Advertisement

BMKG Waspadai Gelombang Laut Tinggi di Laut Natuna Utara Akibat Siklon Tropis Jenna

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi yang dapat mencapai enam meter di wilayah Laut Natuna Utara. Kondisi ini diperkirakan berlangsung pada rentang tanggal 7 hingga 10 Januari dan menimbulkan risiko tinggi bagi keselamatan pelayaran di daerah tersebut.

Peningkatan tinggi gelombang ini disebabkan oleh dua sistem cuaca utama, yaitu Siklon Tropis Jenna yang berada di Samudra Hindia barat daya dan Bibit Siklon Tropis 90W di Laut Filipina. Kedua fenomena tersebut secara signifikan meningkatkan kecepatan angin dan gelombang di perairan sekitar Indonesia.

Fenomena Cuaca Penyebab Gelombang Tinggi

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, memastikan bahwa gelombang tinggi muncul karena interaksi angin kencang dari kedua sistem siklon tersebut. Angin di wilayah utara Indonesia bergerak dari barat laut hingga ke timur laut dengan kecepatan antara 6 hingga 25 knot. Pola ini mendukung terbentuknya gelombang besar yang membahayakan aktivitas maritim.

Sementara itu, di perairan selatan Indonesia, angin berhembus dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang serupa. Gerakan angin ini berkontribusi terhadap kondisi laut yang tidak stabil serta memicu gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

Daftar Potensi Ketinggian Gelombang Menurut BMKG

BMKG memberikan rincian terkait potensi tinggi gelombang di beberapa perairan yang beragam, sebagai berikut:

  1. Gelombang setinggi 1,25 sampai 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan sekitar Morotai, Halmahera, Obi, Sanana, Taliabu, dan beberapa kepulauan lain seperti Kayoa dan Loloda. Wilayah seperti Ternate, Bacan, Teluk Weda, dan perairan Kepulauan Halmahera serta Gebe juga termasuk dalam kategori ini.

  2. Gelombang dengan tinggi antara 2,5 sampai 4 meter kemungkinan muncul di Samudra Hindia bagian selatan dekat Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, dan NTB. Wilayah laut Arafura bagian tengah dan timur serta perairan selatan Karimata bagian utara juga mengalami potensi gelombang ini.

  3. Puncak gelombang tertinggi, yakni 4 sampai 6 meter, diperkirakan terjadi di Laut Natuna Utara. Ketinggian ini menjadi perhatian utama mengingat tingkat risiko tinggi terhadap pelayaran dan aktivitas maritim di wilayah tersebut.

Imbauan bagi Masyarakat dan Pelaku Pelayaran

BMKG mengimbau seluruh masyarakat, terutama nelayan dan operator kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode gelombang tinggi ini berlangsung. Imbauan ini khusus ditujukan kepada pengemudi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan armada berukuran besar yang beroperasi di kawasan rawan gelombang tinggi.

Selain itu, masyarakat yang tinggal atau melakukan aktivitas di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak dianjurkan untuk memonitor perkembangan cuaca laut secara rutin. Informasi yang terus diperbarui dapat membantu mencegah risiko kecelakaan dan kerusakan akibat gelombang ekstrem.

BMKG juga menyarankan agar pelaku pelayaran mempertimbangkan penundaan keberangkatan atau memilih jalur yang lebih aman apabila terpaksa beroperasi pada masa gelombang tinggi tersebut. Keselamatan menjadi prioritas utama mengingat potensi dampak buruk terhadap kehidupan dan infrastruktur di sekitar perairan ini.

Pemantauan dan peninjauan berkala terhadap kondisi cuaca maritim yang berubah cepat sangat penting dilakukan. Langkah ini dapat meminimalisir kerugian serta menjaga keselamatan bagi seluruh pengguna laut dan masyarakat pesisir yang bergantung pada kondisi alam tersebut.

Berita Terkait

Back to top button