Declan Rice kini menjadi figur kunci di lini tengah Arsenal sekaligus harapan baru Timnas Inggris menjelang Piala Dunia 2026. Perannya berkembang dari jangkar bertahan menjadi motor serangan yang menghubungkan lini dan mencetak gol, membawa perubahan besar dalam cara permainan Arsenal dan Inggris dijalankan.
Di bawah asuhan Mikel Arteta, Rice menunjukkan konsistensi luar biasa. Sejak direkrut dari West Ham United pada 2023, ia langsung menjadi andalan dalam upaya Arsenal mengejar gelar Premier League. Rice jarang absen dan selalu menjadi titik terang dalam skuad, menjaga intensitas permainan serta memberikan keseimbangan di lapangan.
Evolusi Peran yang Signifikan
Rice tidak lagi sebatas gelandang bertahan tradisional. Ia kini lebih aktif maju menyerang dan menjelma sebagai gelandang box-to-box. Kemampuannya mencetak dua gol dalam pertandingan melawan Bournemouth menegaskan transformasi ini. Rice tidak hanya memutus serangan lawan, tapi juga menjadi ancaman nyata di daerah akhir lapangan.
Statistik menegaskan kemajuan perannya. Dengan empat gol dan tiga assist, Rice masuk dalam daftar pencetak gol tertinggi Arsenal. Ia juga penghasil peluang terbanyak kedua setelah Bukayo Saka, termasuk sembilan peluang emas (big chances) yang paling banyak di tim. Total tembakan dan akurasi tembakannya juga masuk peringkat atas dalam skuad.
Keseimbangan Antara Serangan dan Pertahanan
Rice mempertahankan naluri bertahan yang kuat sekaligus memberikan kontribusi ofensif yang signifikan. Ia menjadi pemain kedua terbanyak dalam hal tekel dan intersepsi serta sangat efektif dalam merebut kembali bola. Peran ini menjadikan Rice pemain yang seimbang dan sangat dibutuhkan oleh pelatih Thomas Tuchel di Timnas Inggris.
Timnas Inggris melihat Rice sebagai energi penggerak utama. Kebebasannya untuk maju disokong dengan kehadiran Elliot Anderson sebagai partner yang menjaga stabilitas. Kombinasi ini membuat Inggris lebih dinamis dan fleksibel dalam menyusun strategi, terutama untuk turnamen besar seperti Piala Dunia.
Ancaman dari Bola Mati
Kehebatan Rice tidak hanya terbatas pada permainan terbuka. Arsenal dan Inggris memanfaatkan situasi bola mati sebagai senjata utama. Rice adalah eksekutor utama sepak pojok dan tendangan bebas di Arsenal, yang menjadikan tim London utara pemimpin dalam jumlah gol dari set piece di Premier League musim ini. Dengan belasan peluang tercipta dari bola mati berkat umpan Rice, setiap sepak pojok Arsenal menjadi peluang bahaya nyata.
Keahliannya ini juga diharapkan menjadi senjata penting bagi Inggris di level internasional, memberi mereka keunggulan strategis dalam momen kritis.
Kebugaran dan Ketahanan Fisik
Rice menunjukkan ketahanan fisik tinggi. Meski sempat mengalami cedera ringan pada lutut, ia cepat pulih tanpa menurunkan performa. Dengan jadwal padat di klub dan tugas Timnas, kebugaran Rice menjadi faktor krusial yang mendukung konsistensi permainannya. Gaya bermainnya yang penuh energi juga memengaruhi semangat rekan setim di Arsenal dan Inggris.
Kehadiran Declan Rice sebagai sosok sentral menjadi penting dalam strategi Thomas Tuchel dan Mikel Arteta. Ia menawarkan perpaduan antara disiplin bertahan serta kreativitas dan agresivitas menyerang. Peran ini membuatnya layak digadang-gadang menjadi salah satu pemain kunci dalam ambisi Inggris menjuarai Piala Dunia di luar negeri untuk pertama kalinya.
Berbagai aspek permainan Rice—dari ketangguhan di lini tengah, kemampuan mencetak gol, kreativitas dalam mengkreasi peluang, hingga kehebatan di bola mati—menjadikannya figur yang patut diperhitungkan di antara gelandang modern. Bursa transfer dan permintaan pasar saat ini pun memperlihatkan nilai tinggi sang pemain, mengindikasikan bahwa peran sentral Rice akan terus diandalkan di masa mendatang, baik untuk klub maupun negara.
Dengan konsistensi dan kemarin yang ditunjukkan selama beberapa musim terakhir, Declan Rice siap menjadi tumpuan harapan baru bagi Inggris pada gelaran Piala Dunia 2026. Kinerjanya yang multifungsi dan adaptif menjanjikan perubahan strategi yang lebih agresif namun tetap terjaga keseimbangannya di lapangan tengah.





