
Windows on Arm kembali menarik perhatian pengguna teknologi berkat lompatan besar pada performa dan daya tahan baterai. Kehadiran chip Qualcomm Snapdragon X membawa perubahan nyata, membuktikan laptop berbasis Arm kini semakin layak digunakan untuk keperluan produktivitas sehari-hari.
Selama ini, pengguna Windows on Arm kerap terkendala dukungan aplikasi yang terbatas. Namun dalam beberapa bulan terakhir, perkembangan perangkat lunak dan adopsi emulasi baru mulai menutup celah itu. Hal ini membuat Windows on Arm tak hanya menawarkan daya tahan baterai unggul, tapi juga semakin kompatibel dengan aplikasi produktivitas maupun kreatif.
Performa dan Efisiensi yang Melonjak
Qualcomm Snapdragon X menjadi inti dari kemajuan Windows on Arm. Chip ini menawarkan kinerja solid pada model seperti Microsoft Surface Laptop dan Surface Pro terbaru. Pengguna melaporkan pengalaman lebih mulus dan responsif, bahkan dengan aplikasi berat seperti Adobe Lightroom.
Untuk urusan daya tahan, kelas Arm masih sulit ditandingi oleh laptop x86 konvensional. Pada model tertentu, laptop berbasis chip Snapdragon X bisa bekerja lebih lama dalam satu kali pengisian. Fitur ini menjadi daya tarik besar, terutama bagi pengguna mobile yang membutuhkan perangkat portabel dan hemat energi.
Peningkatan Kompatibilitas Aplikasi
Permasalahan utama Windows on Arm adalah kompatibilitas aplikasi yang tidak merata. Kini, sejumlah aplikasi populer telah menyediakan versi khusus Arm atau bisa berjalan stabil melalui emulasi Prism. Misalnya, Adobe Premiere Pro kini sudah berjalan secara native di Arm, dan Adobe Lightroom Classic lewat emulasi mulai dapat dipakai untuk editing ringan.
Beberapa kemajuan nyata lain pada kompatibilitas aplikasi antara lain:
- Anti-Cheat Easy Epic kini mendukung Windows on Arm, penting untuk gamer.
- Xbox Game Launcher memungkinkan instalasi game lokal di Arm, tidak hanya cloud streaming.
- Emulator WOA sudah mendukung instruksi x86 AVX dan AVX2 yang memperluas lagi jangkauan aplikasi serta game yang dapat dijalankan.
Tantangan di Dunia Gaming
Ketimpangan terbesar Windows on Arm masih pada sektor gaming. GPU terintegrasi Snapdragon X belum mampu mengimbangi performa grafis laptop gaming x86. Selain itu, Arm belum mendukung GPU diskrit untuk mentenagai grafis tinggi. Meski demikian, kabar soal pengembangan chip Arm oleh Nvidia untuk laptop Alienware menarik perhatian pengamat industri. Jika Nvidia benar-benar meluncurkan chip Arm khusus gaming, persaingan grafis pada platform ini akan sangat menarik.
Persaingan Ketat di Industri Chip
Kehadiran chip terbaru dari Intel (Lunar Lake) dan AMD (Strix Point) ikut memanaskan persaingan. Para produsen mulai merilis produk x86 baru yang menawarkan performa dan efisiensi baterai semakin mendekati Arm. Walau begitu, banyak pakar dan jurnalis teknologi, seperti dikutip dari The Verge, menilai laptop Windows on Arm kini mulai setara dengan x86 untuk penggunaan harian.
Berikut perbandingan ringkas di antara pilihan laptop terbaru:
| Fitur Kunci | Snapdragon X (Arm) | Intel Lunar Lake (x86) | AMD Strix Point (x86) |
|---|---|---|---|
| Daya tahan | Sangat Unggul | Kompetitif | Kompetitif |
| Performa harian | Cepat & Responsif | Cepat | Cepat |
| Gaming | Terbatas | Sangat Baik | Sangat Baik |
| Kompatibilitas aplikasi | Cukup luas, masih berkembang | Sangat luas | Sangat luas |
Rekomendasi dan Proyeksi ke Depan
Kini, merekomendasikan laptop Windows on Arm bukan lagi hal aneh. Pengguna yang butuh laptop ringan, senyap, awet daya, dan kuat untuk aktivitas sehari-hari bisa memilih Surface Laptop atau HP OmniBook 5 14 versi Arm. Kecuali jika kebutuhan utama adalah gaming berat atau aplikasi khusus yang belum didukung, maka x86 tetap lebih cocok.
Persaingan teknologi chip untuk laptop diprediksi semakin panas ke depan. Rumor baru menyebutkan Nvidia dan Alienware tengah menyiapkan chip Arm dengan fokus grafis tinggi. Di sisi lain, tren Linux juga menunjukkan peningkatan popularitas, khususnya bagi pengguna yang mencari alternatif Windows. Bahkan Microsoft mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam sistem operasinya, menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna Arm maupun x86.
Transisi Windows on Arm membuktikan industri komputer bergerak cepat. Pengguna kini dihadapkan pada lebih banyak pilihan perangkat dengan performa dan efisiensi unggul, baik dari kubu Arm, x86, maupun merek-merek besar seperti Nvidia, Intel, AMD, hingga Microsoft.





