Advertisement

Stephen Miller Klaim Greenland Milik AS, Tantang Hak Klaim Denmark Secara Keras

Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, menyatakan bahwa Denmark tidak berhak mengklaim Greenland sebagai wilayahnya. Miller yakin bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat demi mengamankan kepentingan strategis kawasan Arktik.

Dalam wawancara dengan CNN, Miller mempertanyakan dasar klaim teritorial Denmark atas Greenland. Ia menegaskan, "Apa dasar klaim mereka menjadikan Greenland sebagai koloni Denmark?" Pernyataannya ini kian menegaskan bahwa Amerika Serikat berambisi menguasai wilayah tersebut.

Penguasaan Greenland dan Kepentingan AS

Miller menekankan pentingnya Greenland bagi keamanan AS dan NATO. Ia menyatakan, Amerika Serikat perlu mengamankan wilayah ini untuk melindungi kepentingan aliansi dan menjaga stabilitas kawasan Arktik yang strategis.

Tak hanya retorika, Miller juga menyinggung kemungkinan operasi militer AS di Greenland. Ia percaya tidak ada negara yang berani menghadang Amerika Serikat secara militer terkait masa depan wilayah tersebut. Pernyataan ini muncul pasca intervensi militer AS di Venezuela, menandakan sikap agresif AS terhadap ekspansi wilayah.

Reaksi Denmark dan Dukungan Internasional

Duta Besar Denmark untuk Amerika Serikat, Jesper Moller Sorensen, merespons klaim Miller dengan menegaskan harapan agar integritas teritorial Kerajaan Denmark dihormati. Denmark memandang Greenland sebagai wilayah otonom yang menjadi bagian sah kerajaan tersebut.

Menurut Sorensen, tidak ada pembahasan resmi mengenai perubahan status politik Greenland. Ia memperingatkan bahwa klaim unilateral dapat mengganggu hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Denmark.

Reaksi Rusia dan Kekhawatiran Geopolitik

Pernyataan Miller memicu reaksi dari Rusia. Kepala Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev, mengindikasikan bahwa AS secara terbuka menargetkan Greenland. Dmitriev juga menyinggung potensi sasaran berikutnya adalah Kanada.

Melalui akun media sosial, Dmitriev menuding Uni Eropa hanya akan “memantau situasi” sambil mempertahankan standar ganda. Ia menggambarkan pendekatan negara-negara Barat terhadap klaim teritorial secara kritis, mengkhawatirkan eskalasi konflik di kawasan Arktik.

Faktor Strategis Greenland

Greenland menyimpan nilai strategis tinggi karena posisi geografisnya di Arktik. Kawasan ini kaya sumber daya alam dan penting bagi akses militer serta rute pelayaran baru akibat perubahan iklim.

Berikut beberapa faktor yang menjadikan Greenland vital bagi Amerika Serikat dan negara lain:

  1. Posisi strategis untuk pengawasan militer di Arktik dan Atlantik Utara.
  2. Potensi sumber daya alam yang melimpah seperti minyak, gas, dan mineral.
  3. Peran kunci dalam rute pelayaran yang semakin dapat diakses karena mencairnya es Arktik.
  4. Fungsi sebagai basis militer penting, termasuk radar dan fasilitas pertahanan.

Dinamika Hubungan AS-Denmark dan Masa Depan Greenland

Klaim Stephen Miller membuka babak baru dalam hubungan AS-Denmark mengenai masa depan Greenland. Sementara Denmark fokus menjaga kedaulatan dan hak otonomi wilayah tersebut, AS tampak lebih agresif memperkuat pengaruhnya.

Ketegangan ini berpotensi berdampak pada stabilitas geopolitik di kawasan Arktik. Selain itu, respons negara-negara lain yang berkepentingan di wilayah ini juga akan memengaruhi dinamika politik internasional ke depan.

Amerika Serikat melalui pernyataan Miller menunjukkan sikap tegas terhadap klaim teritorial. Namun, kepastian hukum dan dukungan internasional terhadap kedaulatan Greenland akan menjadi faktor utama menentukan nasib wilayah ini.

Kajian lebih lanjut mengenai aspek hukum dan diplomasi sangat krusial dalam menghadapi potensi perubahan status politik Greenland di panggung dunia. Pijakan hukum dan politik internasional perlu menjadi rujukan dalam menyikapi klaim-klaim kontroversial tersebut.

Berita Terkait

Back to top button