Sisa Akar Daun Bawang Jangan Dibuang, Rendam di Air dan Panen Lagi Cuma Sepekan

Author: Qoo Media

Menanam daun bawang di air tanpa tanah bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga stok bumbu dapur tetap tersedia di rumah. Metode ini juga praktis karena hanya memanfaatkan sisa bagian putih daun bawang yang masih berakar.

Liputan6.com menyebut cara ini populer karena mudah dilakukan, bahkan oleh pemula, dan tidak memerlukan lahan luas. Selain hemat, teknik ini juga membantu mengurangi limbah makanan dari bagian pangkal daun bawang yang kerap dibuang.

Bahan yang perlu disiapkan

Peralatannya sangat sederhana dan umumnya sudah ada di dapur. Yang utama ialah bagian putih daun bawang yang akarnya masih utuh dan kondisinya sehat.

Akar yang masih baik dinilai penting karena berpengaruh pada kecepatan munculnya tunas baru. Semakin baik kondisi akarnya, semakin besar peluang daun bawang tumbuh kembali dengan cepat.

Siapkan gelas, toples, atau wadah sempit transparan agar batang bisa berdiri tegak. Wadah seperti ini juga memudahkan pemantauan kondisi akar dan ketinggian air.

Air bersih menjadi komponen penting dalam metode tanam ini. Sumber referensi menyarankan penggunaan air yang bebas klorin, seperti air kemasan atau air keran yang didiamkan terbuka selama 24 jam.

Selain itu, tanaman tetap membutuhkan cahaya matahari. Penempatan di dekat jendela atau area terang akan membantu proses fotosintesis dan mendukung pertumbuhan tunas.

Langkah menanam daun bawang di air

Bagian hijau daun bawang bisa dipotong lebih dulu untuk kebutuhan memasak. Sisakan sekitar 2 sampai 3 inci atau sekitar 5 hingga 7,5 sentimeter dari bagian putih beserta akar.

Setelah itu, bersihkan bagian akar dan umbi secara lembut di bawah air mengalir. Langkah ini bertujuan menghilangkan sisa kotoran agar air di wadah tidak cepat keruh.

Masukkan potongan daun bawang ke dalam gelas atau toples dengan posisi akar menghadap ke bawah. Tambahkan air secukupnya hingga seluruh akar dan sedikit bagian putih umbi terendam.

Jangan merendam terlalu tinggi hingga seluruh batang putih tertutup air. Fokus utamanya adalah menjaga akar tetap terendam agar proses tumbuh kembali berjalan stabil.

Tempatkan wadah di area yang mendapat cahaya cukup. Menurut referensi, sinar matahari penuh tidak selalu wajib, tetapi pencahayaan yang baik dapat mempercepat pertumbuhan.

Perawatan agar tidak cepat busuk

Penggantian air menjadi kunci utama dalam metode ini. Air sebaiknya diganti setiap satu hingga dua hari, atau paling lama empat hari sekali.

Langkah tersebut penting untuk mencegah bau tidak sedap dan menghambat pertumbuhan jamur. Air yang bersih juga membantu akar tetap sehat selama masa tanam.

Jika air mulai keruh lebih cepat, penggantian bisa dilakukan lebih sering. Wadah juga perlu dijaga kebersihannya agar tidak muncul lendir pada bagian akar atau dinding gelas.

Metode ini memang tidak memakai tanah, tetapi bukan berarti tanaman tidak membutuhkan perhatian. Tanpa nutrisi dari media tanam, daun bawang hanya mengandalkan cadangan dalam umbi untuk terus bertunas.

Kapan bisa dipanen

Tunas hijau baru umumnya mulai terlihat dalam hitungan hari. Bahkan, pada beberapa kondisi, pertumbuhan awal bisa tampak dalam 24 jam pertama.

Daun bawang biasanya sudah bisa dipanen sekitar satu minggu setelah ditanam di air. Waktu ini bisa berbeda tergantung kondisi akar, kualitas air, dan pencahayaan.

Saat panen, bagian hijau cukup digunting sesuai kebutuhan. Sisakan sekitar 1 sampai 2 inci dari pangkal agar tanaman masih bisa tumbuh kembali.

Teknik panen seperti ini memungkinkan daun bawang dipakai berulang kali. Dalam referensi disebutkan tanaman masih dapat dipanen selama beberapa minggu.

Namun, pertumbuhan biasanya mulai melambat setelah beberapa kali panen, umumnya sekitar lima kali. Daunnya juga bisa menjadi lebih tipis karena cadangan nutrisi di dalam umbi makin berkurang.

Bisa dipindah ke media lain

Jika ingin hasil yang lebih besar dan lebih tahan lama, daun bawang dapat dipindahkan ke tanah setelah beberapa minggu. Opsi lain yang disebut dalam referensi ialah menggunakan media alternatif seperti kelereng atau batu sungai setelah tunas hijau mencapai sekitar 2 inci.

Pemindahan ini berguna untuk memberi dukungan nutrisi tambahan yang tidak tersedia saat tanaman hanya direndam di air. Karena itu, metode air lebih cocok untuk kebutuhan dapur rumahan yang cepat, praktis, dan hemat.

Bagi rumah tangga yang ingin memanfaatkan sisa bahan masak, teknik ini menawarkan cara efisien untuk menumbuhkan kembali daun bawang tanpa lahan khusus. Dengan akar yang sehat, air bersih, cahaya cukup, dan penggantian air teratur, daun bawang bisa terus tumbuh dan siap dipetik saat dibutuhkan.

Terbaru