Honor kembali secara resmi di pasar Indonesia dengan peluncuran lima produk sekaligus. Langkah ini menandai comeback signifikan Honor, yang menghadirkan tiga smartphone, satu laptop, dan satu tablet terbaru.
Produk flagship dari Honor adalah Magic V3, ponsel layar lipat dengan desain sangat tipis. Perangkat ini memakai bingkai aluminium seri 7 dan memiliki sertifikasi IPX8 yang membuatnya tahan air dan dapat digunakan dengan tangan basah.
Layar utama Honor Magic V3 berukuran 7,92 inci dengan panel OLED LTPO dan fitur Dolby Vision. Di sisi luar terdapat layar 6,43 inci yang juga menggunakan panel OLED LTPO dengan kecerahan puncak hingga 5.000 nits untuk konten HDR.
Selain Magic V3, Honor menghadirkan Honor 200 Pro yang menyasar pasar kelas atas dengan performa tinggi. Ponsel ini mengusung layar OLED 6,78 inci resolusi 1,5K dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan maksimal 4000 nits.
Honor 200 Pro dipacu oleh chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 3 dengan pilihan RAM 12 GB atau 16 GB serta penyimpanan internal dari 256 GB hingga 1 TB. Desain ponsel ini elegan dan siap mendukung kebutuhan gaming dan multimedia.
Model ketiga adalah Honor X9c, smartphone mid-range yang menonjolkan ketahanan bodi dan baterai besar. Ini cocok bagi pengguna yang membutuhkan ponsel tahan lama dan tangguh untuk aktivitas sehari-hari.
Selain smartphone, Honor juga meluncurkan MagicBook Art 14, sebuah laptop premium dengan desain ultra-ringan. Laptop ini dirancang untuk pengguna yang menginginkan portabilitas tanpa mengorbankan performa.
Terakhir, ada Honor Pad 9, sebuah tablet mid-range dengan spesifikasi seimbang untuk hiburan, produktivitas, dan gaming ringan. Tablet ini melengkapi lini produk Honor yang siap bersaing di pasar Indonesia.
Sementara itu, di dunia teknologi global, pendiri startup AI DeepSeek, Liang Wenfeng, kembali ke kampung halamannya di Guangdong, China, dan disambut layaknya pahlawan. Startupnya berhasil mengganggu dominasi perusahaan AI Barat sehingga membuatnya sangat dihormati.
Liang memilih tetap rendah hati dan tidak terlalu banyak bicara di publik, mengingat nasib CEO teknologi besar asal China seperti Jack Ma yang pernah menjadi sorotan ketat pemerintah. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di desa asalnya sebelum melanjutkan kuliah di Universitas Zhejiang.
Berita lain yang menarik datang dari Amerika Serikat, dimana Elon Musk resmi menjadi pegawai pemerintah istimewa. Musk mulai bekerja di Departemen Government Efficiency (DOGE) yang fokus pada penghematan anggaran negara.
Musk memiliki akses izin keamanan rahasia tingkat tinggi dan bertugas meningkatkan efisiensi birokrasi pemerintah. Salah satu tindakannya adalah menutup kantor pusat USAID yang dinilai sudah tidak efektif, dengan dukungan dari mantan Presiden Donald Trump.
Di sisi lain, kembalinya Jack Ma ke panggung bisnis China menjadi peristiwa penting. Jack Ma terlihat berdamai dan berjabat tangan dengan Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan ini menandai perubahan besar dalam hubungan antara pengusaha swasta dan pemerintah.
Jack Ma duduk di barisan depan bersama taipan teknologi besar lainnya dalam pertemuan puncak di Beijing. Hadirnya Ma mengirim sinyal positif bahwa pemerintah ingin membangkitkan kepercayaan sektor swasta di tengah perlambatan ekonomi dan persaingan teknologi global.
Regulasi ketat yang mulai diberlakukan China sejak akhir 2020 terhadap perusahaan teknologi besar sebagian besar dipicu oleh kritik Jack Ma pada sistem keuangan China. Kini, dengan pencairan hubungan, peluang kerja sama antara pemerintah dan pengusaha teknologi pun terbuka kembali.
Secara keseluruhan, bulan ini menjadi titik balik bagi beberapa nama besar di ranah teknologi dan bisnis, serta momentum bagi Honor untuk menguatkan posisi di pasar Indonesia setelah periode absen. Semua perkembangan ini membawa dinamika baru yang menarik untuk terus disimak.
Baca selengkapnya di: inet.detik.com