Tekanan Pelemahan Ekonomi Zona Euro Dorong Euro ke Level Rendah
Mata uang Euro mengalami tekanan kuat akibat tanda-tanda pelemahan ekonomi Zona Euro. Penurunan pesanan pabrik Jerman bulan Agustus sebesar -0,8% m/m mengecewakan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 1,2%. Kondisi ini menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi terbesar di Eropa.
Penurunan pesanan pabrik Jerman mencerminkan melemahnya permintaan industri yang berpotensi menekan kinerja ekonomi kawasan. Data tersebut menjadi sentimen negatif bagi euro, terutama terhadap dolar AS yang justru menunjukkan penguatan dalam periode yang sama.
Gejolak Politik di Perancis Menambah Ketidakpastian Ekonomi
Selain faktor ekonomi, gejolak politik di Perancis semakin membebani daya tarik Euro. Pengunduran diri Perdana Menteri Lecornu setelah reshuffle kabinet oleh Presiden Macron menimbulkan kekhawatiran pasar terkait stabilitas politik. Kondisi ketidakpastian ini berpotensi mengganggu rencana reformasi dan pemulihan ekonomi di negara tersebut.
Situasi politik yang tidak stabil di Perancis menjadi katalis negatif terhadap Euro, yang juga berimbas pada sentiment investor yang lebih memilih aset aman seperti Dolar AS. Ketidakpastian ini diperkirakan akan berlanjut hingga keputusan kebijakan lebih lanjut dari Uni Eropa dan Pemerintah Perancis.
Penguatan Dolar AS Makin Menggerus Euro
Dolar AS terus menguat, didukung oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang ketat dari Federal Reserve. Penguatan ini semakin menekan pasangan mata uang EUR/USD, yang pada perdagangan terakhir tercatat turun 0,47% ke level 1.1658. Kondisi ini memperlihatkan daya saing Euro yang menurun sebagai aset investasi.
Kombinasi pelemahan ekonomi Eurozone dan penguatan Dolar memperburuk posisi Euro. Pasar kini fokus pada kemungkinan penurunan suku bunga oleh European Central Bank (ECB) yang dinilai sangat kecil, hanya sekitar 1% untuk penurunan sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya.
Prediksi Pergerakan EUR/USD di Pasar Forex
Analisis dari Vibiz Research Center memperkirakan pasangan mata uang EUR/USD masih berada dalam tekanan bearish untuk jangka pendek. Support utama diperkirakan berada di kisaran 1.1632 hingga 1.1606. Jika support ini gagal dijaga, penurunan lebih lanjut kemungkinan terjadi.
Namun, jika ada sentimen positif yang mampu mendorong Euro kembali menguat, resistance terdekat akan berada pada level 1.1700 sampai 1.1742. Pergerakan ini bergantung pada dinamika geopolitik di Perancis dan data ekonomi mendatang dari Zona Euro serta kebijakan moneter AS.
Rekomendasi Trading EUR/USD untuk Trader
- Waspadai potensi tekanan jual yang muncul akibat risiko ketidakpastian politik di Perancis dan data ekonomi yang cenderung melemah.
- Perhatikan level support kritis pada 1.1632 dan 1.1606 sebagai titik potensi rebound atau breakdown.
- Manfaatkan resistance 1.1700 sampai 1.1742 sebagai target level jika kondisi pasar membaik.
- Pantau kebijakan ECB dan komentar pejabat penting dari Zona Euro untuk indikasi kebijakan suku bunga dan stimulus.
- Tetap waspada terhadap perubahan sentimen pasar akibat data ekonomi AS yang dapat memperkuat Dolar lebih jauh.
Mengingat kondisi saat ini, para pelaku pasar disarankan untuk bersikap hati-hati dan menyesuaikan strategi trading pada volatilitas yang tinggi. Faktor-faktor fundamental yang melemahkan Euro diperkirakan akan menjadi penentu tren hingga ada perkembangan signifikan yang dapat mengubah sentimen pasar.
Informasi ini penting untuk menjadi bahan pertimbangan bagi trader dalam mengambil keputusan di pasar forex, terutama pada pasangan EUR/USD yang kini menghadapi tekanan ganda dari pelemahan ekonomi dan tekanan politik serta penguatan mata uang Dolar AS.
Baca selengkapnya di: vibiznews.com