Advertisement

Kemenekraf Soroti Peran Penting Ekonomi Kreatif Daerah dalam Penguatan Ekonomi Nasional

Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan kontribusi signifikan ekonomi kreatif dari daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan pada retret Kabinet Merah Putih bersama Presiden Prabowo Subianto yang mengevaluasi kinerja pemerintah sepanjang tahun 2025.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa ekonomi kreatif tumbuh melampaui rata-rata nasional. Potensi terbesar dari sektor ini justru muncul dari berbagai daerah di Indonesia, yang menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi kreatif.

Penguatan Distribusi dan Pemulihan Ekonomi Kreatif di Daerah

Kemenekraf memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru untuk memperkuat distribusi produk ekonomi kreatif di wilayah strategis. Fokus dilakukan di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta sebagai sentra penghasil produk kreatif unggulan.

Pada sisi lain, perhatian khusus diberikan kepada pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berbagai program pemulihan digencarkan untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif bangkit kembali dari keterpurukan. Di antaranya:

  1. Pelatihan Kreasi Batik
  2. Residensi Kreatif
  3. Pelatihan Masak Bersama Master
  4. Workshop Menjahit Busana Ready to Wear
  5. Akselerasi Kriya Sulam dan Anyam
  6. Workshop Desain Kemasan

Kegiatan seni seperti melukis untuk anak-anak juga dilakukan sebagai bagian dari pemulihan psikososial berbasis seni. Menteri Ekraf menekankan bahwa strategi pemulihan harus bersifat holistik, tidak hanya membangun produksi namun juga harapan dan daya saing pelaku kreatif.

Kinerja Positif Ekonomi Kreatif Sepanjang Tahun 2025

Sepanjang tahun 2025, sektor ekonomi kreatif menunjukkan kinerja sangat positif. Data Badan Pusat Statistik mencatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang. Angka tersebut melampaui target yang dipasang pemerintah sebesar 107 persen dan didominasi oleh generasi muda berusia di bawah 40 tahun.

Sektor ekspor ekonomi kreatif juga mencatat rekor tertinggi lima tahun terakhir. Hingga bulan Oktober, nilai ekspor mencapai 26,68 miliar dollar AS. Kontribusi ini menyumbang 11,96 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional. Investasi sektor ekraf juga tumbuh signifikan dengan realisasi sebesar 132,04 triliun rupiah, yang setara dengan 107 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Arahan Presiden untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Tahun 2026

Pada retret kabinet awal tahun ini, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya langkah strategis untuk menghadapi tantangan nasional. Fokus pembangunan diarahkan ke penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan rakyat, dan keberlanjutan program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Presiden juga menegaskan agar semua kementerian dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif secara optimal. Kontribusi pelaku ekonomi kreatif daerah dipandang sebagai kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan pemerintah terhadap ekonomi kreatif dari daerah bukan hanya soal peningkatan produksi dan pemasaran. Pendekatan terpadu yang melibatkan pelatihan keterampilan, pemulihan pascabencana, dan pengembangan kapasitas inovasi menjadi fokus utama. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan kearifan lokal.

Dengan berbagai program yang sedang dilaksanakan, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global. Pertumbuhan yang dihasilkan dari daerah akan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Pelibatan generasi muda dalam sektor ini juga menjadi motor penggerak utama. Kebijakan dan program yang ramah bagi pengembangan inovasi serta kreativitas diyakini mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang dinamis.

Sebagai salah satu pilar utama dalam strategi pembangunan nasional, ekonomi kreatif terus didorong agar mampu memberikan sumbangan nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah produk unggulan daerah. Upaya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri kreatif menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.

Berita Terkait

Back to top button