Advertisement

Pengalaman Beralih dari Ponsel Android ke E-Reader Mini yang Bikin Hidup Lebih Praktis

Perangkat ereader terus berkembang dan kini mulai mencoba fungsi lebih dari sekadar membaca buku digital. Salah satu model terbaru, Boox Palma 2 Pro, menghadirkan konsep yang unik dengan mengusung layar E-Ink berukuran 6,13 inci, mendekati ukuran smartphone modern. Dengan harga $399, perangkat ini diposisikan di antara harga ereader premium dan smartphone kelas menengah.

Layar E-Ink Boox Palma 2 Pro memiliki resolusi 824 x 412 untuk warna dan lebih tajam pada tampilan hitam-putih. Teknologi ini sangat membantu mengurangi ketegangan mata dibandingkan layar OLED pada ponsel. Sifat layar yang lebih mirip halaman kertas membuat pengalaman membaca terasa jauh lebih nyaman, terutama untuk sesi baca malam hari.

Fungsi Membaca dan Menulis
Boox Palma 2 Pro didesain utama untuk membaca, dilengkapi dengan perpustakaan, kamus, dan toko buku di halaman depan. Pengguna dapat dengan mudah mengelola dokumen dan mengirimnya lewat PC. Namun, untuk pencatatan, walau tersedia stylus, perangkat ini tidak menyediakan tempat penyimpanan stylus di bodi, sehingga membawa aksesori tambahan terasa merepotkan. Selain itu, penulisan tangan hanya bisa dilakukan lewat stylus, sementara mengetik lebih lambat dibanding smartphone karena refresh dan respon layar yang terbatas.

Komunikasi Tanpa Panggilan dan SMS
Kemampuan untuk melakukan panggilan suara dan SMS tradisional tidak dimiliki Palma 2 Pro. Namun, perangkat ini dapat mengakses Play Store, sehingga aplikasi komunikasi populer seperti WhatsApp, Instagram, dan Messenger bisa digunakan. Konektivitas juga fleksibel dengan dukungan Wi-Fi dan slot SIM untuk jaringan 5G, memungkinkan berkomunikasi melalui aplikasi berbasis internet. Bagi kebanyakan pengguna yang sudah jarang menerima panggilan telepon, fitur ini bisa menggantikan fungsi ponsel standar.

Hiburan dan Aplikasi Pendukung
Meskipun tidak ideal untuk menonton video, aplikasi seperti Netflix masih dapat diakses dengan setting layar khusus bernama EinkWise untuk menyesuaikan refresh rate dan saturasi warna. Namun, kualitas tampilan film seperti Knives Out kurang memuaskan karena keterbatasan warna dan refresh layar. Berbeda dengan video, aplikasi game puzzle seperti NYT Games berjalan cukup baik dan nyaman bagi mata.

Boox Palma 2 Pro juga menyediakan aplikasi tambahan seperti kalender, yang membantu mengatur jadwal tanpa mengalihkan perhatian lama untuk aktivitas lainnya. Kemampuan memesan makanan lewat aplikasi restoran juga berjalan lancar, sehingga fungsi ponsel sehari-hari tetap terpenuhi dalam batas tertentu.

Kamera Terintegrasi dengan Fitur Mendasar
Sebagai fitur yang tidak lazim di ereader, Palma 2 Pro dibekali kamera 16MP lengkap dengan flash. Meski kualitas foto tidak mendekati smartphone kelas atas, kamera ini cukup untuk kebutuhan seperti memindai dokumen dan mengambil gambar pengingat. Foto yang dihasilkan terlihat kurang tajam dan warna cenderung pudar, sehingga kurang cocok untuk dokumentasi serius atau foto momen penting.

Spesifikasi Utama Boox Palma 2 Pro

  1. Layar E-Ink 6,13 inci, resolusi 824 x 412 (warna) dan lebih tinggi untuk hitam-putih
  2. RAM 8GB dan penyimpanan internal 128GB
  3. Konektivitas lengkap: Wi-Fi, SIM Card untuk jaringan 5G
  4. Akses Google Play Store, sehingga mampu menjalankan aplikasi pihak ketiga
  5. Kamera 16MP dengan lampu flash
  6. Speaker built-in untuk audio, meski kualitas standar

Perangkat Boox Palma 2 Pro menunjukkan potensi sebagai alternatif smartphone dalam kehidupan yang ingin lebih fokus dan mengurangi digital burnout. Meski ada keterbatasan pada pengalaman multimedia serta penulisan, fitur komunikasi dan produktivitas dasar sudah cukup mendukung kegiatan sehari-hari. Penggunaan ereader yang menyerupai ponsel ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin mengurangi ketergantungan pada layar smartphone dengan efek pencahayaan yang menyilaukan.

Pada akhirnya, Boox Palma 2 Pro bukanlah pengganti lengkap smartphone konvensional, tapi teknologi ini membuka kemungkinan baru dalam cara manusia berinteraksi dengan perangkat digital. Di tahun 2026, tren minimalisme digital dan fokus pada kesehatan mata serta produktivitas bisa membuat ereader ini semakin relevan sebagai perangkat pendukung gaya hidup modern.

Berita Terkait

Back to top button