5 Obat Saraf Kejepit Paling Ampuh di Apotek, Ini Penjelasan dan Cara Pakainya

Saraf kejepit merupakan istilah populer untuk kondisi medis yang dikenal sebagai Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Kondisi ini terjadi ketika saraf mendapat tekanan dari jaringan di sekitarnya, sehingga menimbulkan nyeri hebat hingga kesemutan dan kelemahan pada area tubuh tertentu. Banyak pasien mencari solusi cepat dan aman untuk meredakan keluhan saraf kejepit tanpa mengganggu aktivitas harian. Mengonsumsi obat yang tepat dari apotek menjadi langkah efektif untuk meredakan gejala, mendukung kualitas hidup, dan membantu proses pemulihan.

Penggunaan obat saraf kejepit tidak boleh sembarangan karena setiap jenis obat memiliki manfaat, aturan pakai, hingga efek samping tersendiri. Oleh karena itu, penting bagi penderita untuk mengetahui rekomendasi obat yang aman dan terbukti efektif berdasarkan data medis yang valid. Berikut lima obat saraf kejepit yang bisa didapatkan di apotek, lengkap dengan kegunaan, kandungan, dan panduan penggunaannya.

1. Neuralgin Rx 10 Kaplet

Neuralgin Rx menjadi salah satu pilihan utama untuk meredakan nyeri saraf kejepit. Obat ini mengandung Metampiron dari golongan NSAID yang efektif mengurangi nyeri ringan hingga berat sekaligus sebagai antiinflamasi. Selain itu, terdapat kombinasi vitamin B1, B6, dan B12 yang berperan penting menjaga fungsi dan kesehatan sistem saraf. Kombinasi tersebut tidak hanya meredakan nyeri, tetapi juga membantu proses regenerasi sel saraf yang rusak.

Neuralgin Rx juga sering digunakan untuk menangani gejala osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Dosis yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 kaplet sebanyak tiga kali sehari. Bagi penderita masalah darah seperti leukopenia, agranulositosis, atau memiliki luka saluran cerna, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai obat ini. Adapun harga Neuralgin Rx di apotek dimulai dari Rp15.100 per strip.

2. Voltaren Emulgel 10 g

Voltaren Emulgel adalah obat topikal berbentuk gel yang mengandung Diclofenac Diethylamine 1%, termasuk dalam kelompok NSAID. Obat ini bekerja langsung meredakan peradangan dan nyeri di area otot atau sendi yang mengalami tekanan atau cedera. Cara penggunaan Voltaren Emulgel cukup mudah, yaitu dengan mengoleskan secukupnya pada area yang sakit tiga hingga empat kali dalam sehari, lalu pijat perlahan sampai gel diserap kulit.

Voltaren Emulgel tidak dianjurkan digunakan pada area luka terbuka, mata, atau selaput lendir. Bagi ibu hamil dan menyusui, perlu konsultasi ke dokter sebelum pemakaian. Harga Voltaren Emulgel berkisar mulai dari Rp70.700 per tube dengan nomor registrasi resmi BPOM untuk menjamin keamanannya.

3. Eperison 50 mg 10 Tablet

Eperison merupakan relaksan otot yang bekerja dengan melemaskan otot rangka dan menekan kontraksi otot. Cara kerja obat ini efektif mengurangi nyeri pada saraf kejepit akibat spasme atau kejang otot yang sering menyertai kondisi ini. Selain itu, eperison membantu meredakan ketegangan pada otot-otot sekitar saraf sehingga peradangan bisa lebih cepat pulih.

Penggunaan obat ini hanya dianjurkan sebanyak tiga kali sehari setelah makan. Anak-anak tidak direkomendasikan mengonsumsi Eperison karena aspek keamanan yang belum terbukti. Penderita penyakit myasthenia gravis harus menghindari obat ini karena bisa memperparah gejala. Harga Eperison mulai dari Rp27.100 per strip.

4. Myonal 50 mg 10 Tablet

Myonal mengandung tolperison yang juga termasuk relaksan otot rangka. Obat ini diresepkan dokter untuk membantu mengatasi nyeri akibat saraf kejepit dan untuk mengurangi ketegangan otot. Penggunaan Myonal sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter, umumnya tiga kali satu tablet per hari.

