Advertisement

Kemenkeu Tegaskan Pondasi Ekonomi Kuat, Optimisme Meningkat di Proyeksi Mendatang

Kementerian Keuangan memastikan kondisi ekonomi Indonesia tahun 2025 menunjukkan fondasi yang kuat. Stabilitas fiskal dan pengelolaan keuangan negara yang efektif menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam menghadapi tekanan global, instrumen ekonomi Indonesia mampu bertahan dengan kinerja yang solid. Hal ini tercermin dari aktivitas manufaktur yang terus menguat, inflasi yang terkendali, serta surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan.

Kinerja Manufaktur dan Perdagangan Meningkat

Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada akhir tahun 2025 mencapai 51,2, menandakan ekspansi selama lima bulan berturut-turut. Pertumbuhan manufaktur ini didukung oleh permintaan domestik yang kuat dan peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Optimisme para pelaku usaha juga meningkat, mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir menurut data Mureks. Sikap positif ini penting sebagai indikator keyakinan terhadap prospek sektor manufaktur di masa depan.

Neraca perdagangan Indonesia terus menunjukkan surplus yang signifikan, yaitu 2,66 miliar dolar AS pada November 2025. Secara kumulatif sejak Januari hingga November, surplus mencapai 38,54 miliar dolar AS, meningkat 9,30 miliar dolar AS dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk menjaga momentum ini, pemerintah akan memperkuat strategi hilirisasi sumber daya alam. Selain itu, peningkatan daya saing produk ekspor dan diversifikasi mitra dagang menjadi fokus utama dalam menghadapi dinamika pasar global yang tidak menentu.

Inflasi Terkendali Meski Ada Tantangan

Tingkat inflasi nasional sepanjang 2025 dapat dijaga pada angka 2,92 persen year-on-year. Kondisi ini dinilai cukup baik mengingat beberapa tekanan dari faktor eksternal dan domestik.

Namun, inflasi pada kelompok harga bergejolak atau volatile food meningkat hingga 6,21 persen akibat gangguan cuaca dan hambatan distribusi. Komoditas seperti cabai, beras, dan ikan segar menjadi penyumbang utama lonjakan harga tersebut.

Meski demikian, pemerintah berhasil mengendalikan inflasi umum sehingga tidak mengganggu daya beli masyarakat secara signifikan. Upaya pengawasan dan manajemen pasokan komoditas menjadi kunci bagi kestabilan harga.

Proyeksi Optimistis untuk Tahun 2026

Kementerian Keuangan juga menegaskan outlook ekonomi Indonesia di tahun 2026 akan lebih optimistis. Landasan ekonomi yang kokoh di 2025 memberikan ruang bagi pertumbuhan yang lebih kuat pada tahun berikutnya.

Beberapa langkah strategis yang dipersiapkan antara lain:

  1. Memperkuat sektor manufaktur agar terus tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak.
  2. Mendorong hilirisasi dan inovasi produk ekspor untuk meningkatkan nilai tambah.
  3. Memperluas diversifikasi pasar ekspor guna mengurangi risiko ketergantungan pada negara tertentu.
  4. Mengendalikan inflasi melalui pengelolaan pasokan dan distribusi yang lebih efisien.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan makroekonomi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjaga tetap menjadi fokus utama pemerintah. Di tengah ketidakpastian global, penguatan fondasi ekonomi domestik menjadi strategi kunci agar negara mampu beradaptasi dan berkembang ke depan.

Peningkatan kapasitas manufaktur, surplus perdagangan, serta inflasi terkendali menjadi indikator penting bahwa kebijakan fiskal dan ekonomi yang diterapkan cukup baik. Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi pun semakin diyakini oleh para pelaku usaha dan investor nasional maupun asing.

Dengan pondasi ekonomi yang kokoh tersebut, Indonesia siap memasuki tahun 2026 dengan optimisme untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan pembangunan yang inklusif. Pemerintah terus berkomitmen menjaga momentum ini demi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas nasional.

Berita Terkait

Back to top button