Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melalui layanan Kereta Cepat Whoosh terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam jumlah penumpang sepanjang tahun 2025. Total penumpang yang menggunakan Whoosh mencapai 6,2 juta orang, naik 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini membuktikan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan moda transportasi cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan kecepatan hingga 350 km/jam.
Seiring bertambahnya pengguna, KCIC juga menerapkan inovasi berkelanjutan dalam pelayanan. Salah satu inovasi penting adalah sistem tarif dinamis yang diberlakukan sejak awal Februari 2024. Sistem ini membuat harga tiket dapat berubah sesuai waktu pemesanan dan tingkat permintaan, memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi calon penumpang.
Harga Tiket Whoosh yang Variatif
Tarif tiket Kereta Cepat Whoosh dirancang agar bisa menjangkau segmen berbeda. Berdasarkan laman resmi KCIC, harga tiket untuk relasi Jakarta-Bandung bervariasi dengan kategori sebagai berikut:
- Premium Economy Class: Rp100.000-Rp250.000
- Business Class: Rp450.000
- First Class: Rp600.000
Tiket termurah biasanya didapatkan untuk rute Padalarang-Tegalluar dan sebaliknya. Selain tarif dasar, KCIC rutin menawarkan promo menarik, terutama saat periode libur nasional. Contohnya, pada promo Isra’Miraj 2026, tarif tiket mulai dari Rp200.000 untuk rute Bandung-Jakarta dan Rp225.000 untuk Jakarta-Bandung. Promo ini memberikan diskon hingga 43 persen dan berlaku untuk beberapa perjalanan di kelas Premium Economy.
Pembelian tiket Whoosh dapat dilakukan secara online melalui aplikasi dan website resmi KCIC atau secara offline di loket stasiun dan vending machine. Tersedia pula mitra resmi yang menyediakan layanan tiket.
Inovasi Berkelanjutan untuk Pengalaman Penumpang
Sepanjang 2025, KCIC menghadirkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Beberapa di antaranya adalah:
- Peluncuran produk merchandise resmi Whoosh untuk penumpang.
- Pembaruan program Frequent Whoosher Card yang memberikan keuntungan lebih bagi pelanggan setia.
- Kebijakan penjadwalan ulang tiket (reschedule) dapat dilakukan hingga 15 menit setelah waktu keberangkatan.
- Penambahan fasilitas water station dan layanan porter di stasiun.
- Penambahan tenant komersial di stasiun untuk mendukung kebutuhan penumpang.
Di sisi operasional, jumlah perjalanan juga bertambah dari sebelumnya 48 perjalanan per hari menjadi 62 perjalanan. Hal ini untuk menjawab kebutuhan perjalanan yang semakin meningkat dan memastikan keterhubungan antar moda transportasi di stasiun penghubung.
Volume Penumpang Whoosh yang Terus Meningkat
Laporan resmi KCIC mengungkapkan bahwa volume penumpang Whoosh terus bertambah setiap tahunnya. Pada 2025, total penumpang mencapai 6,2 juta, naik dari angka 6 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Whoosh sebagai moda transportasi cepat, aman, dan andal.
Puncak perjalanan terjadi pada 27 Juni 2025, saat Whoosh mengangkut sekitar 26.770 penumpang dalam satu hari. Stasiun Halim di Jakarta menjadi stasiun dengan jumlah keberangkatan terbanyak, melayani lebih dari 3,1 juta penumpang. Disusul Stasiun Padalarang dengan 2,2 juta penumpang, Stasiun Tegalluar dengan 750 ribu, dan Stasiun Karawang dengan lebih dari 135 ribu penumpang.
Dominasi Wisatawan Malaysia di Masa Liburan
Saat masa libur Natal dan Tahun Baru 2025, wisatawan asing terbanyak yang menggunakan Kereta Cepat Whoosh berasal dari Malaysia. Setiap hari pada periode liburan tersebut, sekitar 750 hingga 1.000 wisatawan Malaysia memanfaatkan layanan kereta untuk melanjutkan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dan sejumlah destinasi wisata di Jawa Barat.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa destinasi seperti Lembang, Ciwidey, dan berbagai wisata alam di sekitar Bandung menarik perhatian wisatawan Malaysia. Mereka memandang Whoosh bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga bagian integral dari pengalaman berwisata.
Sejak operasional awal, jumlah penumpang internasional pengguna Whoosh mencapai sekitar 394 ribu orang, dengan 294 ribu di antaranya berasal dari Malaysia. Angka ini menunjukkan potensi besar Whoosh dalam menghadirkan konektivitas pariwisata regional antar negara.
Fasilitas dan Rute Pendukung
Kereta Cepat Whoosh melayani tiga stasiun utama di kawasan Bandung Raya, yakni Tegalluar, Padalarang, dan Bandung yang tersambung dengan feeder kereta api reguler. Dari Jakarta, layanan berangkat dari Stasiun Halim. Tersedia pula kereta feeder dari Padalarang ke Stasiun Bandung.
Keberadaan rute dan fasilitas ini memudahkan penumpang, baik lokal maupun wisatawan asing, mengakses beragam tujuan dengan cepat dan nyaman.
Frekuensi Perjalanan dan Aksesibilitas yang Meningkat
Meningkatnya jumlah penumpang dijawab oleh KCIC dengan memperbanyak jumlah perjalanan harian menjadi 62 perjalanan. Perubahan ini mulai efektif pada 2025 sebagai respons terhadap lonjakan penggunanya.
Selain itu, KCIC berfokus pada konektivitas antarmoda guna memperlancar akses ke stasiun-stasiun utama. Ini termasuk pengembangan fasilitas pendukung seperti layanan porter dan perluasan tenant komersial yang memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan selama di stasiun.
Fakta Penting Seputar Kereta Cepat Whoosh
- Whoosh mampu mencapai kecepatan hingga 350 km/jam rute Jakarta-Bandung.
- Sistem tarif dinamis mulai diterapkan sejak 2024 untuk meningkatkan fleksibilitas harga.
- KCIC menyediakan layanan reschedule tiket hingga 15 menit setelah jadwal keberangkatan.
- Frekuensi perjalanan harian meningkat dari 48 menjadi 62 perjalanan guna menampung volume penumpang.
- Wisatawan Malaysia menjadi kelompok penumpang asing terbanyak di periode liburan akhir tahun.
Kereta Cepat Whoosh terus menunjukkan perkembangan positif dalam hal jumlah penumpang dan inovasi layanan di Indonesia. Sistem tarif yang fleksibel dan kemudahan akses semakin mendorong minat masyarakat serta wisatawan asing, terutama dari Malaysia. Berbagai pembaruan dalam pelayanan dan penambahan frekuensi perjalanan menandai komitmen KCIC untuk meningkatkan kualitas transportasi cepat antarkota dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan kepuasan penumpang.
