
Malang memiliki reputasi sebagai kota dengan kuliner bakso yang tak tertandingi. Setiap sudutnya menyuguhkan varian bakso dari resep legendaris sampai inovasi kekinian yang viral di media sosial. Artikel ini memberi rekomendasi sembilan bakso terenak di Malang yang wajib dicicipi, mulai dari warung legendaris hingga modern yang sedang hits.
Daftar berikut diambil dari pelaku usaha bakso yang telah bertahun-tahun memikat lidah para pencinta kuliner. Informasi mencakup rasa, keunikan, lokasi, hingga kisah perjalanan setiap warung. Cari tahu juga bakso mana yang layak masuk daftar kunjungan saat wisata ke Malang.
1. Bakso Solo Kidul Pasar
Bakso Solo Kidul Pasar menempati posisi istimewa di kalangan pencinta bakso klasik Malang. Kuah bening dengan rasa kaldu yang gurih serta isian lengkap seperti bakso halus, urat, tahu, pangsit hingga gorengan, membuatnya selalu ramai pengunjung. Suasana warung sederhana dengan nuansa jadul menambah nilai nostalgia yang sulit ditemui di tempat lain. Harga per porsi terjangkau dan pelayanan tetap cepat bahkan ketika antrean mengular.
2. Bakso President
Bakso President sudah lama menyandang status kuliner legendaris kota Malang. Lokasinya yang berada tepat di samping rel kereta api menambah kesan unik bagi setiap pelanggan. Pengunjung dapat menikmati bakso sambil merasakan getaran kereta yang lewat hanya beberapa meter dari tempat duduk mereka. Menu sangat lengkap, mulai dari bakso halus, urat, telur, hingga bakso bakar dan goreng udang, layak dicoba demi pengalaman kuliner otentik.
3. Bakso Bakar Pak Man
Bakso bakar pertama di Malang lahir dari tangan Bakso Bakar Pak Man. Warung ini dikenal sebagai pelopor bakso bakar dengan bumbu kecap pedas khas yang meresap hingga ke bagian terdalam bakso. Ukurannya kecil namun aroma smokey dan cita rasa pedas, manis, serta gurih membuat pelanggan biasa memesan hingga sepuluh butir sekaligus. Selain bakso, tersedia tahu dan soun yang bisa diambil sepuasnya tanpa biaya tambahan.
4. Bakso Duro Kepanjen
Bakso Duro Kepanjen jadi pilihan tepat bagi yang berburu kuliner legendaris di selatan Malang. Ciri khasnya terletak pada kuah kental dan rasa gurih yang konsisten sejak lama. Pengunjung bisa memilih porsi jumbo jika ingin merasakan sensasi kenyang maksimal. Warung ini selalu ramai saat jam makan, diburu masyarakat lokal maupun wisatawan.
5. Bakso Sumsum Cak Hadi
Sejak awal dua ribuan, Bakso Sumsum Cak Hadi tak pernah kehilangan pelanggan setia. Awalnya Cak Hadi berjualan keliling sebelum akhirnya membuka warung tetap di Singosari. Setiap butir bakso dibuat dari daging sapi pilihan dengan kuah kaldu gurih yang kuat rasanya. Menu disajikan per item dengan harga ekonomis tanpa menurunkan kualitas, membuatnya dapat diakses oleh berbagai kalangan.
6. Bakso Sudi Mampir
Bakso Sudi Mampir populer karena tekstur baksonya yang lembut dan kuah kaldu yang kuat. Inovasi menu seperti bakso goreng renyah dan tahu coklat besar menjadi favorit pelanggan, termasuk para pelajar dan pekerja. Selain bakso, penikmat kuliner bisa memilih tambahan siomay, mie kuning, mie putih, serta keripik usus yang renyah sebagai temannya.
7. Bakso Bakar Trowulan
Di kawasan Lowokwaru, Bakso Bakar Trowulan menghidupkan sensasi baru dengan bakso bakar bumbu pedas manis yang nikmat. Meski dibakar, teksturnya tetap empuk dan rasa dagingnya kuat. Harga terjangkau serta pilihan menu lain seperti bakso kuah, tahu, dan siomay membuat tempat ini selalu padat pengunjung.
8. Bakso Damas
Bagi pencinta bakso dengan sensasi self-service, Bakso Damas tidak boleh dilewatkan. Konsep prasmanannya memungkinkan pelanggan memilih sendiri isian sesuai selera. Pilihannya sangat variatif, mulai dari bakso urat, telur puyuh, siomay udang, jeroan, hingga aneka gorengan. Kombinasi ini memberi pengalaman makan yang seru dan hemat.
9. Bakso Mercon Cak Kar
Bakso Mercon Cak Kar menjadi primadona di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari dengan menu bakso berisi cabai super pedas. Berdiri sejak dekade sembilan puluhan, warung ini terus berinovasi lewat menu seperti bakso isi keju, telur puyuh, gulai, sampai lobster. Karsono, pemiliknya, terkenal aktif memanfaatkan media sosial untuk promosi hingga membuat warung ini kerap viral.
Berikut ringkasan daftar 9 bakso terenak di Malang beserta alamat dan harga rata-rata:
- Bakso Solo Kidul Pasar – Jalan Halmahera No. 12A, Kasin, Klojen (Rp22.000 – Rp24.000)
- Bakso President – Jalan Batanghari, Rampal Celaket, Klojen (Rp20.000 – Rp54.000)
- Bakso Bakar Pak Man – Jalan Diponegoro No. 19, Klojen (Rp3.500 – Rp52.500)
- Bakso Duro Kepanjen – Jalan Panglima Sudirman, Kepanjen (Rp10.000 – Rp25.000)
- Bakso Sumsum Cak Hadi – Jalan Kartanegara No. 117, Singosari (Rp500 – Rp4.000 per item)
- Bakso Sudi Mampir – Jalan S. Supriadi No. 36, Sukun (Rp1.000 – Rp8.000)
- Bakso Bakar Trowulan – Jalan C. Trowulan No. 65, Lowokwaru (Rp3.500)
- Bakso Damas – Jalan Soekarno-Hatta No. 75–74, Lowokwaru (Rp1.000 – Rp5.000 per item)
- Bakso Mercon Cak Kar – KEK Singhasari, Singosari (Rp25.000 – Rp30.000)
Setiap warung di atas memiliki keunikan tersendiri baik dari segi rasa, inovasi menu, hingga suasana tempatnya. Beberapa warung bahkan sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan tetap konsisten menjaga cita rasa khas yang membuat pelanggan lama tetap setia. Pilihan bakso di Malang tak hanya menawarkan rasa yang kaya, tapi juga pengalaman kuliner yang berbeda pada setiap kunjungan.
Kombinasi antara bakso klasik dan kekinian yang unik memperlihatkan betapa Malang layak dijuluki surga bakso sejati di Indonesia. Setiap rekomendasi dipilih berdasarkan data aktual mengenai kelezatan rasa, popularitas, keunikan, dan tingkat kunjungan pelanggan. Wisata kuliner bakso di Malang pun menjadi salah satu destinasi utama yang wajib dicoba bagi siapa pun yang mengunjungi kota ini.
Bagi para wisatawan dan pencinta kuliner, mencatat dan mengunjungi sembilan tempat bakso legendaris hingga kekinian ini dapat menjadi pengalaman seru yang tidak terlupakan selama berada di Malang. Pilih dan cicipi sendiri mana bakso yang layak disebut paling nikmat, serta rasakan langsung ragam cita rasa khas yang hanya bisa ditemukan di Kota Malang.
Baca selengkapnya di: www.malangtimes.com




