Fitur Hebat Samsung Jarang Digunakan, Akan Jadi Layanan Berbayar? Simak Penjelasannya

Hampir semua pengguna smartphone mengenal Samsung sebagai produsen perangkat inovatif. Namun, ada fitur kecerdasan buatan bernama Galaxy AI yang ternyata nyaris tak pernah digunakan oleh mayoritas penggunanya. Padahal, Samsung telah mengiklankan fitur ini secara besar-besaran dan rutin menambah kemampuan baru di setiap pembaruan sistem.

Fakta dari survei resmi Samsung mengungkap bahwa sekitar tiga dari empat pengguna belum pernah mencoba alat AI, khususnya untuk editing foto. Bahkan, fungsi unggulan seperti Pengeditan Generatif justru terabaikan, meski Galaxy AI sendiri telah hadir sejak peluncuran pertamanya.

Fitur AI Canggih yang Diabaikan

Generative Edit pada Galaxy AI diklaim mampu menyaingi kemudahan Photoshop dalam sekali sentuh. Pengguna cukup memilih objek di foto, dan sistem otomatis akan menghilangkan elemen mengganggu, mulai dari latar belakang, objek asing, bayangan hingga refleksi. Namun data survei Samsung menunjukkan hingga 86% responden tidak pernah memanfaatkan fitur ini meski sudah tersedia di perangkat mereka.

Samsung sendiri sudah melengkapi versi One UI terbarunya dengan empat alat berbasis AI tambahan. Tapi kenyataannya, banyak pemilik perangkat Galaxy menyatakan tidak merasa butuh, meskipun fitur-fitur ini telah disiapkan untuk membantu pekerjaan mereka sehari-hari.

Alasan Penggunaan Fitur Masih Rendah

Berdasarkan hasil survei, banyak pengguna sebenarnya masih belum mengenal atau menyadari keberadaan fitur edit generatif dan alat-alat AI lain di ponsel mereka. Sebagian lainnya merasa fitur dasar yang sudah ada cukup memadai, sehingga enggan mencoba kemampuan AI canggih yang ditawarkan. Ini menjadi tantangan serius di tengah upaya Samsung mengedukasi pasar soal manfaat dan kemudahan kecerdasan buatan.

Rencana Samsung Berkaitan dengan Monetisasi Fitur

Samsung dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi untuk membatasi akses ke fitur AI canggih di lini Galaxy. Berdasarkan bocoran internal, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini berencana menjaga akses fitur dasar dan asisten AI tetap gratis untuk semua pengguna. Namun fitur-fitur lanjutan akan dikunci dalam sistem berbayar.

Langkah ini dinilai Samsung sebagai cara untuk meningkatkan nilai tambah perangkat premium, sekaligus menciptakan sumber pemasukan baru dari pelanggan setia. Namun menurut pengamat pasar, keputusan semacam ini masih diperdebatkan mengingat rendahnya tingkat penggunaan dan kesadaran fitur Galaxy AI di kalangan pengguna.

Fitur Galaxy AI yang Paling Tidak Diketahui Pengguna:

  1. Pengeditan Generatif – Menghapus objek, latar, dan bayangan secara otomatis.
  2. AI Voice Assist – Membantu melakukan berbagai tugas verbal tanpa sentuhan.
  3. AI-powered Translation – Menerjemahkan pesan dalam aplikasi chat secara instan.
  4. Auto Photo Enhance – Penyempurnaan foto dengan satu sentuhan tanpa edit manual.

Meski fitur-fitur ini sudah tersemat di ponsel dan tablet terbaru Samsung, data membuktikan pengguna masih sangat jarang mengeksplorasi kemampuannya. Tantangan berikutnya bagi Samsung adalah membuktikan bahwa kecerdasan buatan di perangkat mereka bukan sekadar pajangan, tapi betul-betul dapat memudahkan kehidupan sehari-hari. Langkah menuju monetisasi fitur AI pun masih menjadi perbincangan hangat, menunggu kesadaran dan kebutuhan pasar yang lebih matang.

Exit mobile version