Ide jualan es jadul menjadi peluang usaha menarik karena tren minuman klasik yang kembali mendapat tempat di hati masyarakat. Es tradisional ini mudah dibuat dan diminati segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Proses produksinya sederhana dengan bahan yang mudah diperoleh, sehingga cocok untuk usaha rumahan atau di area ramai seperti sekolah dan pasar.
Jualan es jadul tidak hanya memberikan kenangan nostalgia tetapi juga potensi keuntungan yang stabil. Modalnya pun relatif terjangkau, bahkan mulai dari Rp100.000 sudah bisa memproduksi es dalam jumlah banyak. Berikut ini 15 ide jualan es jadul paling laris yang masih diminati dan menguntungkan berdasarkan data serta referensi terpercaya.
1. Es Lilin Santan
Es lilin santan menggunakan santan segar, gula, dan perasa klasik seperti cokelat dan stroberi. Produksinya mudah tanpa alat khusus. Modal awal sekitar Rp120.000–Rp200.000 dengan harga jual per buah Rp2.000–Rp3.000. Es ini diminati oleh anak-anak dan keluarga di lingkungan sekitar.
2. Es Mambo Mini
Varian es mambo berukuran kecil ini praktis dan populer di sekolah atau lingkungan perumahan. Modal awal Rp100.000–Rp150.000, harga jual per pcs antara Rp1.000–Rp2.000. Produksinya cepat dan cocok untuk penjualan dalam jumlah banyak.
3. Es Gabus
Terbuat dari tepung hunkwe dan santan dengan pewarna cerah, es gabus punya tekstur lembut dan rasa manis gurih. Modal Rp150.000–Rp250.000, harga jual Rp2.000–Rp4.000 per pcs. Warna-warni es gabus menarik bagi anak-anak secara visual.
4. Es Potong Jadul
Es potong berbahan dasar santan ini memiliki tekstur lembut dan sering diberi topping kacang tanah atau meses cokelat. Modal awal Rp250.000–Rp400.000 dengan harga Rp5.000–Rp8.000 per potong. Favorit di kalangan dewasa yang ingin bernostalgia.
5. Es Sirup Jadul (ABC/Marjan)
Minuman sederhana ini terdiri dari es serut, sirup legendaris, dan susu kental manis. Modal Rp200.000–Rp300.000, harga jual Rp4.000–Rp6.000 per gelas. Sangat cocok dijual saat cuaca panas karena menyegarkan.
6. Es Serut Pelangi
Es serut dengan sirup berwarna-warni membentuk tampilan pelangi yang menarik. Modal awal Rp180.000–Rp300.000, harga per gelas Rp3.000–Rp5.000. Cocok di lingkungan sekolah dan tempat bermain anak.
7. Es Campur Jadul
Minuman dengan berbagai isian seperti cincau, kolang-kaling, dan tape. Modal Rp250.000–Rp400.000 dengan harga jual Rp6.000–Rp10.000 per porsi. Peminatnya tinggi terutama saat siang hari atau bulan puasa.
8. Es Cincau Hitam
Mengandung cincau hitam, gula aren, dan santan yang memberi rasa manis alami. Modal Rp200.000–Rp300.000, harga jual Rp5.000–Rp7.000 per gelas. Disukai sebagai minuman penyegar harian.
9. Es Tape Singkong
Es manis dengan rasa fermentasi khas singkong yang menyegarkan. Modal Rp180.000–Rp280.000, harga per gelas Rp5.000–Rp7.000. Alternatif ideal bagi konsumen penggemar rasa tradisional.
10. Es Kacang Hijau Jadul
Dari bubur kacang hijau yang lembut disajikan dingin, memberikan rasa kenyang dan menyegarkan. Modal Rp220.000–Rp350.000, harga jual Rp6.000–Rp8.000 per gelas. Banyak diminati keluarga.
11. Es Pisang Ijo Jadul
Berisi pisang kukus dibalut adonan hijau khas, disajikan dengan sirup dan es batu. Modal Rp300.000–Rp500.000, harga Rp8.000–Rp12.000 per porsi. Porsi cukup mengenyangkan dan cita rasa unik.
12. Es Selendang Mayang
Minuman dari kue tepung beras, santan, dan gula merah cair dengan rasa manis gurih. Modal Rp250.000–Rp400.000, harga jual Rp7.000–Rp10.000 per porsi. Sering dijumpai dalam acara tradisional.
13. Es Kopyor Jadul KW
Menggunakan agar-agar sebagai pengganti kelapa kopyor asli yang mahal. Modal Rp200.000–Rp350.000, harga Rp6.000–Rp9.000 per gelas. Tampilan dan rasa menyerupai aslinya sehingga diminati.
14. Es Doger Jadul
Minuman kaya isian seperti santan, tape singkong, ketan hitam, dan roti tawar. Modal Rp300.000–Rp500.000, harga jual Rp7.000–Rp12.000 per porsi. Memiliki penggemar setia di berbagai daerah.
15. Es Nanas Gula Merah
Serutan nanas segar disiram gula merah cair yang manis legit. Modal sekitar Rp150.000–Rp250.000, harga per gelas Rp4.000–Rp6.000. Cocok untuk cuaca panas dan pasar pemula.
Banyak pelaku UMKM memulai usaha es jadul dengan modal kecil dan keuntungan lumayan. Menurut data usaha, modal terkecil sekitar Rp100.000 sudah cukup untuk membuat es mambo atau es teh solo. Strategi menjaga kualitas seperti memasak santan hingga mendidih dan menyimpan bahan dengan benar penting agar barang tidak cepat basi.
Selain itu, beberapa jenis es jadul dapat dibuat tanpa blender sehingga menekan modal awal, contohnya es kuwut atau es jeruk peras. Penempatan tempat jual yang strategis di depan rumah, sekolah, atau pasar juga meningkatkan peluang penjualan.
Menu paling populer untuk jualan di depan rumah saat ini adalah es teh jumbo dan es kul-kul. Harga terjangkau membuat konsumen mudah membeli tanpa ragu. Jualan es jadul tidak hanya bernostalgia tapi juga cara efektif bagi pengusaha pemula dalam merintis bisnis.
Mengenal beragam varian es jadul membantu para pelaku usaha memilih produk yang sesuai dengan target pasar mereka. Modal yang relatif kecil, proses sederhana, serta rasa klasik yang terus disukai menjadikan ide jualan es jadul sebagai bisnis yang menguntungkan dan awet eksistensinya di pasaran. Selalu lakukan inovasi penyajian dan jaga kualitas bahan agar tetap menarik dan kompetitif.
