Prediksi terbaru dari analis Galaxy Digital menyebutkan bahwa setidaknya lima perusahaan treasury crypto berpotensi menghadapi kebangkrutan pada dua tahun ke depan. Penurunan nilai pasar aset digital memicu tekanan pada ketahanan bisnis dan model pengelolaan aset di ekosistem kripto. Para investor dan pelaku bisnis kini mulai menyoroti angka mNAV atau market Net Asset Value sebagai indikator utama kesehatan perusahaan keuangan kripto.
Penurunan mNAV Kian Memperburuk Situasi
Turunnya nilai mNAV ke bawah angka 1 menandakan bahwa perusahaan dinilai lebih rendah dibandingkan jumlah aset kripto yang mereka miliki. Kondisi ini berdampak langsung pada kelayakan emisi saham baru. Langkah penerbitan saham justru akan menurunkan proporsi nilai pemegang saham lama, dan mempersulit perusahaan dalam menggalang dana serta memperbesar portofolio aset digital.
Banyak perusahaan treasury kripto utama yang portofolionya didominasi Bitcoin, Ethereum, dan Solana kini mengalami mNAV rendah. Hal tersebut membuat upaya ekspansi semakin terhambat, terutama ketika harga kripto terus mengalami fluktuasi dan kecenderungan turun.
Ketatnya Persaingan dan Tantangan Model Bisnis DAT
Ledakan perusahaan keuangan digital asset treasury (DAT) terdorong oleh euforia harga kripto serta pelonggaran regulasi di sejumlah negara. Salah satu pemicunya adalah kemunculan produk exchange traded fund (ETF) yang memperluas akses investor ke pasar aset kripto utama.
Namun, ketika harga pasar mendingin, banyak DAT berjuang mempertahankan premi mNAV di atas nilai aset bersih mereka. Analis dari Macquarie menyoroti, jika premi tersebut menghilang atau bahkan berubah menjadi diskon, kelangsungan hidup perusahaan sangat terancam. Mendulang profit lewat strategi staking atau penerbitan ekuitas pun menjadi tidak relevan lagi di tengah tekanan penurunan harga.
Perusahaan Skala Besar Unggul, Pemain Kecil Terancam
Menurut prediksi Galaxy Digital, hanya pelaku dengan aset besar dan struktur keuangan tangguh yang berpeluang bertahan dari badai krisis pasar. Perusahaan seperti Strategy atau Metaplanet asal Jepang yang mempunyai likuiditas dan perencanaan matang, diyakini punya ketahanan menghadapi masa-masa sulit. Sementara itu, DAT yang baru masuk pasar atau belum merancang skema perlindungan aset kemungkinan besar akan tumbang.
Data terbaru menunjukkan, pangsa pasar DAT secara keseluruhan masih rendah, yakni di bawah satu persen dari total nilai pasar kripto. Namun, meningkatnya tekanan ini menjadi peringatan bahwa era kemudahan dalam bisnis keuangan kripto telah lewat.
Daftar Tantangan yang Dihadapi DAT di Tengah Tekanan Pasar:
- Nilai mNAV jatuh di bawah angka satu.
- Kemampuan terbatas dalam menerbitkan saham baru dan galang dana.
- Premi terhadap NAV menghilang atau mendekati diskon.
- Ketergantungan pada volatilitas harga pasar spot kripto.
- Kurangnya perencanaan likuiditas atau diversifikasi aset digital.
Strategi Bertahan di Era Kompetisi Digital Asset Treasury
Fase berikutnya bagi bisnis treasury kripto diperkirakan akan diwarnai oleh seleksi ketat. Hanya mereka yang memiliki disiplin pengelolaan aset, tidak sekadar tergiur hype, yang dapat memanfaatkan sisa peluang. Mengutip analisis Galaxy Digital, perusahaan wajib merancang perencanaan keuangan komprehensif mulai dari pengelolaan premi, mitigasi risiko aset, hingga sinergi adaptif terhadap perubahan regulasi.
Para pelaku industri, khususnya manajemen perusahaan digital asset treasury, harus segera menyesuaikan strategi agar tetap relevan di kompetisi pasar. Galaxy Digital menegaskan, kegagalan mengantisipasi tekanan pasar dan kemampuan adaptasi rendah akan menjadi alasan utama terjadinya likuidasi atau akuisisi terhadap perusahaan yang kurang siap.
Tren keberlanjutan treasury kripto kini tidak lagi mengandalkan pertumbuhan agresif, melainkan ketahanan dalam menghadapi dinamika pasar dan efisiensi pengelolaan aset. Market watcher disarankan untuk memantau indikator kesehatan keuangan perusahaan, terutama data mNAV, agar mampu mendeteksi risiko korporasi sejak dini.
