Pemerintah Indonesia menetapkan target pembangunan sekitar 6.900 jembatan pada tahun 2026. Fokus utama pembangunan ini adalah daerah terpencil untuk memudahkan akses warga, khususnya anak-anak sekolah, yang selama ini kesulitan menyeberangi sungai dalam aktivitas sehari-hari.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan target ambisius tersebut dalam jumpa pers saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor. Ia menekankan bahwa pembangunan jembatan gantung menjadi prioritas utama agar akses pendidikan dan mobilitas masyarakat semakin lancar.
Percepatan Pembangunan Jembatan Gantung
Prasetyo menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung berjalan dengan percepatan signifikan. Dalam satu bulan terakhir, sebanyak 11 jembatan gantung telah rampung dan 50 lainnya sedang dalam proses pembangunan. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akses warga di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Menurut Prasetyo, sekitar 6.900 jembatan menjadi fokus pembangunan pemerintah karena pentingnya jembatan sebagai sarana penghubung bagi masyarakat yang tinggal di daerah berbukit dan terpencil. Pembangunan jembatan ini diharapkan menghilangkan hambatan geografis yang menghalangi aktivitas sehari-hari, seperti anak-anak yang harus menyeberangi sungai saat pergi ke sekolah.
Jembatan Sebagai Akses Pendidikan dan Mobilitas
Proyek pembangunan jembatan diterbitkan langsung berdasarkan instruksi Presiden. Prasetyo menyampaikan bahwa jembatan-jembatan tersebut terutama akan menjadi akses utama bagi pelajar. Hal ini memudahkan mereka dalam menempuh pendidikan tanpa harus menghadapi risiko tinggi saat menyeberangi sungai.
Percepatan pembangunan ini disampaikan Prasetyo saat memaparkan capaian retret dengan menampilkan video kemajuan proyek. Pemerintah serius mengambil langkah nyata sehingga berbagai jembatan gantung dapat segera berdiri dan difungsikan.
Program Prioritas di Sektor Infrastruktur dan Sosial
Selain pembangunan infrastruktur, Mensesneg Prasetyo juga menyampaikan keberhasilan program sosial yang menjadi prioritas pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 55 juta penerima manfaat dengan 19.000 Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) yang sudah berdiri. Targetnya adalah menyelesaikan 35.000 SPPG di seluruh Indonesia, yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat pada 2026.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga mencatat capaian penting dengan 70 juta warga yang sudah mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma selama tahun berjalan. Program-program ini mendukung upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Tekad Kuat Kabinet Merah Putih Mendorong Pembangunan
Prasetyo menyatakan bahwa Presiden menyampaikan apresiasi atas kerja keras para menteri dan pejabat dalam merealisasikan program-program prioritas. Kendala-kendala yang muncul selama pelaksanaan juga dibahas secara intensif dalam retret kabinet, sehingga solusi cepat dapat ditemukan.
Presiden menegaskan komitmen penuh jajaran Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja demi kepentingan bangsa dan negara. Dengan adanya kemauan dan koordinasi yang solid, pemerintah optimis target ambisius pembangunan jembatan dan pencapaian program sosial dapat terlaksana dengan baik.
Daftar Target Pembangunan Infrastruktur dan Sosial 2026
- Pembangunan 6.900 jembatan, terutama di daerah terpencil
- Penyelesaian 35.000 Sentra Pelayanan Pangan Gizi untuk melayani 82,9 juta orang
- Melayani 70 juta warga dengan program Cek Kesehatan Gratis
- Memastikan akses pendidikan lebih mudah melalui infrastruktur jembatan
Target-target ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan jembatan menjadi simbol nyata yang menghubungkan tidak hanya wilayah geografis, tapi juga kesempatan dan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini tertinggal.
