Tablet Dual-OS Android & Windows: Inovasi Terbaru, Fitur dan Keunggulannya

Tablet dengan dukungan dua sistem operasi kini kembali menarik perhatian setelah China Unicom merilis Cloud AI Pad. Tablet 5G ini mengusung inovasi unik berupa sistem operasi Android yang berjalan lokal dan Windows yang berbasis cloud, menjadikannya salah satu perangkat dual-OS pertama di pasar China.

Cloud AI Pad menyasar pengguna yang membutuhkan produktivitas tinggi serta kecerdasan buatan dalam satu perangkat. Sistem Android dapat dioperasikan langsung di tablet, sementara akses ke Windows dilakukan via layanan cloud tanpa sistem Windows terinstal secara langsung di tablet. Akses ini dipermudah melalui tombol khusus pada keyboard, sehingga pengguna hanya perlu satu sentuhan untuk berpindah ke lingkungan Windows berbasis cloud.

Fitur Unggulan Cloud AI Pad

Cloud AI Pad hadir dengan spesifikasi yang kompetitif untuk kelasnya di China. Tablet ini dilengkapi layar berukuran 12,2 inci yang nyaman digunakan untuk produktivitas ataupun hiburan. Prosesor yang digunakan adalah Unisoc 6 nm, sebuah chipset modern yang efisien untuk penggunaan aplikasi produktivitas maupun aplikasi AI.

Selain itu, tablet ini sudah mendukung eSIM 5G yang memudahkan akses internet cepat di berbagai lokasi. Cloud AI Pad juga hadir dengan asisten berbasis AI yang terintegrasi di dalamnya, sehingga memberikan pengalaman pengguna yang lebih cerdas dan efisien.

Untuk kebutuhan mobilitas, tablet ini dijual dengan harga sekitar 1.799 yuan di platform e-commerce China. Harga tersebut terbilang kompetitif dibandingkan tablet konvensional yang hanya mengandalkan satu sistem operasi saja.

Dukungan OS Windows Berbasis Cloud

Salah satu inovasi terbesar terletak pada integrasi Windows berbasis cloud. Alih-alih menginstal Windows secara langsung di perangkat, pengguna hanya perlu mengakses layanan cloud yang disediakan untuk menggunakan sistem operasi Windows. Cara ini membuat perangkat tetap ringan, efisien, dan meminimalisir kebutuhan ruang penyimpanan internal di tablet.

Penggunaan tombol khusus di keyboard memudahkan transisi bagi pengguna yang familiar dengan dua ekosistem berbeda. Pendekatan ini juga memitigasi tantangan teknis yang selama ini menghambat kolaborasi dua sistem operasi besar dalam satu perangkat fisik.

Jejak Inovasi Dual-OS: Produsen Indonesia Pernah Coba

Konsep tablet dengan dua sistem operasi sebenarnya bukan hal baru di industri teknologi. Beberapa tahun lalu, produsen asal Indonesia seperti Axioo juga sempat meluncurkan lini produk yang menggabungkan Android dan Windows dalam satu tablet. Namun, pendekatan yang dilakukan saat itu adalah dengan menginstal dua sistem operasi secara penuh di perangkat, sehingga ruang penyimpanan menjadi terbagi dan perangkat harus melakukan restart untuk berganti sistem operasi.

Berbeda dengan Cloud AI Pad, solusi dual-OS zaman dulu belum memanfaatkan layanan cloud secara optimal. Pengguna juga mengalami keterbatasan seperti performa yang kurang optimal dan kendala dalam manajemen penyimpanan. Perkembangan teknologi cloud kini memungkinkan transisi antara kedua OS berjalan jauh lebih praktis tanpa restart atau kompromi performa.

Perbandingan Dual-OS Cloud AI Pad dan Tablet Dual-OS Lokal

Fitur Cloud AI Pad (China Unicom) Tablet Dual-OS Indonesia (2015)
OS Android Native (langsung) Native (langsung)
OS Windows Berbasis cloud Native (langsung)
Perpindahan OS Tombol khusus tanpa restart Harus restart perangkat
Dukungan eSIM 5G Ada Tidak ada
Asisten AI Ada Tidak ada
Kapasitas Penyimpanan Tidak terbebani 2 OS Terbagi dua untuk OS
Harga Rilis 1.799 yuan Beragam, bergantung seri

Inovasi Tablet Dual-OS dan Tantangannya di Pasar Global

Di pasar global, tablet dengan dua sistem operasi masih belum begitu banyak dijumpai. Umumnya, tablet hanya menjalankan Android atau Windows secara penuh. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain integrasi perangkat lunak, pembagian sumber daya, keamanan, dan kompatibilitas aplikasi.

Teknologi cloud seperti yang diterapkan pada Cloud AI Pad menjadi solusi baru untuk mengatasi tantangan tersebut. Selain tidak mengorbankan performa lokal, sistem ini membuat pengalaman pengguna lebih seamless. Tablet ini juga cocok untuk pekerja yang memerlukan platform berbeda untuk kebutuhan kerja dan hiburan tanpa harus membawa dua perangkat.

Peluang pengembangan perangkat semacam ini masih terbuka lebar, terutama untuk menunjang pola kerja modern yang semakin menuntut fleksibilitas platform. Dengan kemajuan layanan cloud dan jaringan 5G, perangkat hybrid seperti ini bisa menjadi tren baru di masa depan.

Baca selengkapnya di: tekno.kompas.com
Exit mobile version