Pasien dengan gangguan fungsi hati atau hipersensitif terhadap kandungan Myonal harus berhati-hati. Apabila dalam beberapa hari pemakaian rasa nyeri tidak kunjung membaik, harus segera konsultasi ulang ke dokter. Harga Myonal di apotek mulai dari Rp108.600 per strip dan telah memiliki izin edar BPOM.

5. Celecoxib 200 mg 10 Kapsul

Celecoxib adalah NSAID selektif yang bekerja dengan menghambat enzim COX-2 sehingga mengurangi peradangan dan nyeri pada saraf yang tertekan. Selain digunakan untuk kasus saraf kejepit, dokter juga meresepkan celecoxib untuk penderita osteoarthritis, gout arthritis, dan rheumatoid arthritis.

Dosis dan aturan minum celecoxib harus mengikuti petunjuk dokter karena potensi interaksi dengan obat lain seperti Bisoprolol, Captopril, atau Aspirin yang dapat menyebabkan efek samping. Jika mengalami ruam parah, alergi, atau diare berkepanjangan saat menggunakan obat ini, segera hubungi dokter. Celecoxib dijual mulai dari Rp75.600 per strip dengan nomor registrasi BPOM yang sudah terjamin.

Gejala Saraf Kejepit yang Harus Diwaspadai

Gejala yang muncul pada saraf kejepit dapat berbeda tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan tekanan saraf. Secara umum, beberapa tanda yang sering dijumpai meliputi:

  1. Nyeri yang menjalar ke lengan atau kaki.
  2. Kesemutan dan mati rasa pada area tertentu.
  3. Kelemahan otot secara tiba-tiba.
  4. Sensasi seperti terbakar pada jalur saraf yang terkena.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), nyeri akibat saraf kejepit sangat memengaruhi kualitas hidup seseorang dan membuat banyak aktivitas menjadi terbatas. Segera cari pertolongan medis jika keluhan tidak membaik atau semakin berat.

Penanganan Mandiri Saraf Kejepit di Rumah

Selain obat-obatan, pengelolaan saraf kejepit bisa dilakukan dengan beberapa cara mandiri di rumah guna mempercepat pemulihan. Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan ialah:

  1. Istirahat cukup dengan membatasi aktivitas berlebihan.
  2. Kompres dingin atau hangat selama beberapa menit pada area nyeri.
  3. Melakukan peregangan ringan secara teratur sesuai anjuran dokter.
  4. Menjaga postur tubuh yang benar dalam aktivitas duduk, berdiri, dan tidur.

Langkah-langkah ini terbukti membantu meredakan tekanan dan inflamasi pada saraf yang kejepit serta mencegah kekambuhan.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi ke dokter sangat diperlukan jika:

  1. Nyeri tidak membaik meski sudah minum obat atau melakukan perawatan sendiri selama beberapa minggu.
  2. Gejala bertambah parah seperti kesulitan bergerak atau rasa kebas yang meluas.
  3. Mengalami kelemahan otot signifikan pada anggota gerak.
  4. Kehilangan kontrol pada buang air besar atau kecil.

Penanganan medis yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat proses pemulihan. Saat ini, kemudahan membeli obat dan konsultasi medis juga bisa diakses melalui apotek dan layanan kesehatan daring terpercaya, sehingga masyarakat dapat memperoleh pengobatan lebih cepat dan aman.

Obat saraf kejepit sebaiknya dikonsumsi sesuai petunjuk dokter untuk mendapatkan hasil maksimal dan meminimalisir efek samping. Jika obat apotek tidak memberikan perbaikan atau terjadi reaksi yang tidak biasa, segera cari bantuan medis lebih lanjut. 

Memahami pilihan obat yang tepat dan memadukan dengan tata laksana yang tepat di rumah adalah kunci utama menangani saraf kejepit agar kualitas hidup tetap terjaga. Pastikan selalu berkonsultasi sebelum memulai pengobatan agar penanganan sesuai kebutuhan dan aman untuk kondisi kesehatan Anda.

Baca selengkapnya di: www.halodoc.com
Exit mobile version