Advertisement

Kemenperin Dorong Transformasi Berkelanjutan IKM Fesyen dan Kriya Lewat Program MANTRA Bali

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmen pada transformasi industri kecil dan menengah (IKM) di sektor fesyen dan kriya melalui peluncuran Program MANTRA Bali. Program ini bertujuan meningkatkan manajemen serta daya saing IKM dengan fokus utama pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan.

Langkah strategis ini diambil agar IKM khususnya di Bali mampu menghadapi tantangan global dengan mengadopsi inovasi dan teknologi terbaru. Kemenperin memandang bahwa penguatan kapasitas bisnis menjadi kunci utama untuk menciptakan IKM yang tangguh dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Program MANTRA Bali: Fokus dan Tujuan Utama
Program MANTRA Bali dirancang sebagai upaya peningkatan klaster IKM fesyen dan kriya secara menyeluruh. Beberapa poin penting dalam program ini adalah:

  1. Peningkatan pengelolaan bisnis secara profesional.
  2. Optimalisasi proses produksi melalui teknologi berbasis digital.
  3. Penguatan pemasaran dengan akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.
  4. Penerapan praktik ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Dengan fokus tersebut, MANTRA Bali ingin mengantarkan IKM agar mampu bersaing bukan hanya di pasar domestik, tapi juga pasar global yang menuntut standar tinggi atas produk fesyen dan kriya.

Dukungan Kemenperin untuk IKM Bali
Kemenperin memberikan pendampingan berupa pelatihan intensif, fasilitasi permodalan, dan pendampingan teknis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) IKM. Program ini juga memfasilitasi kerja sama antar pemangku kepentingan termasuk perancang busana, pelaku usaha kriya, hingga lembaga keuangan.

Selain itu, pemerintah melalui Kemenperin membantu IKM mengadopsi teknologi digital dalam pemasaran produk, seperti pemanfaatan platform e-commerce dan media sosial. Hal ini bertujuan memperluas jangkauan pasar tanpa batasan geografis.

Dampak Positif untuk Sektor Fesyen dan Kriya
Transformasi yang diupayakan diharapkan berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja. Bali sebagai salah satu pusat budaya dan kreatif di Indonesia berpotensi menjadi etalase fesyen dan kriya nusantara yang mendunia.

Penerapan praktik bisnis berkelanjutan juga akan mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi, sekaligus meningkatkan daya tarik produk melalui certificasi ramah lingkungan. Ini menjadi keunggulan kompetitif produk Bali di pasar internasional.

Tantangan dan Peluang
Meskipun optimisme tinggi, beberapa tantangan tetap harus dihadapi IKM, seperti keterbatasan modal, akses teknologi, dan kapasitas pemasaran global. Program MANTRA Bali diharapkan dapat menjadi solusi menyeluruh untuk tantangan tersebut.

Peluang besar terbuka seiring meningkatnya permintaan produk fesyen dan kriya yang autentik dan bernilai budaya tinggi di pasar internasional. IKM yang berhasil mentransformasikan diri akan mendapatkan posisi strategis di rantai nilai global.

Pelaksanaan Program MANTRA Bali menunjukkan visi Kemenperin untuk menjadikan IKM sektor fesyen dan kriya berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi kreatif nasional. Transformasi ini diharapkan menjadi model pengembangan IKM di daerah lain dengan pendekatan yang adaptif terhadap kebutuhan lokal dan global.

Secara keseluruhan, keberhasilan MANTRA Bali akan mencerminkan kemampuan Indonesia dalam membangun industri kreatif yang kompetitif dan bertanggung jawab lingkungan. Program ini juga menjadi bukti nyata dukungan pemerintah untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas kreatif dan budaya nusantara.

Berita Terkait

Back to top button