Baznas DKI Salurkan 99 Ribu Porsi Makanan untuk Korban Bencana di Sumatra

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Bazis DKI Jakarta meluncurkan program kemanusiaan bernama “99 Ribu Porsi Harapan untuk Sumatera.” Program ini merupakan aksi lanjutan untuk menyalurkan bantuan pangan bagi korban bencana di Aceh Tamiang dan sekitarnya.

Ekspedisi Dapur Kemanusiaan ini menargetkan pendistribusian sebanyak 99.000 porsi makanan siap saji yang bergizi dan layak konsumsi. Sasaran utama adalah anak-anak, lanjut usia, dan keluarga yang kehilangan akses logistik akibat bencana.

Solidaritas dan Kepedulian Masyarakat Jakarta

Ketua Baznas/Bazis DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar, menyebut program ini sebagai manifestasi nyata solidaritas warga Jakarta untuk masyarakat terdampak di Sumatera. Ia menjelaskan, selain menyalurkan bantuan, program ini juga membawa harapan dan kehangatan bagi para penyintas. “Ekspedisi ini merupakan bentuk nyata solidaritas masyarakat Jakarta untuk saudara-saudara kita di Sumatera,” ungkap Akhmad.

Bantuan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban Baznas dan Bazis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat. Penyaluran bantuan dijalankan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan dengan pengelolaan dana yang profesional dan amanah.

Area Penyaluran Bantuan

Wilayah yang menjadi fokus penyaluran adalah Desa Sekerak di Kabupaten Aceh Tamiang dan Desa Blang Nie di Kabupaten Aceh Timur. Kedua daerah tersebut terdampak parah dari bencana dan membutuhkan dukungan pangan darurat. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi prioritas utama.

Pelaksanaan bantuan ini juga melibatkan berbagai mitra strategis. Baznas/Bazis DKI memberikan apresiasi kepada sektor swasta, BUMD, komunitas, serta relawan yang berkontribusi dalam kelancaran program. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menghadirkan bantuan langsung ke lokasi bencana.

Peran King Abdi dan Chef Nusantara

Keunikan program ini terlihat dari keterlibatan King Abdi bersama tim Chef Nusantara. Sepuluh chef profesional dijadwalkan memasak langsung di lokasi pada 9 dan 10 Januari mendatang. Tujuannya adalah menyajikan makanan hangat dan bergizi bagi penyintas bencana.

King Abdi menegaskan bahwa makanan hangat bukan sekadar kebutuhan fisik, tapi juga penyemangat moral bagi korban. “Kami datang dengan semangat warga bantu warga. Kami datang, kami masak, dan mereka makan sebuah pesan bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” ujar King Abdi.

Pengalaman King Abdi saat mengunjungi lokasi Aceh Tamiang mengungkapkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Ia menyatakan bahwa keterlibatan dapur umum sangat diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan mendesak.

Program Berkelanjutan dan Dampak Sosial

Baznas/Bazis DKI Jakarta menegaskan bahwa penyaluran 99.000 porsi makanan ini bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga ketahanan pangan komunitas terdampak bencana. Pendekatan kemanusiaan ini dijalankan dengan tata kelola dana ZIS yang transparan dan profesional.

Solidaritas dan kolaborasi lintas sektor menjadi modal utama dalam menghadirkan program bernilai sosial tinggi. Keterlibatan publik dan mitra strategis menyediakan sumber daya dan tenaga yang dibutuhkan di lapangan. Program ini diharapkan mampu mengurangi penderitaan korban sekaligus memberikan semangat hidup baru pascabencana.

Baznas/Bazis DKI terus membuka ruang kemitraan demi memperluas jangkauan bantuan dan efektivitas program kemanusiaan. Dengan adanya Ekspedisi Dapur Kemanusiaan, masyarakat luas dapat melihat bagaimana dana ZIS tersalur tepat guna untuk kepentingan sosial yang mendesak.

Informasi lebih lanjut mengenai program ini dan perkembangan distribusi bantuan dapat diakses melalui kanal resmi Baznas dan Bazis DKI Jakarta. Program ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dan solidaritas masyarakat urban dapat memberikan dampak signifikan bagi korban bencana di daerah.

Referensi penulisan: koran-jakarta.com

Berita Terkait

Back to top button