Jangan Takut Memotongnya, 9 Tanaman Buah Ini Justru Makin Dipangkas Makin Lebat

Author: Qoo Media

Pemangkasan sering dianggap berisiko karena berarti memotong bagian tanaman yang tampak sehat. Namun pada banyak tanaman buah, langkah ini justru menjadi cara penting untuk mendorong panen yang lebih lebat dan kualitas buah yang lebih baik.

Prinsipnya sederhana, tanaman yang terlalu rimbun cenderung menghabiskan energi untuk daun dan cabang. Saat cabang tua, sakit, terlalu rapat, atau tidak produktif dipangkas, energi tanaman dapat dialihkan ke tunas baru, bunga, lalu buah.

Pemangkasan juga membantu membuka tajuk agar sinar matahari masuk lebih merata. Sirkulasi udara pun membaik, sehingga risiko hama dan penyakit dapat ditekan dan pertumbuhan menjadi lebih efisien.

Pada banyak kasus, tanaman buah yang tidak pernah dipangkas akan tumbuh subur secara vegetatif tetapi hasil buahnya menurun. Tajuk yang terlalu padat membuat bagian dalam tanaman kurang cahaya, sementara nutrisi tersebar ke terlalu banyak cabang.

Tanaman yang paling responsif terhadap pemangkasan

Anggur termasuk tanaman yang sangat bergantung pada pemangkasan untuk menjaga hasil panen. Tanpa pemangkasan intensif, anggur mudah berubah menjadi semak daun yang kurang produktif karena energinya habis untuk pertumbuhan vegetatif.

Pada anggur, pemangkasan dipakai untuk mengontrol jumlah tunas, meratakan pencahayaan, dan menyeimbangkan pertumbuhan daun dengan pembentukan buah. Teknik seperti spur pruning dan cane pruning dikenal sebagai langkah strategis untuk mengarahkan pertumbuhan dan hasil panen.

Murbei juga sangat responsif terhadap luka pangkasan. Semakin sering daun dan ujung dahannya dipangkas, semakin banyak buah yang muncul di sepanjang batang baru.

Tanaman ini merespons pemangkasan dengan membentuk cabang baru yang produktif. Pemangkasan rutin juga mencegah batang utama tumbuh terlalu tinggi sehingga buah lebih mudah dijangkau saat panen.

Jambu air termasuk pilihan yang cocok untuk kebun rumahan, terutama bila ditanam dalam pot. Pemangkasan membantu menjaga bentuk tanaman tetap kompak sambil mengalihkan nutrisi ke bagian yang produktif.

Pada jambu air, pemangkasan bentuk membantu mengatur percabangan dan merangsang pembuahan yang lebih merata. Dengan penanganan yang tepat, bunga dapat muncul lebih cepat dan proses pembentukan buah berlangsung lebih awal.

Buah pekarangan yang diuntungkan tajuk terbuka

Jeruk membutuhkan pemangkasan untuk mendorong produksi yang optimal, terutama setelah masa panen. Tindakan ini merangsang munculnya tunas baru yang nantinya membawa bunga sebagai cikal bakal buah.

Pemangkasan pada jeruk juga membentuk kerangka percabangan yang lebih baik dan mengurangi cabang yang saling menutup. Saat tajuk lebih terbuka, cahaya masuk lebih merata dan tanaman dapat memusatkan energi pada pembentukan bunga, bukan hanya daun.

Belimbing juga merespons baik terhadap pemangkasan rutin. Cabang baru yang tumbuh setelah dipangkas sering menghasilkan bunga dan buah lebih banyak.

Pada pohon belimbing yang terlalu rimbun, kualitas buah biasanya kurang maksimal karena sinar matahari sulit menembus bagian dalam tajuk. Dengan pemangkasan teratur, ukuran buah bisa lebih besar, rasa lebih manis, dan pengendalian hama serta penyakit menjadi lebih mudah.

Delima termasuk tanaman yang bisa sangat produktif bila cabangnya diseleksi dengan benar. Pemangkasan membantu menentukan cabang mana yang dipertahankan dan mana yang dibuang, terutama cabang yang tidak menghasilkan buah berkualitas bagus.

Cabang yang terlalu rimbun perlu dikurangi agar energi tanaman beralih ke bagian yang sehat dan produktif. Pada delima muda, pemotongan sekitar 10 hingga 15 cm pertama dapat dilakukan, sedangkan pohon yang lebih tua dapat dipangkas sepanjang 30 hingga 60 cm untuk mengekspos kayu muda yang merangsang tunas baru.

Tanaman buah yang butuh penataan cabang

Apel dikenal responsif terhadap pemangkasan karena langkah ini memicu pertumbuhan yang sehat dan vigor. Pemangkasan membantu membuang kelebihan cabang dan daun penutup yang menaungi buah.

Terlalu banyak naungan pada apel dapat menghambat pematangan buah atau bahkan menyebabkan kegagalan berbuah. Karena itu, pemangkasan juga diarahkan untuk membuang tunas negatif, cabang sakit, menata tajuk, dan merangsang pembungaan.

Persik juga membutuhkan pemangkasan yang tepat untuk mendukung panen terbaik. Praktik ini menghasilkan pertumbuhan baru yang pada gilirannya dapat membawa lebih banyak buah.

Selain memicu cabang baru, pemangkasan pada persik memaparkan seluruh cabang ke sinar matahari. Bagian yang mati juga perlu dipotong agar energi tanaman terfokus pada bagian yang sehat dan produktif.

Pir mendapat manfaat serupa dari pemangkasan kanopi. Pemotongan ke tunas yang menghadap keluar mendorong pertumbuhan yang kuat sekaligus membantu pembentukan buah.

Pada pohon pir, distribusi nutrisi menjadi lebih efisien ketika cabang berlebih dikurangi. Dampaknya, buah yang tersisa berpeluang tumbuh lebih besar dan lebih manis.

Hal yang perlu diperhatikan saat memangkas

Pemangkasan sebaiknya dilakukan dengan alat yang tajam dan bersih agar luka potongan cepat sembuh. Pemangkasan berlebihan dalam satu waktu sebaiknya dihindari karena dapat membuat tanaman stres.

Waktu yang umum dipilih adalah setelah panen atau saat pertumbuhan tanaman mulai melambat. Setelah itu, tanaman membutuhkan penyiraman dan pupuk yang cukup agar tunas baru cepat muncul dan fase pembentukan buah berjalan lebih baik.

Risiko terbesar bila tanaman buah tidak pernah dipangkas adalah tajuk menjadi terlalu padat dan produktivitas menurun. Karena itu, pada anggur, jeruk, apel, persik, pir, murbei, delima, belimbing, dan jambu air, pemangkasan bukan sekadar perawatan bentuk, tetapi bagian penting dari strategi panen.

Terbaru