Di Saat Serba Digital, 9 Jualan Keliling Ini Ternyata Masih Menjanjikan di 2026

Jualan keliling tetap punya pasar yang luas karena langsung mendatangi konsumen. Model usaha ini dinilai masih relevan saat banyak orang mencari cara belanja yang cepat, praktis, dan efisien.

Liputan6.com menyebut jualan keliling tetap bertahan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat. Alasannya, pedagang bisa menjangkau pembeli secara langsung tanpa harus bergantung pada lokasi permanen yang mahal.

Peluang yang Masih Terbuka

Pasar jualan keliling tidak hanya bertumpu pada kebutuhan pokok. Produk makanan, minuman, jasa, hingga perlengkapan rumah tangga juga masih dicari karena dekat dengan kebutuhan harian warga.

Fleksibilitas menjadi nilai utama usaha ini. Penjual dapat menyesuaikan rute, waktu, dan jenis dagangan dengan karakter lingkungan yang disasar.

Berikut sembilan ide jualan keliling yang disebut masih laku dan berpeluang berkembang.

1. Kopi keliling

Kopi kekinian tetap punya peminat besar di Indonesia. Konsep keliling membuat penjual bisa masuk ke area perkantoran, kampus, dan titik nongkrong tanpa biaya sewa tempat tetap.

Usaha ini dapat dijalankan dengan motor atau kendaraan kecil yang dimodifikasi. Menurut referensi Liputan6.com, model ini juga makin populer karena sudah ada waralaba yang membuka kemitraan.

2. Sayur dan buah keliling

Sayur dan buah termasuk kebutuhan yang dicari setiap hari. Karena itu, pasarnya dinilai stabil, terutama di perumahan dan kawasan yang jauh dari pasar tradisional.

Model ini cocok untuk pemula karena relatif mudah dijalankan. Penjual cukup membawa produk segar langsung ke lingkungan warga, terutama untuk menjangkau ibu rumah tangga yang membutuhkan belanja praktis.

3. Jajanan ringan dan camilan kekinian

Gorengan, cilok, pentol, hingga telur gulung tetap punya pembeli dari berbagai usia. Produk seperti ini mudah dijual secara keliling karena modal bahan bakunya relatif rendah dan perputarannya cepat.

Liputan6.com mencatat cilok atau pentol bisa dimulai dengan modal awal sekitar ratusan ribu rupiah. Telur gulung juga disebut punya modal sangat kecil dengan peluang balik modal yang cepat.

4. Minuman segar keliling

Es teh dan es jeruk masih menjadi pilihan paling mudah dijual di cuaca panas. Produk ini cocok dijajakan di pinggir jalan, kawasan perumahan, atau lokasi ramai dengan alat sederhana seperti gerobak kecil, sepeda, atau motor dengan boks pendingin.

Kelebihannya ada pada kebutuhan modal yang kecil. Bahan dasarnya hanya gelas plastik, teh, gula, jeruk, dan es batu, sementara volume penjualan bisa tinggi jika titik jual tepat.

5. Bakso dan mie keliling

Bakso dan mie ayam tetap masuk daftar makanan favorit banyak orang. Itulah sebabnya konsep jualan keliling dengan gerobak dorong atau motor masih dianggap efektif.

Target pasarnya luas, dari anak-anak sampai orang dewasa. Area perumahan, sekolah, dan kos disebut sebagai lokasi yang potensial, dengan catatan rasa kuah dan kualitas bahan dijaga tetap konsisten.

6. Es krim keliling

Es krim masih menjadi camilan yang mudah diterima lintas usia. Penjual biasanya menyasar siang hari dan bergerak di kawasan taman, sekolah, atau lingkungan padat penduduk.

Daya tarik utamanya ada pada harga yang terjangkau dan variasi rasa. Bentuk serta pilihan produk yang beragam juga bisa membantu menarik lebih banyak pembeli.

7. Kebutuhan rumah tangga

Barang seperti ember, baskom, dan tong sampah plastik juga punya permintaan stabil. Produk ini dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari dan relatif tidak mudah rusak saat dibawa berkeliling.

Penjualan bisa dilakukan dengan motor atau pick up kecil. Sistem tawar-menawar sering menjadi faktor yang menarik minat pembeli di kawasan permukiman.

8. Jasa jahit dan permak pakaian keliling

Tidak semua usaha keliling harus berupa barang konsumsi. Jasa jahit dan permak pakaian juga tetap dibutuhkan karena hampir setiap orang punya pakaian yang perlu dikecilkan, dibesarkan, atau diperbaiki.

Keunggulan model ini ada pada modal awal yang minim jika pelaku usaha sudah memiliki keterampilan menjahit. Dengan mesin jahit portabel dan perlengkapan dasar, layanan bisa dibawa langsung ke rumah pelanggan.

9. Roti dan kue tradisional

Roti dan kue termasuk camilan yang mudah diterima banyak kalangan. Produk ini bisa dijual dari rumah ke rumah dan variasinya membuat pelanggan tidak cepat bosan.

Referensi Liputan6.com menilai usaha ini fleksibel karena penjual juga dapat bekerja sama dengan produsen lokal. Dengan pilihan produk yang banyak, peluang penjualan dapat tetap terjaga di berbagai lingkungan.

Di antara sembilan pilihan itu, pola yang paling menonjol adalah kedekatan dengan kebutuhan harian konsumen. Selama produk relevan, mudah dijangkau, dan pelayanan konsisten, jualan keliling masih memiliki ruang tumbuh yang besar di pasar yang terus bergerak.

Terkait