Basarnas Semarang kembali mengerahkan 70 personel gabungan dan relawan untuk melanjutkan pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki yang hilang di Gunung Slamet sejak akhir Desember lalu. Pelaksanaan operasi dimulai dari basecamp pada pagi hari dan difokuskan pada jalur-jalur pendakian serta area rawan di gunung tersebut.
Pencarian ini melibatkan empat tim yang sudah terampil menghadapi medan sulit Gunung Slamet. Pengurangan jumlah personel dari 120 menjadi 70 dilakukan demi menjaga efektivitas dan keamanan selama pencarian. Basarnas Semarang memastikan hanya mengikutsertakan personel dan sukarelawan yang memiliki kualifikasi khusus operasi SAR di medan berat.
Koordinasi dengan Warga dan Rekan Pendaki
Tim SAR intensif berkoordinasi dengan warga sekitar dan rekan pendaki guna mempercepat proses pencarian. Informasi dari saksi, khususnya rekannya, Himawan Choidar Bahran, menjadi acuan penting dalam penyisiran area. Himawan mengungkapkan bahwa Syafiq mengalami kram yang membuatnya tidak dapat melanjutkan pendakian, sehingga tersesat di area puncak aliran air batas vegetasi.
Basarnas juga mengizinkan keluarga korban, termasuk ayah Syafiq, Dhani, untuk bergabung dalam pencarian. Keluarga dibekali informasi cuaca terkini yang mendukung kelancaran operasi. Mereka menyisir pos tiga dan pos lima menuju bawah, sementara tim lain melakukan penyapuan hingga jalur Baturaden di Kabupaten Banyumas.
Strategi Pencarian dan Perkembangan Lapangan
Sebanyak 62 personel telah melewati pos satu jalur pendakian saat fase pencarian kali ini. Operasi rencananya akan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, dengan harapan korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. Penggunaan jalur Dipajaya, tempat pendakian yang dilalui Syafiq dan rekannya, terus menjadi titik fokus pengamanan dan penyisiran.
Syafiq Ridhan Ali Razan dilaporkan hilang pada Jumat, 27 Desember setelah mendaki Gunung Slamet bersama Himawan. Himawan sudah ditemukan pada 30 Desember oleh tim SAR, namun hingga kini Syafiq belum berhasil ditemukan. Basarnas berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.
Detail Data Personel dan Operasi
- Personel Gabungan: 70 orang terlatih
- Tim Operasi: Empat tim penyisiran
- Titik Awal: Basecamp dan pos pertama jalur pendakian
- Area Fokus: Jalur Dipajaya, puncak aliran air batas vegetasi
- Durasi Operasi: Dua hari (Selasa dan Rabu)
- Koordinasi: Dengan warga, relawan, keluarga korban
Kondisi medan di Gunung Slamet menjadi tantangan signifikan dalam operasi ini. Cuaca cerah saat pencarian dilanjutkan menjadi keuntungan bagi tim SAR dan relawan. Basarnas tetap mengedepankan keselamatan tim pelaksana serta melibatkan pihak keluarga dalam proses penyisiran agar suasana pencarian lebih terfokus.
Dengan segala upaya yang dilakukan oleh Basarnas dan berbagai pihak, diharapkan Syafiq segera ditemukan dan dapat kembali ke keluarga dengan selamat. Operasi pencarian masih berlangsung dengan dukungan penuh dari berbagai unsur masyarakat serta pihak terkait di wilayah tersebut.





