Advertisement

Ancaman Mobil Listrik China Terhadap Industri Otomotif Eropa yang Sedang Bertransformasi

Gelombang kendaraan listrik asal China kini benar-benar menguji ketahanan industri otomotif Eropa. Mobil listrik China dengan harga sangat kompetitif dan inovasi canggih telah berhasil menggeser dominasi pabrikan Eropa di pasar utama.

Harga beberapa model EV China di Eropa bahkan hanya sekitar 10.290 Euro, jauh lebih murah dibandingkan produk lokal. Hal ini menyebabkan kecemasan yang mendalam di kalangan veteran otomotif yang melihat perubahan sangat cepat.

Penjualan Kendaraan Listrik China Melonjak Meski Ada Tarif

Uni Eropa memberlakukan tarif impor hingga 35% untuk EV asal China sejak awal 2024. Meski begitu, penjualan kendaraan listrik China justru hampir dua kali lipat dalam kurun waktu satu tahun. Pada sembilan bulan pertama 2025, lebih dari 500.000 unit terjual di pasar Eropa.

BYD, produsen EV terbesar asal China, melaporkan kenaikan penjualan tahunan hingga 225%. Mereka sempat menjadi penjual EV teratas di pasar Uni Eropa pada beberapa bulan tahun lalu. Pabrikan lain menyiasati tarif dengan mengekspor mobil hybrid dan mesin pembakaran internal yang tidak dikenakan bea masuk tinggi.

Faktor Penyebab Keunggulan China

Keberhasilan kendaraan listrik China tak lepas dari faktor biaya tenaga kerja dan energi yang lebih murah. Skala produksi raksasa juga memberi efisiensi tinggi bagi produsen China. Produksi mobil mencapai puluhan juta unit tiap tahun dan menjadikan China eksportir mobil terbesar dunia.

Pasar domestik yang sangat kompetitif mendorong produsen mencari pertumbuhan di luar negeri. Selain itu, impor baja berkualitas tinggi dari Rusia pasca sanksi Uni Eropa membantu menekan biaya produksi otomotif China. Investigasi Uni Eropa mengungkap adanya subsidi pemerintah Beijing sepanjang rantai pasokan mobil listrik tersebut.

Strategi Produksi Lokal dan Implikasi

Untuk menghindari tarif tinggi, produsen China mulai membangun pabrik di wilayah Uni Eropa. BYD tengah menginvestasikan $4,6 miliar di pabrik baru Hungaria. Selain itu, joint venture dengan perusahaan lokal sudah berjalan di Spanyol, dan pembicaraan pabrik serupa berlangsung di Italia dan Polandia.

Para ahli mendesak agar pabrikan Eropa menetapkan aturan yang mewajibkan kepemilikan mayoritas perusahaan joint venture tetap di tangan pihak lokal. Hal ini dianggap krusial untuk melindungi teknologi dan lapangan kerja dalam negeri.

Ancaman terhadap Industri dan Ekonomi

Industri otomotif Eropa menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja langsung, serta jutaan di sektor pendukung. Kekhawatiran tentang hilangnya pengetahuan teknis dan swasembada produksi semakin mengemuka. Hal ini berpotensi berdampak pada keamanan dan stabilitas ekonomi jangka panjang kawasan.

Sektor otomotif juga menjadi tempat pembinaan sumber daya manusia berkualitas, yang selanjutnya berkontribusi pada riset dan pertahanan nasional. Saat waktu untuk merespons semakin sempit, masa depan industri ini berada pada titik kritis yang memerlukan tindakan strategis segera.

Persaingan yang terjadi tidak hanya soal pasar kendaraan, tapi juga mencerminkan pergeseran geopolitik dan inovasi global. Keputusan yang diambil oleh pembuat kebijakan dan pelaku industri Eropa akan menentukan kelangsungan kemandirian industri dan daya saing kawasan di era mobil listrik mendatang.

Berita Terkait

Back to top button