
Banyak orang masih memakai istilah gym dan fitness secara bergantian. Padahal, menurut pegiat kebugaran Melia di Yogyakarta, keduanya tidak sama karena merujuk pada hal yang berbeda sejak dari pengertian dasarnya.
Kebingungan ini cukup umum karena saat ini orang lebih sering menyebut gym daripada fitness. Namun, perbedaan antara keduanya penting dipahami agar seseorang bisa memilih aktivitas yang sesuai dengan tujuan tubuh dan gaya hidupnya.
Melia, yang telah lama menekuni kebugaran sejak sebelum masa Covid-19, menjelaskan bahwa gym adalah singkatan dari gymnasium. Istilah ini merujuk pada tempat khusus untuk berolahraga dan melakukan latihan fisik.
Sementara fitness bukan nama tempat, melainkan aktivitas atau latihan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh secara menyeluruh. Dalam praktiknya, fitness mencakup banyak bentuk latihan, dari kardio hingga kelas berkelompok.
Gym lebih dekat dengan tempat dan alat
Di dalam gym biasanya tersedia berbagai alat latihan seperti treadmill, dumbbell, barbel, sepeda statis, bench press, cable machine, dan alat beban lainnya. Fasilitas ini mendukung latihan yang lebih terstruktur bagi orang yang ingin rutin berolahraga.
Menurut Melia, gym lebih identik dengan aktivitas angkat beban dan latihan untuk menaikkan massa otot. Karena itu, banyak orang mengaitkan gym dengan pembentukan tubuh tertentu dan latihan kekuatan.
Latihan di gym umumnya menitikberatkan pada penggunaan alat untuk melatih bagian tubuh tertentu. Otot dada, lengan, dan kaki menjadi sasaran umum dalam program yang berfokus pada kekuatan atau bodybuilding.
Gym juga kerap dipilih karena menyediakan program latihan yang lebih terarah. Kehadiran personal trainer dinilai membantu pengguna mencapai target latihan secara lebih maksimal sesuai kebutuhan masing-masing.
Saat ini, gym modern juga hadir dengan fasilitas tambahan seperti ruang kelas, area kardio, kamar mandi, hingga sauna. Banyak di antaranya berada di pusat kota, apartemen, atau pusat perbelanjaan, bahkan ada yang menawarkan akses 24 jam.
Fitness lebih dekat dengan aktivitas dan kebugaran umum
Berbeda dari gym, fitness memiliki cakupan yang lebih luas. Fokus utamanya bukan hanya penampilan fisik, tetapi menjaga tubuh tetap aktif, sehat, dan bugar dalam jangka panjang.
Melia menyebut fitness lebih dekat dengan latihan kardio dan aktivitas yang menjaga stamina. Contohnya antara lain hairox, muaythai, zumba, dan aerobik yang sering dilakukan bersama banyak orang.
Selain itu, fitness juga bisa berupa jogging, yoga, bersepeda, berenang, atau senam ringan. Jenis aktivitasnya beragam karena tujuannya memang menyentuh kebugaran tubuh secara umum, bukan hanya pembesaran otot.
Fokus fitness mencakup kesehatan jantung, daya tahan tubuh, fleksibilitas, stamina, dan keseimbangan mental. Karena itu, fitness sering dipandang sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang bisa diterapkan lebih luas.
Perbedaan lain terlihat dari tempat pelaksanaannya. Fitness tidak harus dilakukan di gym karena bisa dijalani di rumah, taman, lapangan, jalur jogging, atau ruang terbuka lain.
Artinya, seseorang tetap bisa menjalani gaya hidup fitness tanpa membership gym. Hal yang paling penting adalah konsistensi bergerak dan menjaga kebugaran tubuh secara rutin.
Tujuan latihan menentukan pilihan
Jika tujuan utama seseorang adalah menaikkan massa otot atau membentuk tubuh tertentu, gym cenderung menjadi pilihan yang tepat. Fasilitas alat yang lengkap membuat latihan kekuatan bisa dilakukan secara lebih terukur.
Sebaliknya, jika target utamanya adalah menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, aktivitas fitness sederhana juga bisa memberi manfaat besar. Fitness membantu tubuh tetap aktif dan mendukung kondisi fisik maupun mental.
Melia menegaskan bahwa pilihan antara gym dan fitness bergantung pada kebutuhan tiap individu. Satu orang bisa membutuhkan latihan beban terstruktur, sementara yang lain cukup dengan aktivitas kardio dan latihan kebugaran umum.
Dari sisi peralatan, gym biasanya membutuhkan alat khusus dan teknik penggunaan yang tepat agar aman. Fitness lebih fleksibel karena alatnya bisa sangat sederhana, misalnya skipping rope untuk jump rope, atau bahkan tanpa alat sama sekali tergantung jenis latihannya.
Bukan hanya olahraga, tetapi juga pola makan dan target realistis
Melia juga mengingatkan bahwa aktivitas kebugaran perlu diimbangi pola makan yang teratur. Tanpa pengaturan makan, upaya latihan kerap tidak sejalan dengan target yang ingin dicapai dan bisa memicu stres.
Ia menilai target juga harus realistis agar proses kebugaran terasa menyenangkan. Contoh target yang lebih masuk akal, menurutnya, adalah perubahan berat badan sekitar 1 kilogram dalam sebulan, baik untuk turun maupun naik, dibanding mematok angka yang terlalu tinggi.
Melia menilai kebiasaan membandingkan progres tubuh dengan influencer lain justru bisa menjadi beban. Pendekatan yang lebih sehat adalah menetapkan tujuan pribadi yang bertahap dan sesuai kondisi tubuh masing-masing.
Pengalaman Melia sendiri menunjukkan bahwa kebugaran bukan hanya soal bentuk tubuh. Di tengah kesibukannya sebagai karyawan swasta di salah satu tempat wisata di Kota Yogyakarta, ia tetap datang ke pusat kebugaran enam kali dalam seminggu untuk membentuk massa otot, mengejar bentuk tubuh tertentu, menjaga kebugaran, sekaligus memperluas relasi.
Karena itu, memahami beda gym dan fitness dapat membantu orang memilih jalur yang paling sesuai sejak awal. Gym adalah tempat dengan fokus kuat pada latihan beban dan massa otot, sedangkan fitness adalah aktivitas yang lebih luas untuk menjaga tubuh tetap sehat, aktif, dan bugar.









