Como 1907 kembali meraih kemenangan penting dalam lanjutan Serie A dengan menundukkan Pisa 3-0 di kandang lawan. Pertandingan di Arena Garibaldi berlangsung ketat, namun Como mampu menunjukkan dominasi di babak kedua yang mengantarkan mereka ke posisi keenam dengan 33 poin.
Gol pembuka lahir dari Maximo Perrone pada menit ke-68 melalui tembakan mendatar yang memanfaatkan bola liar. Delapan menit kemudian, Anastasios Douvikas menggandakan keunggulan dengan penyelesaian tenang setelah menerima umpan terobosan. Pisa sempat mendapat kesempatan penalti, tetapi M’Bala Nzola gagal mengeksekusinya karena penyelamatan gemilang kiper Jean Butez. Di masa injury time, Douvikas memastikan kemenangan dengan gol penalti kedua Como.
Dominasi Jean Butez di Bawah Mistar
Kiper Como, Jean Butez, tampil sebagai pahlawan kemenangan dengan beberapa penyelamatan krusial. Ia menggagalkan peluang-peluang berbahaya dari pemain Pisa seperti Simone Canestrelli dan Gabriele Piccinini. Penyelamatan gemilangnya saat menepis penalti menjadi momen penting yang menjaga keunggulan timnya tetap aman dan memberi kepercayaan diri bagi Como.
Meski Pisa memberikan tekanan kuat, terutama di babak pertama dan awal babak kedua, ketangguhan lini belakang Como yang dipimpin oleh Butez membuat tim tuan rumah frustrasi. Keteraturan dan kedisiplinan pertahanan ini menjadi fondasi kemenangan besar tim asuhan Cesc Fabregas.
Fabregas Tegaskan Fokus pada Perkembangan, Bukan Juara
Meski posisi Como kini mulai menanjak dan membuka peluang masuk zona Eropa, Cesc Fabregas menolak membicarakan target Scudetto. Pelatih asal Spanyol ini menilai pembicaraan soal gelar juara masih terlalu dini dan bisa mengganggu proses yang sedang dijalankan tim.
“Angka hanyalah angka,” ujar Fabregas seperti dikutip dari AlfredoPedulla.com. Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah perkembangan pemain dan konsistensi performa tim. Fabregas menambahkan bahwa tim lain seperti Inter, Juventus, Napoli, dan Milan yang memiliki pengalaman dan kekuatan lebih besar berhak untuk mengangkat bicara soal gelar juara.
Fabregas juga menyatakan bahwa ia tidak terlalu memperhatikan klasemen. Ketika seorang staf memberitahunya posisi tim saat ini, ia langsung meminta agar informasi tersebut dihentikan karena ingin fokus pada proses perjalanan tim dalam jangka panjang. “Kami memiliki rencana dan itu sebuah proses,” tegas Fabregas.
Kunci Kemenangan: Taktik dan Mentalitas Tim
Salah satu aspek penting dalam kemenangan Como kali ini adalah kemampuan Fabregas melakukan perubahan taktik yang efektif selama pertandingan. Ketatnya pertahanan Pisa membuat Fabregas memutar otak mencari celah dengan melakukan rotasi pemain dan instruksi yang tepat.
Mentalitas tim juga menjadi faktor utama. Seiring pelatih muda tersebut membangun sebuah fondasi tim yang berbasis kerja keras dan disiplin, Como menunjukkan karakter untuk bangkit saat tertinggal dalam penguasaan bola dan tekanan dari lawan. Kepercayaan diri pemain makin tumbuh setelah gol pertama tercipta, sehingga mereka dapat mengontrol sisa pertandingan dengan baik.
Peluang Como di Serie A
Dengan koleksi 33 poin dan posisi keenam, Como kini bertengger di zona tengah atas klasemen sementara. Peningkatan konsistensi performa jika dipertahankan, memberikan potensi tim untuk bersaing di papan atas meski belum realistis berharap gelar juara dalam waktu dekat.
Berikut highlight penting dari kemenangan Como atas Pisa:
- Jean Butez melakukan penyelamatan penalti dan beberapa peluang besar di babak pertama dan kedua.
- Maximo Perrone membuka gol kemenangan melalui tembakan dari luar kotak penalti.
- Anastasios Douvikas mencetak dua gol, termasuk dari penalti saat injury time.
- Fabregas mengutamakan proses perkembangan tim ketimbang target Scudetto.
- Taktik perubahan di babak kedua menjadi titik balik kemenangan yang meyakinkan.
Secara keseluruhan, Como menunjukkan perkembangan positif sebagai tim yang sedang membangun filosofi jangka panjang. Kemenangan tandang atas Pisa membuka harapan untuk terus bersaing di Serie A sambil tetap menjaga fokus pada proses pembinaan dan konsistensi permainan. Fabregas pun menegaskan bahwa kesabaran dan kerja keras adalah kunci utama menghadapi kompetisi ketat musim ini.





