Menikmati Kuliner dan Sejarah: 5 Tempat Sarapan Legendaris Dekat Stasiun Bogor yang Wajib Coba

Pagi di Bogor selalu menyambut pendatang dengan hawa sejuk, kabut tipis, dan cerita-cerita kuliner yang hidup hingga kini. Tidak heran jika banyak pelancong yang turun dari kereta di Stasiun Bogor langsung mencari sarapan legendaris yang mudah dijangkau dan penuh sejarah.

Berbagai warung makan di sekitar stasiun bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang perjalanan panjang menjaga cita rasa khas Bogor. Sarapan di sini menjadi pengalaman yang membawa kita menyelami warisan kuliner dan merasakan denyut kehidupan kota dari masa ke masa. Berikut lima tempat sarapan legendaris dekat Stasiun Bogor yang layak ditelusuri untuk memulai hari dengan penuh energi.

1. Toge Goreng H. Gebro: Ikon Kuliner Sejak Puluhan Tahun

Warung Toge Goreng H. Gebro terletak di Jalan Pengadilan, dekat Pasar Anyar, dan termasuk salah satu legenda kuliner Bogor. Usaha keluarga ini sudah berdiri sejak tahun 1940-an dan tetap setia menyajikan toge goreng dengan resep tradisional hingga kini.

Setiap porsi berisi tauge lokal segar, ketupat, tahu goreng, mie kuning, dan disiram bumbu tauco khas Bogor yang pekat. Semua itu dibalut proses pembuatan ala warung lama, termasuk penggunaan daun patat sebagai pembungkus makanan untuk dibawa pulang. Menurut Anwar, generasi ketiga pengelola, keaslian rasa tetap dijaga dengan proses yang tak banyak berubah sejak dulu. Dengan harga sekitar Rp15.000, warung ini hanya berjarak sekitar 8 sampai 12 menit berjalan kaki dari Stasiun Bogor.

Banyak pelanggan lebih memilih datang sebelum pukul 09.00 pagi supaya masih bisa menikmati suasana sejuk dan ketenangan di sekitar pasar sebelum mulai ramai. Warung ini menjadi saksi sejarah perubahan kota, namun kelezatan toge goreng yang ditawarkan seolah menolak dilupakan waktu.

2. Mi Kocok Mawar: Nikmat Berkuah Hangat di Pagi Hari

Tidak jauh dari stasiun, persis di Jalan Dr. Sumeru Nomor 2, berdiri Warung Mi Kocok Mawar. Berdiri sejak era 1970-an, warung ini dikenal sebagai penyaji mi kocok legendaris yang ramai dipadati pelanggan pagi hari.

Semangkuk mi kocok di sini berisi mi kuning, tauge, sawi hijau, kikil, bakso, daging sapi, dan kuah bening kaldu yang kaya cita rasa. Resep turun-temurun membuat pelanggan selalu kembali untuk merasakan cita rasa klasik yang tak berubah. Sari, pelayan yang sudah bekerja 15 tahun di sini, menyebut kunci mereka terletak pada konsistensi dan rasa autentik. Cukup berjalan kaki sekitar lima menit dari stasiun, pengunjung sudah dapat menikmati sajian hangat di tengah udara pagi khas Bogor.

3. Doclang 405: Sarapan Setiap Waktu untuk Si Pagi dan Begadang

Bagi pelancong yang tiba dini hari atau pekerja yang baru usai shift malam, Doclang 405 di Jalan Veteran adalah andalan. Warung ini buka 24 jam nonstop dan menawarkan doclang, salah satu variasi kupat tahu khas Bogor.

Seporsi doclang terdiri dari ketupat yang dibungkus daun patat, tahu kuning, kentang rebus, dan siraman bumbu kacang kental. Menurut Budi, manager Doclang 405, jam buka tanpa henti menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang membutuhkan asupan energi di awal atau akhir hari. Harga seporsinya berkisar antara Rp11.000 hingga Rp14.000, dengan lokasi tidak jauh dari stasiun, hanya perlu waktu jalan kaki lima sampai sepuluh menit.

4. Mie Ayam Bakso Gang Ambi: Sarapan Cepat untuk Pekerja dan Komuter

Bagi yang mencari pilihan sarapan sederhana dan cepat, ada Mie Ayam Bakso Gang Ambi di Jalan Merdeka, tepatnya di Gang Ambi II. Tempat makan ini populer di kalangan komuter yang terbiasa mengejar jadwal pagi, berkat kecepatan penyajian makanan.

Mie ayam dan bakso pangsit menjadi pilihan utama, diolah dengan bumbu khas dan harga terjangkau. Rina, pemilik warung, menyebut banyak pelanggannya adalah pekerja yang setiap hari berangkat dari Stasiun Bogor. Hanya butuh waktu tiga sampai lima menit berjalan kaki dari stasiun untuk sampai ke warung ini dan menyantap sarapan tanpa harus menunggu lama.

5. Soto Daging Mang Bonin: Kenikmatan Kuah Bening di Pagi Sejuk

Pilihan lain untuk sarapan yang kaya, mengenyangkan namun tidak terlalu berat adalah Soto Daging Mang Bonin. Beralamat di Jalan Semboja Nomor 38, soto daging di warung ini dikenal berkuah bening dengan aroma kaldu sapi yang menenangkan.

Disajikan bersama potongan daging sapi dan kroket, pilihan ini cocok untuk yang ingin menghindari menu berminyak di pagi hari. Jarak tempuh menuju warung sekitar tujuh hingga sepuluh menit jalan kaki dari Stasiun Bogor, menjadikannya favorit warga dan pelancong mengawali aktivitas.

Tips Menikmati Sarapan Legendaris di Dekat Stasiun Bogor

Agar pengalaman sarapan makin maksimal, simak beberapa tips berikut:

  1. Datang sebelum jam sepuluh pagi untuk mendapatkan suasana tenang seperti saran Andi, pemandu wisata kuliner Bogor.
  2. Gunakan jaket ringan untuk menghadapi udara pagi Bogor yang sejuk.
  3. Siapkan uang tunai kecil karena sebagian besar warung berskala tradisional.
  4. Ajak teman atau keluarga, sebab makan bersama akan menambah kehangatan suasana.
  5. Coba lebih dari satu tempat untuk membandingkan keunikan dan cita rasa setiap warung.

Kelima tempat sarapan legendaris ini tidak hanya menawarkan cita rasa otentik, tetapi juga mengajak kita untuk ikut menjaga warisan budaya dan identitas kota Bogor. Setiap suapan dari warung-warung ini adalah kisah panjang tentang ketekunan, inovasi, dan kepercayaan yang telah diwariskan lintas generasi.

Pengalaman kuliner pagi hari di sekitar Stasiun Bogor pun menjanjikan cerita baru dengan rasa lama yang tak lekang oleh waktu. Pada akhirnya, mencicipi kuliner legendaris di Bogor bukan sekadar mengisi perut, melainkan juga menelusuri jejak sejarah kota melalui makanan yang tetap lestari generasi demi generasi.

Baca selengkapnya di: www.metrotvnews.com

Berita Terkait

Back to top button