MPASI saat mudik sering menjadi tantangan bagi orang tua karena kondisi perjalanan yang tidak menentu dan keterbatasan fasilitas. Namun, dengan persiapan yang tepat, si kecil tetap bisa makan dengan lahap dan nyaman tanpa membuat orang tua stres.
Berikut adalah delapan strategi praktis untuk memudahkan pemberian MPASI selama mudik berdasarkan pengalaman ibu Alfi dan panduan dari pakar kesehatan.
1. Pilih Makanan yang Praktis dan Familiar
Membawa makanan yang sudah dikenal anak sangat penting agar tidak menimbulkan penolakan. Menurut Puskesmas Perampuan Lombok Barat, pilih makanan sesuai usia dan tekstur yang anak biasa makan. Pisang menjadi pilihan camilan yang praktis dan mudah disajikan. Roti atau biskuit bayi juga bisa menjadi alternatif camilan darurat. Alfi menuturkan bahwa ia membawa MPASI fortifikasi yang tinggal diseduh agar lebih praktis.
2. Atur Porsi Sesuai Usia Anak
Frekuensi makan wajib disesuaikan dengan rentang usia. Anak usia 6-9 bulan biasanya makan 2-3 kali sehari, sementara usia 9-12 bulan makan 3-4 kali. Pastikan membawa porsi yang cukup tanpa berlebihan. Sediakan juga camilan ekstra sebagai cadangan jika perjalanan molor karena macet.
3. Gunakan Wadah Aman dan Teknik Penyimpanan yang Tepat
MPASI harus disimpan dengan benar. Gunakan wadah kecil sekitar 40 ml agar mudah dihangatkan, dan pastikan wadah bebas BPA untuk keamanan si kecil. Tambahkan blue ice agar makanan tahan 4-8 jam. Untuk menghangatkan, bawa termos berisi air panas dan rendam wadah makanan di mangkuk kecil.
4. Jadwalkan Berhenti di Rest Area Saat Jam Makan
Mengatur waktu berhenti di rest area saat jam makan membantu anak makan dengan tenang dan tidak terguncang. Menurut Alfi, strategi ini penting untuk mencegah risiko tersedak dan menjaga kenyamanan selama makan. Istirahat juga membuat anak lebih segar menghadapi perjalanan.
5. Siapkan “Tas Siaga” di Jangkauan Tangan
“Tas siaga” berisi kebutuhan penting seperti pampers, minyak telon, tisu basah dan kering, baju ganti, jaket, serta camilan wajib dibawa. Selain itu, siapkan sendok dan mangkuk pribadi anak, serta bib atau celemek sekali pakai. Camilan kering seperti oat bar dan crackers dianjurkan oleh SR Nutrition (UK) sebagai bekal perjalanan.
6. Fokus pada Hidrasi
Perjalanan jauh dan cuaca panas meningkatkan risiko dehidrasi bayi. Bayi di atas 6 bulan bisa diberikan air kemasan dengan kandungan sodium rendah (kurang dari 200 mg/liter). Jika menggunakan air untuk susu formula, pastikan air sudah direbus. Berikan juga makanan tinggi kandungan cairan seperti buah segar.
7. Jangan Terlalu Kaku dengan Rutinitas
Sesuai saran SR Nutrition, wajar jika anak mengalami sedikit penurunan nafsu makan saat traveling karena lingkungan baru dan gangguan. Orang tua disarankan tetap fleksibel dan tidak panik jika pola makan anak berubah. Yang penting, anak merasa nyaman dan tetap mendapatkan asupan memadai. Alfi menambahkan, disarankan mulai bepergian saat anak sudah usia 6 bulan ke atas.
8. Perhatikan Kesehatan dan Adaptasi Lingkungan
Selain makanan, bawa juga obat-obatan penting seperti paracetamol untuk demam, balsem bayi, dan obat batuk pilek. Setelah sampai di tujuan, luangkan waktu untuk pijat atau baby spa agar anak rileks dan segar kembali. Adaptasi suhu juga krusial, sehingga siapkan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca di tujuan.
Memahami kebutuhan MPASI saat mudik melibatkan persiapan menyeluruh mulai dari jenis makanan, porsi, wadah, hingga manajemen waktu makan dan kesehatan anak. Dengan pendekatan yang terencana dan tidak kaku, perjalanan mudik bersama si kecil bisa berlangsung lancar dan menyenangkan. Orang tua yang tenang dan siap adalah kunci agar anak tetap lahap makan dan nyaman selama perjalanan.
