BPBD Kabupaten Limapuluh Kota memastikan bahwa pergerakan tanah di area sinkhole Nagari Situjua Batua masih aktif terjadi. Kondisi ini menjadi perhatian utama karena potensi bahaya terhadap warga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut terus meningkat.
Tim penanggulangan bencana telah mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi untuk mencegah akses warga ke area rawan. Pemasangan garis police line ini dilakukan agar tidak terjadi korban akibat tanah amblas yang semakin melebar.
Dimensi dan Karakteristik Sinkhole
Lubang besar yang terbentuk memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman 5,7 meter. Ukuran ini cukup signifikan sehingga berpotensi mengancam keselamatan warga sekitar. Sifat sinkhole yang dapat bertambah besar membuat langkah antisipasi menjadi sangat penting.
Pergerakan tanah diduga dipicu oleh kondisi geologi di kawasan tersebut yang didominasi batuan kapur. Batuan kapur ini rentan larut oleh air hujan sehingga menimbulkan rongga bawah tanah yang lama kelamaan runtuh dan membentuk lubang besar.
Faktor Geologi dan Lingkungan
Menurut ahli geologi dan mitigasi bencana, Nagari Situjua merupakan wilayah batuan kapur yang ditutupi oleh material hasil erupsi Gunung Sago. Penutupan ini membuat kerusakan lapisan batu kapur tidak terlihat dari permukaan. Wilayah tersebut biasa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian oleh masyarakat karena kesuburannya.
Fenomena ini bukan hal baru bagi warga setempat. Mereka mengenal lubang ini dengan sebutan “Sawah Luluih”. Meski sudah familiar, kemunculan sinkhole dengan ukuran besar cukup mengkhawatirkan karena berisiko menyebabkan kecelakaan.
Langkah Mitigasi dan Imbauan Keselamatan
BPBD Limapuluh Kota bersama kepolisian terus memantau perkembangan kondisi tanah di lokasi sinkhole. Tim Reaksi Cepat mengimbau masyarakat untuk tidak melanggar batas aman yang sudah ditentukan dengan tidak melewati garis polisi.
Ahli mengusulkan agar pemerintah daerah dan warga segera melakukan penanganan dengan metode penutupan lubang. Ini bisa dilakukan dengan menimbun menggunakan material tanah, pasir, dan batu, kemudian dilakukan pengecoran agar lubang tidak semakin melebar.
Berikut beberapa langkah mitigasi yang disarankan untuk mengatasi risiko sinkhole:
- Melaksanakan pemasangan garis polisi di sekitar area berbahaya.
- Melakukan pemantauan rutin pada pergerakan tanah.
- Menutup lubang dengan material padat secara bertahap.
- Memberikan sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana kepada warga.
- Menghindari aktivitas pertanian di dekat area rawan amblas.
- Membangun koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, dan aparat kepolisian.
Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat
Warga diminta selalu waspada dan mengikuti arahan pihak berwenang. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan sangat penting untuk menghindari kecelakaan. Jangan mencoba mendekati atau melewati pagar polisi meskipun kondisi lubang terlihat stabil.
BPBD menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam pemantauan sejak dini. Jika ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah yang lebih intens, segera laporkan kepada aparat desa atau BPBD agar mendapat respons cepat.
Fenomena sinkhole di Nagari Situjua Batua menggambarkan kebutuhan mitigasi bencana yang berkelanjutan di wilayah batuan kapur. Kesadaran dan tindakan pencegahan adalah kunci menjaga keamanan penduduk sekitar agar terhindar dari risiko yang bisa mengancam nyawa dan harta benda.





