Jambu Air Rajin Berbunga Tapi Buah Busuk dan Rontok, Kesalahan Kecil Ini Sering Jadi Biang Kerok

Author: Qoo Media

Pohon jambu air yang rajin berbunga tetapi buahnya selalu busuk dan rontok biasanya bukan sekadar soal cuaca. Masalah ini kerap dipicu gabungan serangan lalat buah, kelembapan tinggi, serta perawatan yang kurang tepat sejak fase bunga sampai buah masih sangat muda.

Kondisi tersebut cukup sering muncul, terutama saat musim hujan atau ketika area sekitar pohon terlalu lembap dan kotor. Akibatnya, pohon tampak subur dari luar, tetapi gagal menghasilkan buah sehat yang bisa dipanen maksimal.

Salah satu penyebab paling sering adalah serangan lalat buah pada buah muda. Hama ini menusukkan telur ke buah yang masih lunak, lalu larva berkembang di dalam hingga buah membusuk dan jatuh sebelum matang.

Masalahnya, kerusakan sering tidak langsung terlihat dari luar. Buah bisa tampak mulus, tetapi saat dibelah ternyata sudah berulat di bagian dalam.

Langkah yang paling cepat menekan risiko ini adalah membungkus buah sejak masih pentil. Waktu terbaik melakukannya ialah setelah bunga selesai mekar dan bulu bunga mulai rontok, saat buah masih kecil dan rentan diserang.

Pembungkus yang digunakan bisa berupa plastik transparan tipis atau kantong khusus pembungkus buah. Cara ini membantu melindungi buah dari lalat buah, hujan berlebihan, dan serangga lain, sambil tetap memberi akses cahaya matahari.

Selain pembungkusan, populasi lalat buah dewasa juga perlu ditekan. Salah satu metode yang umum dipakai adalah memasang perangkap di beberapa titik cabang pohon.

Perangkap dapat dibuat dari botol plastik bekas air mineral yang dilubangi di beberapa bagian. Di dalamnya diletakkan kapas yang sudah diberi minyak methyl eugenol atau minyak cengkih, karena aromanya disukai lalat buah jantan.

Bagian dalam botol biasanya ditambah sedikit insektisida agar lalat yang masuk tidak keluar lagi. Metode ini banyak dipilih karena mudah dibuat sendiri di rumah dan biayanya relatif murah.

Namun pengendalian hama tidak akan efektif jika buah busuk dibiarkan menumpuk di bawah pohon. Buah yang sudah terinfeksi sering masih mengandung larva, lalu saat jatuh ke tanah larva berkembang menjadi pupa dan akhirnya berubah menjadi lalat dewasa.

Karena itu, buah busuk atau buah yang rontok perlu segera dikumpulkan lalu dibuang atau dikubur. Kebun yang bersih juga cenderung tidak terlalu lembap dan lebih sedikit menarik hama.

Perawatan akar dan tanah ikut menentukan

Buah jambu air yang mudah rontok juga bisa berkaitan dengan kondisi akar yang terganggu. Tanah yang terlalu padat dan becek membuat penyerapan nutrisi tidak optimal, sehingga bunga dan buah muda lebih mudah gugur.

Tanah di sekitar pohon sebaiknya rutin digemburkan dan dibersihkan dari rumput liar. Selain mengurangi persaingan unsur hara dengan gulma, langkah ini juga membantu mematikan pupa lalat buah yang ada di bawah permukaan tanah karena terkena sinar matahari langsung.

Saluran air di sekitar tanaman juga perlu dijaga tetap lancar. Jambu air menyukai kelembapan, tetapi tidak tahan jika akarnya terus-menerus tergenang air.

Nutrisi harus sesuai fase berbuah

Saat pohon memasuki masa berbunga dan berbuah, kebutuhan nutrisinya berubah. Pada fase ini, tanaman memerlukan fosfor dan kalium lebih tinggi agar bunga tidak mudah rontok dan buah berkembang lebih kuat.

Kekurangan unsur hara sering menjadi penyebab yang tidak disadari. Buah yang kurang nutrisi umumnya tumbuh kecil, lebih mudah busuk, dan tidak tahan terhadap perubahan cuaca.

Pemberian pupuk kalium seperti KCl atau KNO3 dapat membantu pembentukan buah. Sementara dolomit penting karena mengandung kalsium dan magnesium yang membantu memperkuat tangkai buah.

Dolomit biasanya ditebarkan di sekitar area perakaran sekitar 200 gram per pohon setiap tahun. Dengan nutrisi yang cukup, tanaman lebih stabil dalam mempertahankan buah sampai masa panen.

Musim hujan perlu perhatian ekstra

Curah hujan tinggi menjadi masa rawan bagi jambu air. Kelembapan yang meningkat drastis membuat bunga dan buah muda lebih mudah rusak, bahkan proses penyerbukan bisa terganggu karena benang sari saling menempel.

Untuk mengurangi risiko itu, sebagian pekebun memasang pelindung plastik sederhana pada bagian tajuk saat hujan turun terus-menerus. Langkah ini membantu menjaga bunga tetap lebih kering dan tidak cepat rusak.

Pemangkasan cabang yang terlalu rimbun juga penting dilakukan. Tajuk yang terlalu rapat membuat sirkulasi udara buruk, area dalam pohon menjadi lembap, dan risiko jamur meningkat.

Di sisi lain, pohon juga tidak boleh mengalami kekeringan terlalu lama. Jika tanaman stres karena kekurangan air, jambu air cenderung menggugurkan bunga dan buah muda untuk bertahan hidup.

Karena itu, penyiraman perlu dijaga tetap rutin terutama saat kemarau panjang, tetapi tanah tidak boleh terlalu basah. Keseimbangan air yang stabil membantu buah tumbuh lebih besar, segar, dan tidak mudah pecah atau rontok.

Jika serangan hama sudah cukup banyak, pestisida nabati dapat dipakai sebagai langkah tambahan. Bahan yang umum digunakan antara lain bawang putih, serai, daun mimba, atau tembakau, yang aromanya tidak disukai serangga.

Penyemprotan dilakukan secara berkala terutama saat pohon mulai berbunga dan buah masih kecil. Meski residunya cenderung lebih rendah daripada pestisida kimia, penggunaannya tetap perlu bijak agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem di sekitar tanaman.

Pemeriksaan buah muda sebaiknya dilakukan rutin sejak awal pembentukan buah. Tanda serangan lalat buah biasanya berupa bercak kecil pada kulit, buah terasa lebih lunak, lalu berubah cokelat atau kehitaman sebelum akhirnya mengeluarkan bau busuk dan rontok.

Terbaru