Advertisement

Kementerian PU Rampungkan Pemulihan Aceh Tamiang, Fasum Bersih Lumpur Capai 60 Persen

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mempercepat proses pemulihan pasca-banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga awal Januari, pembersihan lumpur pada 52 fasilitas umum di wilayah tersebut telah mencapai 60 persen.

Pembersihan difokuskan pada bangunan di sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, tempat ibadah, pasar, dan fasilitas pelayanan publik lainnya. Langkah ini merupakan bagian penting untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak banjir bandang.

Prioritas Utama Pemulihan Fasum

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembersihan fasilitas umum menjadi prioritas utama pemerintah. Hal ini untuk memastikan proses pemulihan layanan sosial dan ekonomi berjalan cepat.

Selain pembersihan lumpur, pemerintah juga menyiapkan hunian sementara serta perbaikan infrastruktur dasar yang mendukung kehidupan masyarakat pascabanjir. Menteri Dody menyatakan dukungan menyeluruh ini penting agar warga tidak lama mengalami kesulitan.

Detail Progres Pembersihan Lumpur

Material lumpur dengan ketebalan antara 10 hingga 100 sentimeter melanda fasilitas umum di Aceh Tamiang. Dari total area terdampak seluas sekitar 372.890 meter persegi, saat ini pembersihan telah dilakukan pada lebih dari 229.757 meter persegi area.

Secara rinci, pembersihan dilakukan di:

  1. 19 kantor pemerintahan
  2. 16 fasilitas keagamaan dan pendidikan agama
  3. 8 sekolah formal
  4. 2 fasilitas kesehatan
  5. 1 pasar
  6. 1 fasilitas olahraga
  7. 4 fasilitas umum tambahan, termasuk satu lokasi hunian sementara

Beberapa fasilitas strategis seperti Terminal Tipe B Kuala Simpang, Pendopo Bupati, Polres Aceh Tamiang, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang sudah menunjukkan pemulihan signifikan. Pasar Kuala Simpang, sejumlah masjid, dan sekolah juga mulai pulih dan kembali beroperasi.

Pengerahan Tenaga Kerja dan Alat Berat

Untuk percepatan, Kementerian PU mengerahkan lebih dari 1.000 tenaga kerja yang tersebar di lokasi terdampak. Jumlah ini disesuaikan dengan luasnya kerusakan dan volume lumpur yang harus dibersihkan.

Berbagai alat berat dioperasikan, termasuk excavator PC 150–200, excavator PC 50–75, dump truck, loader, serta water tank. Dukungan alat berat berasal dari BUMN konstruksi seperti PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya (WIKA), dan PT Pembangunan Perumahan (PP). Mereka beroperasi secara bergantian untuk pengangkutan lumpur dalam jumlah besar.

Pemantauan dan Penyesuaian Progres

Kementerian PU melakukan monitoring harian untuk memastikan progres pembersihan berjalan sesuai rencana. Bila diperlukan, tambahan tenaga kerja dan alat berat akan segera dikerahkan.

Upaya berkelanjutan ini tidak hanya fokus pada pembersihan lumpur, tapi juga menguatkan ketahanan infrastruktur agar menghadapi bencana serupa di masa depan. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan pemulihan layanan dasar secepat mungkin agar masyarakat Aceh Tamiang bisa kembali beraktivitas normal tanpa kendala.

Berita Terkait

Back to top button