Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) telah menetapkan enam rekomendasi strategis sebagai hasil dari Summit Summary untuk periode 2025-2028. Penetapan rekomendasi ini dilakukan dalam rangka menguatkan peran dokter NU dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Ketua PDNU, dr. Muhammad S. Niam, menegaskan pentingnya pengabdian dokter NU yang dilandasi oleh ketulusan dan empati. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal pengobatan, melainkan juga tindakan yang bernilai ibadah dan amal jariyah. Berikut ini adalah enam rekomendasi utama yang dihasilkan melalui forum tersebut.
6 Rekomendasi Utama PDNU pada Summit Summary 2025
-
Pemerintah pusat dan daerah, termasuk DPR, DPD, kementerian, dan lembaga terkait kesehatan serta ketahanan nasional, diminta meningkatkan keterbukaan dan sinergi dengan PDNU. Tujuannya agar visi ketahanan nasional yang melibatkan kesehatan dapat tercapai secara optimal.
-
Dukungan BPJS Kesehatan terhadap ketahanan kedokteran nasional harus diperkuat sehingga lebih komprehensif dan berkelanjutan. Hal ini penting supaya sistem kesehatan nasional bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan baik.
-
Fungsi promotif dan preventif BPJS perlu dikembangkan lebih jauh dengan mengintegrasikan kedokteran presisi berbasis genomika. Pendekatan ini didasari oleh evidence-based service development untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
-
Semua pihak terkait diimbau mendukung kemajuan riset, penggunaan klinis, dan regulasi pada teknologi kesehatan mutakhir seperti sel punca, metabolit, dan rekayasa jaringan tubuh. Perkembangan ini dianggap krusial bagi kemajuan kedokteran di Indonesia.
-
Pemanfaatan teknologi robotik dalam bidang kedokteran dinilai mampu meningkatkan mutu layanan secara signifikan. Penggunaan robotik juga diharapkan menjadi solusi strategis untuk layanan bedah presisi di ribuan pulau berpenghuni di Nusantara.
- Peran Syuriah dan Tanfidziah di semua tingkatan pengurus NU menjadi titik penting dalam mendukung program PDNU. Sinergi ini meliputi pengembangan fikih kedokteran, kedokteran aswaja, dan ketahanan kesehatan nasional secara lebih terintegrasi.
5 Rencana Tindak Lanjut Pasca-Summit untuk Periode 2025-2028
Selain merekomendasikan enam poin strategis, PDNU juga menyusun lima langkah konkret sebagai rencana tindak lanjut. Langkah ini akan fokus pada implementasi program kerja dan kolaborasi multi-stakeholder.
-
PDNU akan terus mempererat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS RI). Tujuannya untuk meningkatkan kontribusi dokter NU dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis kesehatan.
-
PDNU berkomitmen bekerja sama dengan lembaga riset dan institusi kompeten dalam penelitian serta inovasi kedokteran presisi. Fokus riset mencakup genomik, teknologi sel punca, robotik, obat halal, dan pengembangan Aswaja medicine.
-
Kajian mendalam serta aksi implementatif akan dilakukan untuk mengembangkan kedokteran aswaja yang selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah ini penting agar praktik kedokteran islami terus relevan di tengah perubahan zaman.
-
Dokter NU didorong menjadi fasilitator dalam literasi genomik di tengah masyarakat. Mereka juga dipersiapkan untuk memegang peran sebagai genetic counsellor sesuai dengan kompetensinya guna memberikan pelayanan yang tepat dan bertanggung jawab.
- PDNU akan membuat rencana kerja terperinci pasca-summit yang meliputi target waktu, program kerja, dan penanggung jawab. Seluruh perangkat organisasi PDNU di semua tingkat akan digerakkan untuk merealisasikan rencana tersebut secara sistematis.
dr. Muhammad S. Niam menegaskan bahwa keberadaan dokter NU adalah untuk melayani umat dengan penuh cinta dan ibadah. Sinergi antara pengurus NU, pemerintah, dan lembaga terkait menjadi kunci utama agar rekomendasi dan rencana tindak lanjut ini bisa terimplementasi secara efektif.
Eksistensi PDNU dalam upaya membangun ketahanan kesehatan nasional kini semakin jelas melalui rekomendasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tantangan di bidang kesehatan. Dukungan berbagai pihak mutlak dibutuhkan agar layanan kesehatan berbasis basis riset dan nilai-nilai keagamaan dapat terpadu dengan baik.
Rencana tindak lanjut perhimpunan juga membuka peluang bagi dokter NU untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas. Dengan perencanaan yang matang, PDNU diharapkan dapat berkontribusi lebih nyata dalam pembangunan kesehatan nasional dan menjaga nilai-nilai keislaman dalam praktik kedokteran modern.
Baca selengkapnya di: www.nu.or.id