Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengimbau warga negara Indonesia di Belanda untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem berupa badai salju dan es. Badan Meteorologi Belanda (KNMI) telah mengeluarkan peringatan Kode Oranye yang berlaku hampir di seluruh wilayah, memperingatkan potensi gangguan serius akibat kondisi tersebut.
Peringatan Kode Oranye ini berarti kondisi cuaca berbahaya yang berpotensi menimbulkan gangguan, kerusakan, bahkan cedera serius karena salju dan jalan licin. Hanya wilayah Limburg dan Kepulauan Wadden yang masuk dalam kode Kuning, dengan risiko sedang namun tetap membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Dampak Cuaca Ekstrem di Belanda
Badai salju yang melanda Belanda telah berlangsung enam hari berturut-turut. Hal ini menyebabkan pembatalan massal penerbangan di Bandara Schiphol, dengan 718 penerbangan dibatalkan pada satu hari. Gangguan juga meluas ke sektor transportasi publik yang mengalami hambatan signifikan.
Meski demikian, Kemlu RI menyatakan sampai saat ini belum ada laporan warga negara Indonesia yang terdampak secara signifikan oleh kondisi cuaca ekstrem tersebut. Hambatan yang dialami WNI lebih banyak terkait kesulitan transportasi dan akses di tengah badai salju.
Upaya Pengawasan dan Perlindungan oleh Kemlu
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag secara aktif memantau perkembangan cuaca dan situasi masyarakat Indonesia di sana. KBRI bekerja sama dengan otoritas lokal untuk memberikan informasi dan imbauan kepada WNI melalui kanal resmi.
Dalam situasi seperti ini, pemerintah Indonesia mengimbau warga negara di Belanda untuk mematuhi beberapa langkah penting sebagai berikut:
- Memantau informasi cuaca terbaru dari KNMI dan otoritas setempat secara rutin.
- Membatasi kegiatan dan perjalanan yang tidak mendesak guna mengurangi risiko kecelakaan.
- Menghubungi nomor darurat 112 jika menghadapi situasi gawat darurat.
- Mengakses layanan hotline KBRI di +31 6 288 60 509 untuk memperoleh bantuan kekonsuleran.
- Menghubungi nomor keimigrasian darurat +31 6 828 4 9252 jika mengalami masalah dokumen atau izin tinggal.
Kemlu menegaskan bahwa KBRI di Belanda terus melakukan langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan dan perlindungan WNI di wilayah akreditasi. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan pihak lokal terkait perkembangan situasi cuaca.
Peran KNMI dalam Peringatan Cuaca
KNMI mengeluarkan peringatan warna-based alert system yang memiliki empat tingkat, yaitu hijau (normal), kuning (waspada), oranye (berbahaya), dan merah (ekstrim). Peringatan Kode Oranye menunjukkan adanya potensi bahaya signifikan yang mesti diwaspadai setiap individu, terutama ketika kondisi jalan licin akibat salju membekukan.
Peringatan ini dikeluarkan setelah data dan pengamatan menunjukkan adanya pola cuaca ekstrem yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas, gangguan transportasi, dan risiko cedera bagi masyarakat. Oleh sebab itu, langkah preventif sangat dianjurkan.
Rekomendasi bagi WNI di Belanda
WNI yang tinggal atau berada di Belanda disarankan untuk:
- Mengikuti perkembangan berita cuaca melalui sumber terpercaya seperti KNMI.
- Menyiapkan perlengkapan keselamatan seperti sepatu anti-slip dan pakaian hangat saat bepergian.
- Menghindari area yang rawan kecelakaan atau banjir salju.
- Selalu membawa ponsel dengan baterai cukup dan mengetahui nomor kontak darurat serta KBRI.
Informasi dan edukasi mengenai kondisi cuaca ini sangat penting supaya WNI dapat mengambil langkah cepat dan tepat dalam menghadapi badai salju dan es yang sedang berlangsung.
Kemlu dan KBRI terus berkomitmen memberikan perlindungan maksimal dan respons cepat terhadap warga negara Indonesia yang membutuhkan bantuan di tengah kondisi cuaca ekstrem. Warga Indonesia di Belanda diimbau untuk tetap waspada dan patuh pada aturan keselamatan demi meminimalkan risiko terkait fenomena alam ini.





