
Tradisi memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk keponakan menjadi bagian penting saat merayakan Lebaran. Banyak keluarga menantikan momen ini sebagai bentuk kasih sayang dan menjaga hubungan keluarga tetap erat. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah berapa nominal THR yang pantas untuk keponakan tanpa membuat kantong ‘bokek’.
Memahami besaran THR ideal perlu disesuaikan dengan usia keponakan, tingkat kedekatan, dan kondisi keuangan pemberi. Ini penting agar kebaikan hati terasa tetap seimbang dengan kemampuan finansial.
Nominal THR Berdasarkan Usia dan Kedekatan
Besaran THR berbeda-beda berdasarkan kelompok usia dan kedekatan keluarga. Berdasarkan rekomendasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut panduan nominal THR untuk keponakan:
-
Anak Prasekolah (1–5 tahun)
- Umumnya Rp5.000 sampai Rp10.000.
- Jika orang tua keponakan membawa hantaran, bisa sampai Rp100.000.
- Untuk kunjungan biasa, sekitar Rp50.000 sudah cukup.
-
Sekolah Dasar (SD)
- Disarankan diberikan Rp10.000 sampai Rp20.000.
- Jika keponakan dekat, bisa dinaikkan sampai Rp50.000.
-
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Nominal ideal mulai Rp25.000 hingga Rp50.000.
- Bisa meningkat sampai Rp100.000 tergantung kedekatan.
-
Sekolah Menengah Atas (SMA)
- Minimal Rp20.000 sampai Rp50.000.
- Standar minimal biasanya Rp50.000.
- Keponakan Dewasa (Mahasiswa atau Pekerja Baru)
- Besarannya fleksibel antara Rp30.000 sampai Rp100.000 atau lebih.
- Penyesuaian berdasarkan kemampuan finansial pemberi dan kedekatan hubungan.
Menurut perencana keuangan, nominal THR juga perlu memperhatikan kondisi ekonomi keluarga penerima. Jika keponakan sedang butuh dana ekstra, jumlah THR bisa disesuaikan dengan situasi tersebut.
Tips Agar Tidak ‘Bokek’ Saat Memberikan THR
Agar penyusunan THR tetap bijak dan tidak menguras tabungan, berikut beberapa kiat yang dapat dipraktikkan:
-
Tentukan Anggaran THR
Buat total dana khusus untuk THR dan bagi rata atau prioritisasi berdasarkan kedekatan. Alokasi yang ideal sekitar 5% dari THR pribadi yang diterima untuk keponakan. -
Buat Daftar Penerima dan Prioritas
Susun penerima mulai dari anak kandung, keponakan dekat, hingga keponakan lainnya agar pembagian konsisten. -
Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial
Jangan paksakan nominal besar jika tidak memungkinkan. Keikhlasan lebih berarti daripada jumlah uang. - Pertimbangkan Hadiah Non-Tunai
Untuk anak-anak, hadiah berupa buku, mainan edukatif, alat tulis, atau bingkisan kue Lebaran bisa lebih bermanfaat dan berkesan. Untuk anak yang lebih besar, voucher belanja atau hadiah yang berguna bisa jadi alternatif.
Strategi Penyajian THR
Selain nominal, cara penyajian THR juga memberi kesan menyenangkan:
- Gunakan pecahan uang kecil agar amplop terlihat lebih penuh dan meriah tanpa harus nominal besar.
- Gunakan momen pemberian THR untuk mengedukasi keponakan tentang pengelolaan keuangan atau investasi sederhana.
Tips Tambahan
- Hindari janji THR lebih besar di masa depan agar tidak menimbulkan ekspektasi yang memberatkan secara finansial.
- Alokasikan persentase THR pribadi sekitar 5–15% untuk keponakan, bahkan hingga 30% jika sudah menabung sebelumnya.
- Ingat bahwa pemberian THR adalah bentuk hadiah, bukan kewajiban formal.
Jawaban atas Beberapa Pertanyaan Umum
-
Nominal THR untuk keponakan prasekolah?
Cocoknya antara Rp5.000 hingga Rp10.000, dengan kemungkinan peningkatan sampai Rp100.000 jika ada hantaran. -
Bagaimana mengatur agar tidak ‘bokek’?
Tetapkan anggaran, buat daftar prioritas, dan data uang THR sesuai kemampuan pribadi. -
Bolehkah memberikan hadiah non-tunai?
Sangat dianjurkan terutama untuk anak-anak agar hadiah lebih bermakna. - Persentase ideal alokasi THR pribadi untuk keponakan?
Rata-rata 5–15%, bisa sampai 20–25% untuk sanak saudara secara keseluruhan.
Memberi THR adalah bentuk kasih sayang yang mempererat keluarga. Dengan memahami panduan ini, Anda dapat memberikan kebahagiaan tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan. Tradisi berbagi pun tetap terjaga dengan pembagian THR yang bijaksana dan penuh perhatian.









