Advertisement

Warga Kramat Jati Keluhkan Tumpukan Sampah di Pasar Induk, Bau Tak Sedap Menyebar Lebar

Warga di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali mengeluhkan kondisi tumpukan sampah yang menggunung dan menimbulkan bau busuk menyengat. Bau tak sedap ini bahkan dapat tercium hingga ratusan meter, sehingga sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga di permukiman sekitar pasar.

Menurut Roni, warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, bau busuk tersebut sering kali muncul terutama saat sampah di pasar dibongkar atau memasuki musim hujan. Ia menuturkan, bau tersebut dapat tercium hingga radius 200 meter dari lokasi tumpukan sampah. “Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi,” paparnya, menandai bahwa masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan belum terselesaikan.

Tumpukan Sampah dan Hambatan Pengangkutan

Kondisi tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sering kali menjadi semakin parah. Sampah yang menggunung kerap terlihat memenuhi area yang seharusnya tertata rapi. Salah satu penyebab utama penumpukan sampah ini adalah keterlambatan atau terhambatnya pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Seringkali, pengangkutan sampah tidak lancar karena adanya kemacetan di jalur menuju TPA, sehingga sampah di pasar menumpuk lebih lama dari waktu yang diharapkan.

Roni menegaskan bahwa keadaan ini bukan hal baru dan merupakan masalah berulang yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pengelola Pasar Induk dan pihak terkait. “Kalau pas diambil ya tidak menggunung. Tapi kalau pas tidak diambil, ya seperti itu,” ujarnya. Dampak langsung dari persoalan ini adalah terganggunya kualitas hidup warga yang harus menanggung bau busuk dan risiko kesehatan lainnya.

Sumber Bau dan Gangguan Kesehatan

Sumber utama bau busuk yang dirasakan warga berasal dari sampah sayuran busuk hasil aktivitas jual beli di pasar. Volume sampah jenis ini jauh lebih besar dibandingkan sampah rumah tangga biasa. Sampah sayuran yang membusuk dengan cepat memproduksi bau tidak sedap yang menyebar ke lingkungan sekitar pasar. Hal ini diperparah oleh kondisi tumpukan sampah yang mencapai ketinggian sekitar enam meter, seperti yang disaksikan warga dan pengamat.

Selain bau busuk, tumpukan sampah yang menggunung juga memicu munculnya lalat dan serangga lain yang menjadi vektor potensial penyakit. Syahrul, seorang warga lain yang tinggal di dekat pasar, menyatakan lalat-lalat sering datang hingga ke dalam rumah warga, apalagi saat musim buah di mana serangga semakin banyak berkumpul. Hal ini menambah tingkat kekhawatiran masyarakat terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan mereka.

Harapan Warga dan Pentingnya Solusi Permanen

Warga berharap agar pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat ditangani dengan lebih serius dan tuntas. Penanganan sampah yang cepat dan teratur diharapkan bisa meminimalkan bau menyengat sehingga tidak sampai mengganggu kawasan pemukiman. “Harapan warga ya supaya bersih. Walaupun ada sampah, cepat diangkat, jadi dampaknya enggak ke warga,” ujar Roni.

Selain itu, warga juga meminta agar pengelola pasar bekerja sama dengan instansi pemerintahan terkait untuk mencari solusi permanen agar masalah pengelolaan sampah tidak berulang. Pendekatan yang lebih terpadu dan profesional diperlukan untuk menjaga kenyamanan kawasan sekitar pasar sekaligus mendukung kesehatan masyarakat. Perbaikan akses pengangkutan sampah ke TPA dan penerapan sistem pengelolaan yang lebih efektif menjadi langkah penting yang harus diprioritaskan.

Langkah-Langkah Pengelolaan Sampah yang Diharapkan

  1. Penjadwalan pengangkutan sampah yang rutin dan tidak terhambat oleh kemacetan di TPA Bantar Gebang.
  2. Penerapan mekanisme pengelolaan sampah organik seperti sampah sayuran agar tidak cepat membusuk di area pasar.
  3. Peningkatan fasilitas kebersihan dan area penyimpanan sementara yang tertutup agar bau tidak menyebar.
  4. Pemberdayaan petugas kebersihan dengan suplai alat dan sarana memadai untuk pemeliharaan kebersihan pasar.
  5. Edukasi dan koordinasi dengan pedagang dan warga dalam pengelolaan sampah di pasar secara kolektif.

Permasalahan bau dan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati merupakan persoalan klasik yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan perkotaan. Penyelesaian yang efektif membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pengelola pasar, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Dengan komitmen yang kuat, kondisi lingkungan sekitar pasar yang sehat dan nyaman dapat diwujudkan.

Berita Terkait

Back to top button