8 Model Kandang Ayam Ini Memangkas Panen Telur Tanpa Masuk, Lebih Cepat dan Minim Ganggu Ayam

Author: Qoo Media

Sistem kandang ayam dengan panen telur dari luar makin diminati karena dinilai lebih efisien. Desain seperti ini membantu pemilik mengambil telur tanpa masuk ke kandang, sehingga pekerjaan terasa lebih cepat dan tidak terlalu merepotkan.

Liputan6 menyebut kebutuhan sistem pemeliharaan yang efisien terus meningkat seiring keterbatasan waktu dan tenaga. Pengambilan telur dari luar juga dinilai bisa mengurangi risiko kandang menjadi kotor dan menekan gangguan pada ayam saat proses panen.

Mengapa sistem ini banyak dipilih

Prinsip utamanya sederhana, yaitu memindahkan area akses telur ke sisi luar kandang. Dengan begitu, ayam tetap bertelur di sarang, tetapi telur diarahkan atau disimpan pada bagian yang mudah dijangkau dari luar.

Pendekatan ini juga fleksibel untuk skala kecil hingga menengah. Beberapa model bahkan bisa dibuat dari bahan sederhana tanpa menambah banyak komponen baru pada kandang utama.

8 model kandang ayam dengan sistem panen telur tanpa masuk kandang

  1. Sistem rak miring ke belakang
    Model ini memakai lantai sarang yang dibuat miring ke arah belakang. Setelah ayam bertelur, telur akan menggelinding ke kotak penampung di bagian luar kandang.

Kotak penampung itu dapat dibuka dari luar. Desain ini banyak dipakai karena sederhana dan tidak membutuhkan alat tambahan yang rumit.

  1. Sarang eksternal samping
    Pada model ini, sarang ditempatkan di sisi luar kandang. Ayam masuk ke sarang lewat lubang kecil dari bagian dalam, sedangkan pemilik mengambil telur lewat pintu di sisi luar.

Struktur seperti ini memudahkan panen kapan saja. Area utama kandang juga cenderung lebih rapi karena aktivitas bertelur terjadi di sarang yang terpisah.

  1. Kotak bertingkat dengan akses depan
    Model ini menyusun sarang dalam bentuk kotak bertingkat yang menghadap ke depan. Setiap kotak bisa dibuka dari luar untuk mengambil telur tanpa harus masuk kandang.

Keunggulan utamanya ada pada efisiensi ruang. Susunan bertingkat membantu pemanfaatan lahan sekaligus memudahkan pemantauan hasil panen harian.

  1. Sistem laci penarik
    Sarang dibuat menyerupai laci yang bisa ditarik dari luar. Telur akan tetap berada di dalam laci sampai pemilik mengambilnya.

Cara ini dinilai praktis karena tidak perlu membuka pintu utama kandang. Selain itu, telur terkumpul di satu titik sehingga lebih mudah dicek.

  1. Sistem lorong panen belakang
    Model ini menempatkan sarang di dinding yang menghadap lorong khusus di belakang kandang. Pemilik cukup berjalan di lorong tersebut untuk mengambil telur dari belakang sarang.

Desain ini cocok untuk kandang dengan jumlah ayam lebih banyak. Lorong juga membantu pemeriksaan sarang secara rutin tanpa mengganggu aktivitas ayam di area utama.

  1. Sistem roll out egg
    Pada sistem ini, alas sarang dirancang agar telur bergerak menuju tempat penampung setelah dikeluarkan ayam. Jalurnya dibuat jelas supaya telur tidak berhenti di tengah.

Tempat penampung berada di luar kandang. Jika kemiringan dan arah jalur tepat, telur bisa sampai ke penampung dengan aman dan tidak lama tertinggal di sarang.

  1. Dinding sarang lipat
    Model ini memakai panel atau dinding sarang yang dapat dibuka ke arah luar. Pemilik hanya membuka bagian luar tersebut untuk mengambil telur yang sudah tersedia.

Desain ini cukup fleksibel karena bisa diterapkan pada berbagai ukuran kandang. Perubahan pada struktur utama juga tidak perlu terlalu besar.

  1. Sistem pipa penyalur telur
    Model ini memanfaatkan saluran yang mengarahkan telur dari sarang ke tempat penampung di luar kandang. Telur bergerak mengikuti jalur yang sudah disiapkan sesaat setelah dikeluarkan.

Sistem ini ditujukan untuk mempersingkat langkah saat panen. Namun jalur penyalur harus diatur dengan tepat agar telur tidak terganggu selama berpindah.

Model yang paling mudah diterapkan

Mengacu pada rangkuman Liputan6, model sarang eksternal samping dan rak miring ke belakang termasuk yang paling mudah dibuat di rumah. Keduanya tidak memerlukan banyak komponen tambahan dan tetap menawarkan akses panen yang praktis.

Bagi pemula, sistem ini juga dinilai cocok karena mengurangi interaksi langsung dengan ayam. Selama ukuran sarang disesuaikan, sebagian besar ayam petelur dapat menggunakan desain seperti ini.

Keamanan telur tetap bergantung pada detail konstruksi kandang. Jalur telur, posisi kemiringan, dan bentuk penampung perlu dibuat tepat agar telur tidak jatuh, terbentur, atau pecah saat berpindah dari sarang ke area pengambilan.

Terbaru