Memanfaatkan satu lahan untuk dua komoditas sekaligus menjadi strategi yang terus dipakai petani untuk mengejar produktivitas. Salah satu pola yang masih banyak diterapkan adalah tumpang sari kacang merah dan jagung, karena memberi peluang panen ganda dalam satu musim tanam.
Sistem ini dinilai menarik karena tidak menuntut penambahan luas area pertanian. Dengan pengaturan ruang tanam yang tepat, jagung dan kacang merah dapat tumbuh berdampingan dan memanfaatkan lahan secara lebih efisien dibanding pola tanam tunggal.
Di lapangan, jagung biasanya menempati peran sebagai tanaman utama. Tanaman ini disusun dalam barisan, lalu kacang merah ditanam di sela-sela atau di antara barisan jagung agar keduanya tidak saling berebut ruang tumbuh secara berlebihan.
Pola ini bekerja karena karakter pertumbuhan dua tanaman tersebut saling melengkapi. Jagung tumbuh tinggi dan memanfaatkan ruang vertikal, sedangkan kacang merah berkembang di bagian bawah lahan.
Petani di Kabupaten Kepulauan Tanimbar termasuk yang sudah lama menerapkan sistem tersebut. Mariana Ety mengatakan jagung tumbuh ke atas, sementara kacang merah memanfaatkan ruang di bawahnya sehingga tidak ada lahan yang terbuang percuma jika jarak tanam diatur dengan baik.
Menurut Mariana Ety, praktik menanam jagung dan kacang merah secara bersamaan sudah lama dilakukan di daerahnya. Ia menyebut keduanya bisa ditanam dalam satu lubang atau dipisahkan dengan jarak tertentu, dan tetap dapat tumbuh subur.
Mengapa kombinasi ini banyak dipilih
Selain membuka peluang panen lebih beragam, tumpang sari kacang merah dan jagung juga disebut memiliki manfaat agronomis. Keberadaan dua jenis tanaman dalam satu hamparan dapat membantu menekan pertumbuhan gulma, meningkatkan pemanfaatan unsur hara, dan menciptakan lingkungan budidaya yang lebih beragam.
Kacang merah juga memberi nilai tambah dari sisi kesuburan tanah. Sebagai tanaman legum, kacang merah memiliki kemampuan membentuk bintil akar yang bekerja sama dengan bakteri pengikat nitrogen sehingga dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
Perbedaan bentuk tajuk dan arah pertumbuhan ikut mengurangi persaingan antartanaman dalam memperoleh cahaya matahari. Karena itu, sistem ini cukup populer di berbagai daerah sentra pertanian Indonesia.
Sistem tumpang sari juga dinilai relevan untuk lahan terbatas. Setiap bagian lahan bisa dimanfaatkan lebih optimal, sehingga petani berpeluang mendapatkan hasil dari lebih dari satu komoditas dalam satu musim tanam.
Tahapan budidaya di lahan yang sama
Penerapan sistem ini dimulai dari persiapan lahan yang menyeluruh. Lahan perlu dibersihkan dari sisa tanaman musim sebelumnya, gulma, semak, dan benda lain yang dapat menghambat pertumbuhan.
Setelah itu, tanah diolah hingga gembur dengan cangkul atau alat pertanian lain. Kondisi tanah yang gembur membantu perkembangan akar, sirkulasi udara dalam tanah, serta penyerapan air dan unsur hara.
Pada tahap awal ini, petani juga dapat menambahkan pupuk kandang atau kompos matang. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanah sebelum penanaman dimulai.
Mariana Ety menekankan pentingnya kebersihan lahan sejak awal. Menurut dia, lahan harus dibersihkan dan digemburkan dengan baik agar pertumbuhan jagung maupun kacang merah tidak terganggu.
Sesudah lahan siap, petani membuat barisan tanam untuk jagung. Pengaturan jarak tanam menjadi bagian penting karena menentukan apakah kedua komoditas dapat tumbuh seimbang tanpa persaingan berlebihan.
Jagung umumnya ditanam lebih dahulu sebagai tanaman utama. Benih jagung dimasukkan ke lubang tanam yang sudah disiapkan, lalu ditutup dengan tanah tipis agar perkecambahan berlangsung baik.
Pemilihan benih yang bagus ikut memengaruhi hasil. Mariana Ety mengatakan petani di daerahnya biasa menyimpan sebagian hasil panen jagung dan kacang merah untuk dijadikan bibit.
Setelah jagung ditanam, kacang merah ditempatkan di sela-sela barisan sesuai pola yang direncanakan. Di beberapa daerah, penanaman dilakukan bersamaan, sementara di tempat lain kacang merah ditanam beberapa hari setelah jagung mulai tumbuh.
Mariana Ety menyebut jagung dan kacang merah bisa ditanam bersamaan atau dipisah dengan jarak. Ia juga menjelaskan bahwa setelah lahan siap, jagung dan kacang merah ditanam masing-masing tiga butir agar panennya bisa bersamaan.
Perawatan hingga masa panen
Beberapa hari setelah tanam, petani perlu memeriksa benih yang tidak tumbuh atau tanaman muda yang rusak. Jika ditemukan kekosongan, penyulaman harus segera dilakukan agar populasi tanaman tetap ideal.
Penyiangan juga perlu dilakukan rutin sejak tanaman masih muda. Gulma dapat memicu persaingan dalam mendapatkan air, cahaya matahari, dan unsur hara, serta membuka peluang munculnya hama dan penyakit.
Tahap akhir adalah panen sesuai umur tanaman. Kacang merah biasanya dapat dipanen lebih dahulu atau hampir bersamaan dengan jagung, bergantung pada varietas dan waktu tanam yang digunakan.
Setelah panen, sisa tanaman masih bisa dimanfaatkan. Bagian sisa budidaya dapat dijadikan bahan organik atau pakan ternak sehingga seluruh hasil dari satu hamparan lahan tetap bernilai guna.
