Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB SMA 2026 mulai dibuka hari ini, 15 Juni 2026, di sejumlah provinsi di Indonesia. Tahap awal ini menjadi penentu karena calon murid harus segera menyiapkan akun, dokumen, dan memilih jalur yang sesuai agar tidak tertinggal jadwal seleksi.
SPMB kini menjadi mekanisme baru yang menggantikan PPDB untuk penerimaan murid baru. Prosesnya umumnya berlangsung secara daring melalui portal resmi pemerintah daerah, meski beberapa wilayah tetap menyiapkan layanan luring bagi pendaftar yang mengalami kendala akses internet.
Bagi calon peserta didik SMA, hal paling penting yang perlu dipahami adalah bahwa SPMB tidak hanya soal tanggal pembukaan pendaftaran. Proses ini terdiri dari beberapa tahapan berurutan, mulai dari pembuatan akun hingga daftar ulang setelah dinyatakan lolos.
Secara umum, tahapan pertama adalah pengajuan akun pada portal SPMB daerah masing-masing. Pada tahap ini, calon murid biasanya diminta memasukkan data dasar seperti NISN, NIK, dan tanggal lahir, lalu mencetak bukti ajuan akun.
Tahap berikutnya adalah verifikasi dan aktivasi akun. Calon murid harus memeriksa kesesuaian data serta mengunggah berkas persyaratan administrasi yang dibutuhkan agar akun bisa digunakan untuk mendaftar.
Setelah akun aktif, pendaftar dapat masuk kembali ke sistem untuk memilih jalur penerimaan dan sekolah tujuan. Jalur yang tersedia secara umum meliputi domisili atau zonasi, afirmasi, prestasi, dan mutasi, dengan syarat dokumen yang berbeda pada masing-masing jalur.
Sesudah pendaftaran masuk, panitia akan melakukan verifikasi lanjutan dan seleksi sesuai kriteria jalur yang dipilih. Hasil seleksi kemudian diumumkan mengikuti jadwal resmi di tiap daerah.
Calon murid yang dinyatakan diterima wajib melanjutkan ke tahap daftar ulang. Pada tahap ini, peserta biasanya harus menyerahkan bukti kelulusan dan melengkapi berkas fisik di sekolah tujuan.
Jadwal penting di DKI Jakarta
Di DKI Jakarta, pendaftaran SPMB SMA 2026 dimulai pada 15 Juni 2026 melalui jalur afirmasi. Calon murid baru wajib berdomisili di Jakarta dan tercatat dalam Kartu Keluarga paling lambat 15 Juni 2025.
Persyaratan umum lainnya adalah tidak sedang terdaftar sebagai siswa aktif di jenjang SMA, baik negeri maupun swasta. Batas usia peserta juga ditetapkan tidak lebih dari 21 tahun pada 1 Juli 2026.
Dokumen yang perlu disiapkan di Jakarta antara lain Kartu Keluarga, nilai rapor kelas 7 sampai kelas 9 semester satu, poster rapor pendidikan sekolah, dan surat pertanggungjawaban mutlak keabsahan dokumen. Kelengkapan berkas menjadi bagian penting karena akan memengaruhi proses verifikasi.
Jalur afirmasi di Jakarta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kelompok itu meliputi anak panti dan anak tenaga kesehatan yang meninggal dalam penanganan Covid-19, penyandang disabilitas, serta pemegang kartu anak Jakarta seperti KJP Plus, Mitra Trans Jakarta, KJP, dan PIP.
Untuk penyandang disabilitas, pendaftaran dibuka pada 15 Juni serta 17 sampai 18 Juni 2026. Sementara itu, jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik, dibuka serentak pada 15 hingga 18 Juni 2026.
Jalur domisili di Jakarta dibuka pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026. Adapun jalur mutasi berlangsung pada 15 hingga 30 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan verifikasi dokumen.
Sebelum masa pendaftaran utama, prapendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026 untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK telah berlangsung melalui portal Sidanira. Tahap ini dibuka sejak 19 Mei 2026 pukul 08.00 WIB dan ditutup pada 10 Juni 2026 pukul 12.00 WIB.
Jakarta juga memperkenalkan program SPMB Bersama 2026. Program ini memberi akses pendidikan di sekolah swasta tanpa biaya bagi calon peserta didik dari keluarga penerima bantuan sosial di Ibu Kota.
Linimasa di daerah lain
Di Jawa Barat, pendaftaran SPMB 2026 Tahap 1 dimulai pada 15 Juni 2026. Untuk SMA, kuota dibagi ke jalur domisili 35 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.
Registrasi dan verifikasi dokumen Tahap 1 di Jawa Barat berlangsung pada 15 sampai 19 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 24 Juni 2026, sedangkan daftar ulang pada 26 sampai 29 Juni 2026.
Tahap 2 di Jawa Barat berlangsung mulai 30 Juni sampai 6 Juli 2026 untuk registrasi dan verifikasi dokumen. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 10 Juli 2026, lalu daftar ulang pada 13 sampai 14 Juli 2026.
Di Sumatera Barat, pendaftaran dibagi menjadi tiga tahap. Tahap 1 untuk afirmasi dan mutasi berlangsung 22 sampai 23 Juni 2026, Tahap 2 untuk prestasi akademik dan nonakademik pada 27 sampai 29 Juni 2026, dan Tahap 3 jalur domisili pada 3 sampai 5 Juli 2026.
Sulawesi Utara memulai pendaftaran SPMB SMA/SMK 2026 lebih awal, yakni sejak 2 Juni 2026. Batas pendaftaran ditetapkan sampai 24 Juni 2026, pengumuman pada 26 Juni 2026, dan lapor diri pada 29 Juni sampai 3 Juli 2026.
Di Riau, aktivasi akun dan persiapan dimulai pada 8 Juni 2026 pukul 08.00 WIB. Pendaftaran negeri dibuka 10 Juni 2026 pukul 08.00 WIB sampai 19 Juni 2026 pukul 13.00 WIB, sedangkan pendaftaran swasta berlangsung 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB sampai 26 Juni 2026 pukul 12.00 WIB.
Lampung juga menerapkan alur daring yang menitikberatkan pada ajuan pendaftaran online, pemilihan sekolah tujuan, verifikasi oleh operator sekolah, dan pengecekan hasil seleksi. Banten pun menjalankan pendaftaran secara daring dengan opsi luring jika ada kendala teknis.
Di Banten, calon murid harus menyiapkan dokumen seperti ijazah atau surat keterangan lulus, akta kelahiran atau surat keterangan lahir, foto berwarna latar merah, serta foto selfie di depan rumah domisili dengan fitur geotagging. Untuk jalur prestasi akademik SMA Negeri, calon murid dapat memilih dua satuan pendidikan dengan urutan prioritas dan bisa mengganti pilihan satu kali dalam sehari selama masa pendaftaran, kecuali pada jalur mutasi.







