5 Rekomendasi Buku Terbaik untuk Membantu Move On dan Bangkit dari Patah Hati

Setiap orang pasti pernah melewati masa sulit dalam hubungan, termasuk merasakan patah hati. Ketika hubungan berakhir, momen-momen penuh emosi itu seringkali menyisakan rasa cemas, sedih, bahkan kehilangan arah.

Mencari cara agar bisa segera pulih dan bangkit kembali menjadi kebutuhan utama. Salah satu metode yang banyak direkomendasikan psikolog dan pakar kesehatan mental adalah membaca buku yang dapat memberikan sudut pandang baru untuk menerima kenyataan, mencintai diri sendiri, serta menata langkah ke depan.

Buku memiliki kemampuan untuk menjadi teman reflektif. Melalui kisah, nasihat, atau pengalaman yang dihadirkan penulis, pembaca dapat menemukan ketenangan dan semangat baru setelah putus cinta. Berikut ini lima rekomendasi buku yang bisa membantu proses move on, lengkap dengan kelebihan masing-masing:

1. How to Love Better: The Path to Deeper Connection Through Growth, Kindness, and Compassion – Yung Pueblo

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi Yung Pueblo, yang dikenal sebagai penulis terlaris New York Times. Dalam buku ini, Yung Pueblo menekankan pentingnya pertumbuhan pribadi yang berkesinambungan untuk menyembuhkan luka hati.

Penulis mengajak pembaca menelaah ulang cara mencintai diri sendiri dan orang lain, serta memahami langkah-langkah menyembuhkan patah hati secara sehat. Yung Pueblo menuliskan refleksi dan nasihat yang mudah dipahami, memberi pencerahan seputar cara menghadapi masa sulit.

Buku ini sangat cocok bagi yang mencari pandangan jernih tentang hubungan. Menurut Goodreads, buku ini juga laris karena mampu membangkitkan semangat melalui refleksi mendalam.

2. Carpe Diem: Move On, Setop Anxiety-mu, Hiduplah untuk Hari Ini – Askım Kapısmak

Melalui karya ini, Askım Kapısmak fokus membantu pembaca untuk mengatasi kegelisahan berlebihan. Buku ini mengajak berhenti terpaku pada masa lalu ataupun khawatir berlebihan tentang masa depan, sehingga lebih fokus menjalani hari ini.

Kapısmak menawarkan berbagai latihan psikologis sederhana agar pembaca mampu mengelola kecemasan. Nasihat di dalamnya mendorong untuk melatih pola pikir positif serta membiasakan menikmati hidup saat ini.

Buku ini jadi pilihan utama jika kamu sering terjebak dalam “overthinking” setelah mengalami putus cinta. Banyak pembaca Gramedia menyebut buku ini cocok dijadikan sahabat saat tahap awal move on.

3. Getting Past Your Breakup – Susan J. Elliott

Susan J. Elliott merupakan konselor berpengalaman yang menulis buku ini berdasarkan pengalaman klien dan perjalanan pribadinya. Buku ini memuat langkah-langkah sistematis untuk mengobati diri, mulai dari menjaga jarak dengan mantan hingga menciptakan kebiasaan hidup lebih sehat.

Susan J. Elliott mengulas pentingnya no contact dalam tahap awal, bersama dengan tips menjaga kesehatan mental. Ia juga merekomendasikan membangun rutinitas baru untuk mempercepat proses penyembuhan hati.

Rangkuman praktis dalam bukunya banyak diapresiasi lembaga konseling di luar negeri. Buku ini bisa menjadi panduan komprehensif bagi siapa saja yang ingin melewati masa galau dengan langkah terstruktur.

4. The Subtle Art Of Not Giving A Fuck – Mark Manson

Mark Manson menggunakan gaya penulisan yang lugas dalam menjelaskan cara mengurangi kepedulian pada hal-hal yang tidak penting. Dengan pendekatan psikologi populer, Manson menunjukkan langkah mengelola batasan emosional sehingga proses move on lebih efisien.

Buku ini membekali pembaca agar mampu menghargai diri sendiri tanpa harus menuruti ekspektasi eksternal. Manson juga menegaskan pentingnya memilih prioritas hidup, pasca kehilangan atau perpisahan.

Berdasarkan fakta, The Subtle Art Of Not Giving A Fuck sempat menjadi buku paling laris versi New York Times dan banyak digunakan sebagai panduan mandiri mengatasi krisis pribadi.

5. Sebuah Usaha Melupakan – Boy Candra

Karya Boy Candra identik dengan narasi melankolis yang dekat dengan realitas patah hati. Buku Sebuah Usaha Melupakan berhasil menghadirkan tulisan-tulisan penuh perasaan, mulai dari tahap penolakan hingga penerimaan.

Di dalamnya, pembaca dapat menemukan refleksi tentang luka akibat dikhianati, sekaligus keberanian untuk membuka hati lagi. Setiap bagian di buku ini menggambarkan tahap emosional seseorang dalam proses move on secara autentik.

Buku ini sangat diminati pembaca muda di Indonesia karena mampu menjadi “teman virtual” ketika rasa kehilangan masih sangat membekas. Kesuksesan Boy Candra menghadirkan karya relatable dibuktikan melalui testimoni di berbagai platform seperti Gramedia dan platform sosial media.

Langkah-Langkah Membaca Buku untuk Move On Secara Efektif

  1. Pilih buku yang sesuai dengan kondisi emosimu saat ini.
  2. Bacalah perlahan agar kamu bisa merenungkan tiap pesan yang disampaikan.
  3. Tuliskan catatan kecil atau kutipan yang mengena di hati untuk memperdalam makna.
  4. Diskusikan pengalaman membaca bersama teman atau komunitas untuk mendapat pandangan baru.
  5. Ulangi membaca bagian tertentu ketika kamu merasa butuh penguatan diri.

Setiap judul buku yang direkomendasikan mampu memberikan perspektif berbeda soal cinta, kehilangan, dan makna kebahagiaan. Membaca adalah salah satu langkah nyata yang diakui sebagai terapi penyembuhan hati oleh banyak pakar psikologi.

Bila kamu sedang dalam fase move on, memilih buku yang tepat dapat membantu proses penerimaan diri dan memperkuat mental agar lebih siap melangkah ke masa depan. Lima buku di atas telah menolong banyak pembaca menemukan ketenangan, bahkan ada yang menyebutnya sebagai titik balik bangkit dari kegagalan cinta. Dengan membaca, kamu juga bisa menguraikan emosi, menata ulang impian, dan perlahan menggapai kebahagiaan baru.

Baca selengkapnya di: www.beautynesia.id

Berita Terkait

Back to top button