Bakamla RI Selamatkan dan Pulangkan Nelayan Terdampar dari Wilayah Timor Leste, Bukti Negara Hadir

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil memulangkan enam Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang terdampar di perairan Timor Leste. Proses serah terima berlangsung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Nusa Tenggara Timur, dengan kondisi semua nelayan dalam keadaan sehat.

Kepala Stasiun Bakamla Kupang, Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, menerima secara resmi keenam ABK dari perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili. Acara ini juga dihadiri oleh pejabat PLBN Motaain, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, serta instansi terkait lain sebagai saksi.

Kronologi Terdamparnya Nelayan

Menurut Minister Counsellor KBRI Dili, Nugroho Yuwono Aribhino, pada 3 Januari KBRI Dili menerima laporan dari Otoritas Petroleum Nasional Timor Leste mengenai enam nelayan WNI yang ditemukan terdampar. Lokasi temuan ada di kawasan eksplorasi migas Bayu Undan, Timor Gap.

Kejadian bermula ketika kapal nelayan mengalami kerusakan mesin saat dalam perjalanan pulang, sehingga terombang-ambing selama beberapa hari dengan keterbatasan logistik. Para ABK berhasil memberikan sinyal darurat setelah melihat anjungan migas Bayu Undan.

Kapal MMA Coral milik perusahaan migas Santos segera mengevakuasi para nelayan tersebut. Namun, kapal nelayan sempat ditarik dan akhirnya tenggelam karena cuaca buruk. Para ABK kemudian dibawa ke Dili dan ditampung di shelter KBRI dengan fasilitas kebutuhan dasar dan kesehatan yang terpenuhi.

Koordinasi Intensif Bakamla RI

Mayor Bakamla Yeanry menyatakan bahwa Stasiun Bakamla Kupang telah menerima laporan kehilangan kontak KM Triasmo Sejahtera sejak 29 Desember. Bakamla langsung mengadakan koordinasi intensif dengan Kantor SAR Kupang, keluarga nelayan, dan instansi terkait untuk menemukan keberadaan ABK tersebut.

Setelah kepastian lokasi nelayan di Timor Leste didapat, Bakamla RI segera berkoordinasi dengan berbagai pihak sesuai arahan Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah. Proses pemulangan ini menjadi wujud nyata negara dalam memberikan perlindungan kepada warga negara yang berada dalam situasi darurat di perairan internasional.

“Puji syukur keenam ABK ditemukan dalam kondisi sehat dan berhasil dipulangkan ke tanah air,” ujar Mayor Yeanry. Pernyataan ini menegaskan komitmen Bakamla RI dalam melindungi para nelayan yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Imbauan Penting untuk Nelayan

Bakamla RI mengimbau agar seluruh nelayan selalu memeriksa kesiapan kapal dan memastikan kelengkapan dokumen sebelum melaut. Alat navigasi dan komunikasi juga harus dalam kondisi prima untuk meminimalisasi risiko terdampar atau hilang kontak.

Langkah-langkah yang disarankan meliputi:

  1. Memastikan mesin kapal dalam kondisi baik.
  2. Membawa perlengkapan keselamatan sesuai standar.
  3. Mengecek dokumen legalitas kapal dan ABK.
  4. Memiliki alat komunikasi yang siap pakai.
  5. Menyiapkan rute perjalanan dan koordinasi wilayah operasi.

Proses Serah Terima dan Penyerahan ke Keluarga

Setelah serah terima di PLBN Motaain selesai, keenam ABK dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Di sana, mereka diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk menjalani masa pemulihan. Seluruh proses berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Nama-nama nelayan yang dipulangkan adalah Erfan Agus sebagai nahkoda, serta lima ABK yaitu Alfurkan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamaruddin, Muhaimin Abas, dan Nawwir Gazali. Keberhasilan pemulangan ini menjadi bukti nyata sinergi antarinstansi dalam pemberian perlindungan kepada nelayan WNI.

Peran Bakamla RI dalam operasi ini menunjukkan kehadiran negara yang aktif dan sigap dalam menjaga keselamatan warga negara Indonesia di wilayah perairan. Keterlibatan berbagai stakeholder turut memperkuat aspek koordinasi dan respons cepat terhadap situasi darurat yang dialami oleh nelayan di wilayah perbatasan laut.

Berita Terkait

Back to top button