BMKG Pangkalpinang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Peringatan ini mencakup potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada hari Rabu. Kondisi tersebut diperkirakan berpotensi memicu bencana seperti banjir dan pohon tumbang sehingga masyarakat diminta waspada.
Kepala BMKG Pangkalpinang, Tri Agus Pramono, menegaskan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang muncul dari cuaca ekstrem ini. “Kami mengimbau masyarakat mewaspadai kondisi cuaca hari ini yang berpotensi terjadi banjir, sambaran petir, pohon tumbang dan lainnya,” ujarnya.
Wilayah Terdampak di Bangka Belitung
BMKG menyebutkan beberapa wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang meliputi Kabupaten Bangka dengan daerah Sungailiat, Merawang, dan Belinyu. Tak hanya itu, Kabupaten Belitung juga diperkirakan terkena dampak di kawasan Sijuk, Tanjung Pandan, dan Selat. Berikut daftar wilayah terdampak lainnya:
- Kabupaten Bangka Tengah: Namang, Koba, Sungai Selan, dan Lubuk Besar
- Kabupaten Bangka Barat: Mentok, Tempilang, dan Hebus
- Kabupaten Belitung Timur: Gantung, Manggar, Dendang, dan Simpang Renggiang
- Kota Pangkalpinang: Bukit Intan, Taman Sari, Rangkui, dan Gerunggang
- Kabupaten Bangka Selatan: Simpang Rimba dan Payung
Wilayah-wilayah tersebut diharapkan melakukan antisipasi dini guna menghindari risiko kecelakaan dan kerugian materiil akibat cuaca buruk.
Imbauan untuk Masyarakat
Tri Agus Pramono kembali menekankan pentingnya kewaspadaan dari semua kalangan masyarakat agar bencana dapat diminimalisir. Dia mengingatkan agar warga selalu memantau informasi cuaca terkini dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat petir menyambar serta angin kencang melanda. Selain itu, masyarakat dianjurkan memastikan kondisi rumah dan lingkungan agar tidak menjadi titik rawan banjir dan pohon tumbang.
Banjir Rob Melanda Kota Tanjungpinang
Sementara itu, di Provinsi Kepulauan Riau, Kota Tanjungpinang mengalami banjir rob yang semakin meluas pada hari yang sama. Pasang air laut ini telah terjadi sejak awal bulan dan kini air mencapai ketinggian betis orang dewasa. Pusat pertokoan di Pelantar II menjadi salah satu lokasi terdampak parah.
Seorang pedagang sembako di lokasi, Yohan, mengatakan bahwa banjir rob membuat air menggenangi toko hingga merendam barang dagangan. Hal ini menyebabkan kerugian materi yang cukup signifikan bagi pedagang kecil di sana.
Rumah warga di Kelurahan Sei Jang juga tergenang banjir rob dengan ketinggian air sekitar betis orang dewasa. Seorang warga, Jufri, menceritakan bahwa air masuk ke rumahnya sejak pukul 11.00 WIB. Ia bersama keluarganya terpaksa mengevakuasi barang-barang elektronik ke tempat yang lebih aman.
Dampak yang Terjadi di Wilayah Pesisir
Genangan air rob juga menyebar ke wilayah pesisir Kelurahan Kampung Bugis dan Senggarang. Di beberapa rumah, air merendam ruang tamu, dapur, hingga halaman. Meski demikian, sebagian anak-anak di Sei Jang justru memanfaatkan genangan air ini sebagai tempat bermain, karena banjir rob sudah menjadi fenomena tahunan di kawasan tersebut.
Kesiapsiagaan dan Langkah Antisipasi
Dengan kondisi cuaca ekstrem di Kepulauan Bangka Belitung dan banjir rob yang melanda Tanjungpinang, sejumlah langkah antisipasi perlu diambil masyarakat dan pemerintah setempat sebagai berikut:
- Memantau update informasi cuaca dari BMKG secara berkala.
- Menjaga kebersihan saluran drainase untuk menghindari genangan air.
- Memastikan keamanan struktur rumah dari angin kencang dan pohon rawan tumbang.
- Menghindari aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk.
- Menyimpan barang penting dan elektronik di tempat yang lebih tinggi saat banjir rob melanda.
- Melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi situasi darurat.
Ketua BMKG juga mengimbau pemerintah daerah untuk mengaktifkan posko siaga bencana dan segera melakukan tindakan cepat jika kondisi memburuk. Ini penting untuk meminimalisir risiko kehilangan nyawa dan kerusakan infrastruktur.
Keseluruhan situasi di Kepulauan Bangka Belitung dan Tanjungpinang menunjukkan perlunya kewaspadaan tinggi dari masyarakat. Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan banjir rob secara sistematis akan meningkatkan kemampuan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi. Informasi update dari sumber resmi seperti BMKG harus menjadi rujukan utama untuk langkah penanggulangan bencana yang efektif.





