta pengguna harian, data transaksi Transjakarta bisa menjadi kekuatan strategis Bank Jakarta dalam memperkuat basis pengguna dan menarik minat investor.
Ia menyampaikan, "Database transaksi harian akan tersimpan dan menjadi nilai lebih bagi bank." Kelakar ringan tentang pengelolaan keuangannya yang diserahkan ke istri turut mencairkan suasana peluncuran.
Langkah Awal Menuju Bank Modern
Simbolis penggunaan kartu perdana menandai kesiapan Bank Jakarta untuk berkompetisi sebagai bank terpercaya yang tetap berakar pada kebutuhan rakyat Jakarta. Inovasi kartu debit Visa ini membuka peluang besar bagi Bank Jakarta dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang terintegrasi dan berkualitas.
Peluncuran ini sekaligus memperkuat posisi Bank Jakarta sebagai pilar ekonomi daerah yang mendukung pengembangan bisnis dan UMKM di ibu kota. Transformasi melalui kartu debit Visa dan dorongan IPO menunjukkan komitmen membangun kredibilitas dan transparansi demi era baru perbankan.





