Stok Telur Lagi Melimpah? Cara Simpan yang Salah Bisa Mempercepat Bakteri Masuk

Stok telur yang melimpah di pasaran membuat banyak rumah tangga tergoda membeli dalam jumlah besar. Situasi ini menguntungkan konsumen, tetapi juga menuntut cara simpan yang benar agar telur tetap segar, tahan lama, dan aman dikonsumsi.

Penyimpanan yang keliru bukan hanya membuat kualitas telur cepat turun, tetapi juga dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri seperti Salmonella. Karena itu, memahami langkah dasar penyimpanan menjadi penting saat persediaan telur di rumah sedang banyak.

Harga telur ayam di Indonesia belakangan turun cukup tajam. Di tingkat peternak, harga bahkan disebut sudah berada di bawah biaya operasional produksi, sementara penyerapan pasar belum optimal sehingga stok terus bertambah di berbagai daerah.

Di tengah kondisi itu, telur menjadi bahan pangan yang relatif lebih terjangkau. Namun, membeli banyak telur tanpa strategi penyimpanan yang tepat bisa berujung pada pemborosan dan risiko keamanan pangan.

Kunci utama: suhu dingin dan stabil

Menurut USDA, British Lion Eggs, dan National Environment Agency (NEA) Singapura, telur sebaiknya disimpan di dalam kulkas. Suhu dingin membantu menjaga kesegaran sekaligus memperlambat pertumbuhan bakteri.

USDA menjelaskan telur yang disimpan dingin bisa bertahan hingga sekitar 15 minggu. Sebaliknya, telur pada suhu ruang hanya bertahan sekitar 21 hari.

Meski begitu, meletakkan telur di kulkas saja belum cukup. Posisi penyimpanan juga menentukan karena suhu yang sering berubah dapat memengaruhi kualitas telur.

Bagian pintu kulkas bukan lokasi ideal untuk telur. USDA menyarankan telur disimpan di bagian terdalam dan terdingin kulkas agar suhu lebih stabil saat pintu sering dibuka dan ditutup.

Suhu yang tidak stabil bisa memicu pengembunan pada permukaan cangkang. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri melalui pori-pori kecil pada kulit telur.

Jangan buru-buru dicuci

Banyak orang menganggap mencuci telur sebelum disimpan akan membuatnya lebih higienis. Namun, USDA justru tidak merekomendasikan pencucian telur di rumah sebelum telur masuk ke kulkas.

Air dapat masuk melalui pori-pori cangkang dan meningkatkan risiko kontaminasi ke bagian dalam telur. Telur komersial umumnya sudah dibersihkan dengan prosedur khusus sebelum dipasarkan.

Langkah yang lebih aman adalah menyimpan telur dalam kondisi aslinya. Jika perlu dibersihkan, telur cukup dibersihkan sesaat sebelum digunakan.

Simpan di karton asli dan jauh dari bau tajam

Karton bawaan telur bukan sekadar kemasan. British Lion Eggs menyebut karton asli membantu melindungi telur dari benturan dan mengurangi penyerapan aroma makanan lain di dalam kulkas.

Hal ini penting karena cangkang telur memiliki pori-pori kecil. Akibatnya, telur bisa menyerap bau dari bahan makanan beraroma kuat seperti bawang, ikan, durian, atau rempah tajam.

Karton juga memudahkan pemantauan tanggal kedaluwarsa atau batas konsumsi. Dengan begitu, telur dapat digunakan sesuai urutan kesegarannya.

Periksa cangkang dan atur urutan pakai

Sebelum menyimpan, kondisi cangkang perlu diperiksa. Telur yang retak lebih mudah terkontaminasi karena bakteri bisa masuk melalui celah pada permukaannya.

NEA menegaskan telur retak sebaiknya segera dibuang. Untuk mencegah kerusakan saat penyimpanan, telur juga sebaiknya tidak ditumpuk terlalu tinggi.

Saat stok telur banyak, metode FIFO atau first in first out perlu diterapkan. Telur yang dibeli lebih dulu harus dipakai lebih dulu agar tidak tersimpan terlalu lama.

Memberi tanda tanggal pembelian pada karton bisa membantu. Cara sederhana ini memudahkan pemantauan umur simpan tanpa harus menebak-nebak telur mana yang lebih lama.

Sisa telur pun bisa disimpan

Tidak semua telur harus dibiarkan utuh dalam cangkang. Jika ada sisa putih atau kuning telur setelah memasak, bagian ini masih bisa disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas.

British Lion Eggs menyebut putih telur dapat disimpan sekitar 2 hari. Sementara kuning telur dapat bertahan hingga 4 hari, dan lapisan susu tipis di atasnya dapat membantu menjaga teksturnya tetap lembut.

Untuk stok yang benar-benar berlebih, telur juga bisa dibekukan. Namun, telur tidak boleh dimasukkan ke freezer dalam kondisi masih bercangkang karena berisiko pecah saat membeku.

Cara yang disarankan adalah mengocok telur terlebih dahulu sebelum dibekukan. British Lion Eggs juga menyarankan penambahan sedikit garam atau gula agar teksturnya tetap baik setelah dicairkan kembali.

Telur beku sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan. Masa pakainya dianjurkan maksimal 6 bulan.

Aman disimpan, aman pula saat dimasak

Penyimpanan yang benar tetap harus diikuti dengan pengolahan yang aman. NEA mengingatkan telur setengah matang masih memiliki risiko lebih tinggi karena bakteri mungkin belum sepenuhnya mati.

Karena itu, telur sebaiknya dimasak hingga putih dan kuningnya matang sempurna. Anjuran ini terutama penting bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Penyimpanan telur yang buruk dapat meningkatkan risiko kontaminasi Salmonella. Dalam dokumen “Guidelines on Good Handling of Eggs”, bakteri ini disebut dapat berkembang sangat cepat pada suhu ruang dan memicu penyakit bawaan makanan seperti mual, diare, demam, dan kram perut.

Selain menjaga suhu penyimpanan, kebersihan tangan dan alat masak juga perlu diperhatikan saat mengolah telur di rumah. Dengan langkah sederhana itu, stok telur yang melimpah bisa tetap hemat, segar, dan aman sampai siap disantap.

Berita Terkait

Back to top button